Diutus untuk Membawa Kabar Baik
Malam itu, para murid berkumpul di sebuah ruangan dengan pintu terkunci.
Mereka takut. Bingung. Tidak tahu harus berbuat apa.
Lalu tiba-tiba, Yesus hadir di tengah mereka.
Ia tidak menegur, tidak menyalahkan.
Ia justru berkata, “Damai sejahtera bagi kamu.”
Setelah itu, Yesus memberikan sebuah mandat:
“Seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.”
Bayangkan…
murid-murid yang sedang takut itu justru diutus.
Bukan setelah mereka sempurna, tetapi justru di tengah kelemahan mereka.
Yesus juga tidak membiarkan mereka berjalan sendiri.
Ia memberikan Roh Kudus, supaya mereka dimampukan untuk melakukan tugas itu.
Hal yang sama berlaku bagi kita hari ini.
Kita mungkin merasa tidak mampu.
Tidak cukup berani.
Tidak tahu harus berkata apa.
Namun Tuhan tetap memanggil dan mengutus kita.
Bukan karena kita hebat,
tetapi karena Ia menyertai kita.
Kabar baik tentang pengampunan dosa dan keselamatan dalam Yesus bukan hanya untuk kita simpan.
Kabar itu perlu disampaikan—kepada keluarga, teman, dan siapa pun di sekitar kita.
Coba kita ingat:
kita bisa mengenal Tuhan hari ini karena ada seseorang yang dulu membagikan Injil kepada kita.
Sekarang, giliran kita.
Mungkin bukan lewat khotbah besar,
tetapi lewat hidup kita, perkataan kita, dan kasih yang kita tunjukkan setiap hari.
Hari ini, Tuhan bertanya:
apakah kita siap diutus?
Doa
Tuhan Yesus,
terima kasih karena Engkau telah memanggil dan mengutusku.
Sering kali aku merasa tidak mampu dan takut,
tetapi aku percaya Engkau menyertaiku melalui Roh Kudus.
Beri aku keberanian untuk menjadi saksi-Mu,
melalui perkataan dan hidupku setiap hari.
Pakai aku, Tuhan,
agar orang lain juga mengenal kasih dan keselamatan dari-Mu.
Amin.












