Jangan Ikut Arus yang Salah
Ada kalanya kita merasa aman melakukan sesuatu yang salah…
karena banyak orang juga melakukannya.
Seolah-olah, kalau dilakukan bersama-sama, itu menjadi “wajar”.
Seolah-olah, kita tidak akan apa-apa.
Namun firman Tuhan hari ini menunjukkan hal yang berbeda.
Bangsa Israel tidak taat kepada Tuhan.
Mereka tidak menghancurkan mezbah bangsa lain seperti yang diperintahkan.
Dan ini bukan hanya dilakukan oleh satu orang—
tetapi oleh banyak orang, bahkan hampir seluruh bangsa.
Akibatnya, Tuhan menyatakan hukuman.
Ia membiarkan bangsa-bangsa itu tetap ada,
menjadi jerat dan masalah bagi mereka.
Saat itu, bangsa Israel menangis.
Tempat itu dinamai Bokhim—tempat ratapan.
Dari sini kita belajar:
dosa yang dilakukan bersama-sama tetaplah dosa.
Banyaknya orang yang melakukan kesalahan
tidak membuat kesalahan itu menjadi benar.
Sering kali kita berkata dalam hati:
“Semua orang juga melakukannya…”
“Tuhan pasti mengerti…”
“Ini hal biasa…”
Namun Tuhan melihat hati kita.
Ia tidak menilai berdasarkan mayoritas,
tetapi berdasarkan kebenaran.
Hari ini, kita diajak untuk berani berbeda.
Berani berkata “tidak” saat banyak orang berkata “ya” pada dosa.
Berani tetap setia, meskipun harus berjalan sendiri.
Karena kesetiaan kepada Tuhan
lebih penting daripada diterima oleh banyak orang.
Doa
Tuhan,
ampuni aku jika aku sering ikut arus yang salah.
Sering kali aku lebih takut kepada manusia
daripada hidup benar di hadapan-Mu.
Berikan aku keberanian untuk tetap setia,
meskipun harus berbeda dari banyak orang.
Tolong aku untuk hidup dalam kebenaran-Mu setiap hari.
Amin.












