Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar

Kuasa Doa

Kisah Para Rasul 12:1-19Dalam perjalanan awal gereja, para rasul menghadapi banyak tantangan, penolakan, bahkan penganiayaan. Salah satu peristiwa penting adalah ketika Yakobus dibunuh dan Petrus dipenjara oleh Raja Herodes untuk menyenangkan orang Yahudi (ayat 1-3). Herodes berusaha menghentikan penyebaran pengajaran tentang Yesus Kristus dengan menekan para rasul. Namun, peristiwa ini tidak memadamkan semangat iman jemaat. Sebaliknya, mereka terus berdoa dengan tekun dan sungguh-sungguh untuk Petrus (ayat 5).Jawaban Tuhan atas doa-doa mereka sangat nyata. Petrus dibebaskan secara ajaib oleh malaikat Tuhan dari penjara yang dijaga sangat ketat (ayat 7-11). Peristiwa ini menunjukkan betapa besar kuasa Tuhan yang hadir melalui doa umat-Nya. Meskipun keadaan terlihat tidak mungkin, kuasa Tuhan melampaui segala batasan manusia.Dari perikop ini, ada beberapa pelajaran penting tentang doa:Doa sebagai Kekuatan Umat
Doa adalah napas kehidupan orang percaya. Tanpa doa, kehidupan rohani kita akan mati. Melalui doa, umat Tuhan memperoleh kekuatan untuk menghadapi berbagai tantangan, serta menyatukan mereka dalam pelayanan dan kesaksian.Kuasa Doa yang Menggerakkan
Doa memiliki kuasa yang luar biasa untuk mengubah keadaan. Sama seperti Petrus yang dibebaskan secara ajaib, doa jemaat yang tekun dan penuh kesungguhan menghasilkan mukjizat yang nyata. Tuhan bekerja melalui doa umat-Nya.Setia dalam Berdoa
Kesetiaan dalam doa adalah tanda iman yang kuat. Kita dipanggil untuk terus berdoa bagi diri sendiri, sesama, serta bangsa dan negara kita. Tuhan mendengar setiap doa yang dipanjatkan dengan hati yang tulus, dan Ia bekerja lebih besar dari yang kita bayangkan.Sebagai orang percaya, kita harus menjadi pendoa yang setia dalam seluruh aspek kehidupan kita—baik itu dalam pelayanan, persekutuan, maupun kesaksian. Doa bukan hanya permohonan, tetapi juga ungkapan kepercayaan penuh kepada Tuhan yang berkuasa atas segala sesuatu.Doa Pagi:Tuhan yang penuh kasih, kami datang kepada-Mu pagi ini, memohon berkat kesehatan, sukacita, dan damai sejahtera dalam kehidupan kami. Berkatilah rumah tangga kami, anak-anak, cucu-cucu, pekerjaan, usaha, serta pelayanan kami. Kami percaya bahwa berkat-Mu mengalir dengan limpah dalam kehidupan kami. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.
Share:

Penyertaan Tuhan bagi Gereja-Nya

Kisah Para Rasul 11 : 19-30

Tuhan adalah pencipta gereja, sehingga kehadiran-Nya akan selalu menyertai gereja. Sejak awal, gereja telah menghadapi berbagai tantangan dan penderitaan. Dalam perikop ini disebutkan bahwa umat Tuhan tersebar akibat penganiayaan (19). Tentu saja, hal ini memperlemah mereka, karena kekuatan biasanya tumbuh dari persatuan, sementara penganiayaan membuat mereka terpencar.

Namun, meskipun tersebar, mereka tetap mengabarkan Injil, meskipun pada awalnya hanya kepada orang Yahudi (19). Pada tahap ini, penyebaran Injil tampak berjalan lambat. Meski demikian, Allah tetap menunjukkan pemeliharaan-Nya bagi gereja-Nya. Dia bisa menggunakan siapa pun, termasuk orang-orang dari Siprus dan Kirene, yang kemudian mengabarkan Injil kepada orang Yunani (20). Dengan demikian, penyebaran Injil semakin meluas.

Selanjutnya, Tuhan menunjukkan penyertaan-Nya dengan cara lain, yaitu dengan mengutus Barnabas ke Antiokhia untuk menggembalakan umat-Nya di sana (23). Karena jumlah jemaat yang semakin banyak, Barnabas mengajak Saulus untuk melayani bersama selama satu tahun (25-26). Dalam masa tersebut, mereka berdua dengan penuh kesungguhan mengajar umat Tuhan (26). Selain itu, mereka juga mengorganisir bantuan sosial untuk membantu umat yang memerlukan (28).

Semua ini adalah bukti nyata pemeliharaan Tuhan terhadap gereja-Nya. Walaupun menghadapi penganiayaan, umat Tuhan tetap terpelihara dan terus mengabarkan Injil. Tuhan juga memelihara umat-Nya melalui gembala yang diutus-Nya, yang dengan setia mengajar dan menolong mereka yang membutuhkan.

Oleh karena itu, kita dapat memetik pelajaran penting bahwa gereja Tuhan selalu berada dalam pemeliharaan dan penyertaan Tuhan. Jadi, kita tidak perlu takut menghadapi penderitaan atau kesulitan. Tugas gereja adalah tetap setia memberitakan Injil dan menjalankan misinya.

Selain itu, kita juga perlu bersyukur dan menyadari bahwa setiap hamba Tuhan yang diutus untuk melayani di gereja kita adalah bukti nyata pemeliharaan Tuhan terhadap gereja-Nya

Share:

Pujian Ibadah Minggu 8 September 2024

 

Share:

Merespons Positif Kehendak Allah

Kisah Para Rasul 11:1-18Menghadapi kehendak Tuhan kadang bisa menjadi tantangan, terutama ketika kehendak itu bertentangan dengan pandangan atau kebiasaan kita. Dalam Kisah Para Rasul 11:1-18, kita melihat bagaimana rasul-rasul lain kesulitan menerima bahwa Petrus telah masuk ke rumah orang bukan Yahudi dan bahkan memberitakan Injil kepada mereka (ayat 2-3). Ini menciptakan ketegangan di antara mereka karena tradisi Yahudi menganggap bangsa lain sebagai najis.Namun, yang menarik dari kisah ini adalah cara Petrus menghadapi situasi tersebut. Dia tidak membalas kritikan dengan debat teologis atau kemarahan. Sebaliknya, Petrus dengan sabar menjelaskan pengalaman dan penglihatannya, bagaimana Tuhan menunjukkan kepadanya bahwa tidak ada manusia yang najis di mata Allah, dan bagaimana Roh Kudus juga turun atas Kornelius dan keluarganya (ayat 5-17).Setelah mendengar penjelasan Petrus, rasul-rasul lainnya merespons dengan sikap positif. Mereka menyadari bahwa Allah juga mengaruniakan keselamatan dan pertobatan kepada bangsa-bangsa lain, dan mereka pun bersukacita (ayat 18).Dari kisah ini, kita bisa belajar beberapa hal penting:Bertanggung Jawab dengan Sabar dan Lemah Lembut
Ketika kita dipanggil untuk menyampaikan kehendak Allah, seperti Petrus, kita harus siap bertanggung jawab dengan sabar dan lemah lembut. Petrus tidak memaksakan pandangannya, melainkan memberikan penjelasan yang jelas dan penuh kasih.Menerima Kehendak Tuhan dengan Hati Terbuka
Ketika berada di posisi sebagai penerima pesan, meskipun isi pesan mungkin tidak sesuai dengan harapan atau keyakinan kita, kita harus merespons secara positif. Dalam kasus ini, para rasul tidak menolak pesan Petrus, tetapi membuka hati mereka untuk memahami apa yang Allah sedang kerjakan.Percaya bahwa Kehendak Allah Selalu yang Terbaik
Setelah mereka memahami bahwa apa yang terjadi adalah kehendak Allah, para rasul merespons dengan sukacita. Mereka mengakui bahwa rencana Tuhan jauh lebih besar dari pemahaman manusia. Kita juga harus belajar untuk mempercayai bahwa kehendak Allah selalu yang terbaik, meskipun mungkin sulit diterima pada awalnya.Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk mencintai, mencari, dan mematuhi kehendak Tuhan dalam hidup kita. Kita harus setia dalam melaksanakan kehendak-Nya, baik itu dalam kehidupan pribadi kita maupun dalam kesaksian kepada orang lain.
Doa Pagi:
Tuhan yang penuh kasih, kami datang kepada-Mu memohon berkat kesehatan, sukacita, dan damai sejahtera dalam kehidupan kami. Berkatilah keluarga kami, pekerjaan kami, pelayanan kami, dan seluruh aspek hidup kami. Kiranya berkat-Mu mengalir dengan limpah, memberi kekuatan dan penghiburan. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.
Share:

Berita Injil Bersifat Inklusif

Kisah Para Rasul 10Mengubah cara pandang seseorang, terutama yang sudah tertanam secara turun-temurun, bukanlah hal yang mudah. Namun, Kisah Para Rasul 10 memperlihatkan kepada kita bagaimana Tuhan memulai perubahan yang signifikan dalam sejarah gereja, yaitu membawa berita Injil yang inklusif, bukan lagi eksklusif untuk satu bangsa saja.Pasal ini mengisahkan bagaimana Injil mulai disebarkan ke seluruh dunia, melewati batas-batas etnis dan tradisi yang sebelumnya dipegang erat oleh orang Yahudi. Petrus, yang awalnya memiliki pandangan eksklusif tentang siapa yang layak menerima Injil, menerima penglihatan dari Tuhan yang mengubah cara pandangnya. Melalui peristiwa ini, Petrus dipersiapkan untuk menyampaikan Injil kepada Kornelius, seorang bukan Yahudi yang saleh.Tiga Pelajaran Penting dari Pasal Ini:
1. Umat Pilihan Allah Dimaknai Secara Rohani, Bukan Politis
Orang Yahudi dulu menganggap diri mereka sebagai satu-satunya umat pilihan Allah berdasarkan ikatan darah dan hukum Taurat. Namun, dalam Kisah Para Rasul 10, kita belajar bahwa pilihan Allah adalah spiritual, terbuka untuk semua orang yang percaya kepada-Nya, tanpa memandang latar belakang etnis atau kebangsaan. Dengan pemahaman ini, Injil dapat diberitakan kepada seluruh dunia, tidak lagi eksklusif bagi satu bangsa.
2. Kesatuan dalam Iman, Bukan Kesatuan Berdasarkan Darah
Petrus menerima Kornelius bukan karena mereka berbagi darah atau bangsa yang sama, melainkan karena iman yang sama kepada Yesus Kristus. Ini menunjukkan bahwa kesatuan dalam gereja didasarkan pada iman kepada Kristus, bukan pada identitas etnis atau budaya.
3. Yesus Kristus sebagai Pusat Kebenaran
Ketika Kornelius menerima karunia Roh Kudus dan dibaptis, Petrus menyampaikan berita tentang Yesus Kristus sebagai pusat kebenaran. Ini menegaskan bahwa inti dari iman Kristen bukanlah hukum Taurat atau tradisi Yahudi, melainkan Injil Yesus Kristus, yang membawa keselamatan bagi semua orang yang percaya.
Berita Injil bersifat inklusif, terbuka bagi semua orang tanpa memandang latar belakang mereka. Kita dipanggil untuk memberitakan Injil kepada semua orang, bukan hanya kepada kelompok atau suku tertentu. Selain itu, kita diajak untuk menghidupi kesatuan dalam Kristus, yang melampaui batas-batas etnis dan budaya. Dalam perspektif ini, kita bersatu bukan karena ikatan darah, tetapi karena iman kepada Yesus Kristus, yang adalah pusat dari segala kebenaran.
Doa Pagi:Tuhan yang penuh kasih, kami bersyukur atas berkat-Mu yang melimpah dalam hidup kami. Kami memohon berkat kesehatan, sukacita, dan damai sejahtera bagi kami semua—untuk keluarga kami, pekerjaan kami, pelayanan kami, dan seluruh aspek kehidupan kami. Semoga berkat-Mu mengalir dengan limpah, memperkuat dan memelihara kami dalam iman kepada-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa dan mengucap syukur. Amin.
Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.