Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar

Allah sang penyedis

Lukas 11:9 13

Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada Nya.
 Lukas 11:13

Sebagai anak perantauan yang jauh dari orangtua, saya suka merindukan makanan buatan rumah. Setelah beberapa tahun tidak tinggal bersama orangtua, saya ingin menyicipi masakan mama saya. Demi mengobati rasa rindu yang muncul, saya sesekali meminta mama mengirimkan kue ataupun makanan beku yang ia buat. Tentu seorang mama tidak mungkin menolak keinginan anaknya. Dengan cepat mama pasti akan membuat dan mengirimkan makanan yang sedang saya rindukan. Hati saya pun jadi senang.inilah kisah yang di ceritakan oleh Teman. 

Hal yang wajar ketika kita menginginkan sesuatu di dalam kehidupan. Tak heran seringkali kita sebagai anak anak Tuhan, berdoa meminta kepada Allah Bapa apa yang kita inginkan. Kita acapkali berdoa kepada Tuhan hanya untuk memenuhi kebutuhan jasmani. Memang tidak salah berdoa demikian kepada Tuhan. Doa Bapa Kami pun mengajarkan hal yang sama.

Injil Lukas mencatat ajaran Yesus Kristus dalam hal berdoa. Yesus mengatakan, Mintalah maka akan diberikan, carilah maka akan mendapatkan, ketoklah maka pintu dibukakan. (ay. 9). Dari pengajaran ini, kita dapat melihat bagaimana Yesus ingin kita terus mengandalkan Tuhan dalam setiap keinginan kita. Mengandalkan Tuhan karena Dia adalah Allah Sang Penyedia. Apa pun yang kita perlukan di dunia pasti akan Dia cukupkan. Ingat, Tuhan tahu mana yang benar benar kita perlukan dan Dia akan memberikan apa yang memang kita perlukan.

Menariknya, Injil Lukas tidak hanya mencatat bahwa Tuhan Yesus akan memenuhi kebutuhan kebutuhan yang kita perlukan. Tetapi, Yesus juga berjanji akan memberikan Roh Kudus kepada siapa pun yang memintanya! Ini mengingatkan kita betapa pentingnya meminta Roh Kudus agar terus tinggal di dalam hati dan menuntun kehidupan kita melalui doa yang dipanjatkan. Seringkali kita hanya berfokus pada hidup dunia kita dan tidak pada hidup spiritualitas kita.

Allah telah menyediakan apa yang kita perlukan secara holistik. Baik jasmani maupun spiritual, semua disediakan Allah. Jangan ragu untuk meminta kepada Nya! Dia Allah yang sanggup menyediakan seturut kebutuhan kita asalkan sesuai kehendak Nya.

Refleksi Diri:

Apa saja keinginan yang Anda panjatkan dalam doa kepada Bapa? Apakah sudah sesuai kehendak Nya?

Apakah Anda pernah meminta Roh Kudus kepada Tuhan untuk selalu tinggal di dalam hati Anda? Apa alasan Anda meminta Nya?

Doa, puji syukur ku naikkan padamu ya Tuhan Bapa di surga, terima kasih buat hari yang baru untuk pagi ini. Apapun yang kulakukan hari ini semua dalam kendali Tuhan, dengan seizinmu kami bisa melakukan apapun demi engkau. Amin
Share:

Tidak mencari tapi di cari

1 Timotius 1:12 17 

Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa, dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.
1 Timotius 1:15

Guo Gantang kehilangan anaknya, Guo Xinzhen (usia 2 tahun), yang diculik dan dijual. Sang ayah tidak tinggal diam. Ia mencari anaknya berkeliling Tiongkok menggunakan motor sambil membawa spanduk bergambar anaknya. Selama 24 tahun ia mencari, sampai akhirnya polisi menemukan kecocokan DNA sehingga Gangtang bisa bertemu kembali dengan anaknya. Dalam pertemuan yang penuh haru itu, mereka menangis dan saling memeluk, sembari sang ayah berkata, Ayah menemukanmu, kamu telah kembali. Betapa luar biasa kasih ayah yang tidak menyerah mencari anaknya. Kisah kasih lebih luar biasa daripada seorang ayah jasmani yang mencari adalah Bapa Sorgawi melalui Tuhan Yesus mencari manusia berdosa. Manusia tidak pernah bisa kembali kepada Bapa kalau Dia tidak berinisiatif mencari.

Ayat emas di atas seringkali terdengar begitu biasa di telinga orang Kristen, padahal ada penekanan sangat penting yang Rasul Paulus sampaikan. Kalimat pendahulu: Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: seolah olah Paulus mau mengatakan, Stabilo bagian ini atau garis bawahi, karena selanjutnya adalah bagian terpenting: Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa, dan di antara mereka akulah yang paling berdosa. Satu satunya yang paling dibutuhkan manusia berdosa adalah Yesus Kristus, tidak ada yang lain. Tuhan yang Mahakudus mencari manusia yang berdosa. Mengapa hanya Yesus? Tidak ada yang benar, seorang pun tidak. Tidak ada seorang pun yang berakal budi, tidak ada seorang pun yang mencari Allah. (Rm.3:10 11)

Tidak ada yang bisa datang kepada Allah kalau Tuhan Yesus tidak datang untuk mencari dan menyelamatkan. Yesus mencari manusia tidak asal cari. Dia mencari sampai mendapatkannya, tidak pernah gagal. Semua orang di dunia ini butuh Yesus karena setiap orang sudah terinfeksi virus dosa yang mematikan. Tidak ada yang bisa menyembuhkan kecuali Yesus. Ini berita yang mengubahkan, menggemparkan, dan sangat indah.

Kasih karunia Tuhan sanggup menerangi hati yang begitu gelap, mengubahkan pribadi yang begitu kejam, mengampuni seorang terhukum mati, dan memberikan sukacita di tengah tengah penderitaan. Ingatlah bagaimana Yesus mencari Anda. Mari senantiasa mensyukuri anugerah keselamatan dari Nya. Hiduplah benar, jangan hidup sia sia terus.

Refleksi Diri:

Mengapa manusia tidak bisa mencari Allah jika tidak di dalam Tuhan Yesus Kristus?

Apakah ada hal sia sia yang selama ini Anda lakukan dan Anda mau mengubahnya hari ini?
                                               Doa. Syukur dan berterima kasih atas kasih dan anugershmu yang Kau berikan. Hari ini aku merasa bangga karena Engkau mencari aku yang hina ini, untuk itu hamba berserah untuk amugerahmu yang ku rasakan hari ini, apapun yang kulakukan semua untuk kebaikanku. Amin
Share:

Seperti Boas

Rut 2:1 9

Pada waktu kamu menuai hasil tanahmu, janganlah kausabit ladangmu habis habis sampai ke tepinya, dan janganlah kaupungut apa yang ketinggalan dari penuaianmu. Juga sisa sisa buah anggurmu janganlah kaupetik untuk kedua kalinya dan buah yang berjatuhan di kebun anggurmu janganlah kaupungut, tetapi semuanya itu harus kautinggalkan bagi orang miskin dan bagi orang asing; Akulah TUHAN, Allahmu.
 Imamat 19: 9,10

Boas memang orang yang baik hati. Ia menerapkan apa yang ditetapkan oleh hukum Taurat Musa, yaitu bahwa ketika memanen tidak boleh memanen sampai bersih tetapi harus menyisakan sebagian agar orang miskin bisa memungutinya. Pada waktu itu datanglah Rut yang ikut memungut sisa panen. Rut adalah penyandang status ganda orang tidak beruntung: janda dan orang asing. Janda pada masa itu hampir pasti miskin. Oleh sebab itu, ia berhak memunguti sisa hasil panen di ladang Boas.

Jika Anda membaca kitab Imamat, rasanya pasti membosankan. Banyak aturan rinci dan ribet yang tidak relevan lagi dengan situasi zaman sekarang. Akan tetapi, sebetulnya Alkitab itu relevan sepanjang masa, tinggal bagaimana kita membacanya. Jika kita memakai kacamata yang tepat maka kita akan menemukan makna di balik teks yang kita anggap membosankan tersebut.

Aturan tentang panen memanen dalam Imamat 19:9,10 memang tidak lagi diterapkan apa adanya pada masa sekarang ini. Keadaan zaman sudah berubah. Akan tetapi, prinsip yang diajarkan oleh kedua ayat itu tidak berubah, yaitu kemurahan hati. Banyak orang di sekitar kita yang hidup dalam kekurangan. Mereka butuh belas kasihan dari orang yang lebih mampu. Oleh sebab itu, orang yang lebih mampu dipanggil untuk menyisihkan penghasilan atau harta mereka bagi orang miskin. Bermurah hati tidak akan membuat seseorang jadi miskin. Justru seperti yang dikatakan dalam Amsal 11:24 25, Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum. Kiranya ayat ini mengingatkan kita untuk selalu menyisihkan sebagian dari penghasilan untuk orang orang yang Tuhan sengaja tempatkan di hati kita, yaitu mereka yang membutuhkan uluran tangan kasih kita secara materi.

Refleksi Diri:

Mengapa orang Kristen harus bermurah hati?

Bagaimana Anda mempraktikkan kemurahan hati dalam hidup sehari hari? Doa Tuhan Yesus yang baik, hari ini kami datang untuk menjadi sama seperti kristus, mampukan kami untuk menjadi seperti boas yang dapat menjadi berkat. Lancarkan usaha dan pekerjaan. Agar kami dapat menjadi alat Tuhan. Amin
Share:

Menabur dengan Air mata

Mazmur 126:5-6 (TB)  Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. 
Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya. 

*Tuhan adalah Bapa yang peduli. PertolonganNya selalu tepat waktu.*

Ketika kau bejalan menuju Dia, Ia akan berlari menyongsongmu. 
Kalau kau mengarahkan pandangan ke arahNya, Ia akan memandangmu dengan hangat. 
Saat kau mengulurkan satu tangan, Ia akan mendekapmu dengan kedua tanganNya. 
Dan ketika kau berseru Ia akan mendengarkanmu. 

Tuhan selalu punya cara untuk menolongmu. Ia mengerti dirimu dan masalahmu. Karena itu cara terbaik untuk mengetuk pintu hatiNya ialah dengan doa. Ia akan memperhitungkan air matamu.

*PertolonganNya tepat waktu.* 
Ukuran ketepatan waktu bukan berdasarkan waktu dimana kamu memintanya namun berdasarkan pada saat mana kamu sangat membutuhkannya. 
Bukan juga menurut keinginan kita namun keinginan-Nya. 

Karena itu kamu dengan penuh iman berseru, “Terjadilah seturut keinginan-Mu karena kuyakini itu yang terbaik. Biarlah semuanya berjalan seturut kehendakMu karena Engkau mengerti kebutuhanku dan memahami diriku. Engkau mengenal diriku lebih dalam dari aku mengenal dari diriku sendiri”

Karena itu ketika kamu mengalami beratnya beban hidup dan kamu berseru, “Tuhan bersegeralah menolong aku,” namun Allah kadang “membiarkanmu” berjuang, itu karena Ia yakin kamu mampu melakukannya.

Hilangkanlah perasaan bahwa Allah membiarkanmu berjalan sendirian. Ia tetap berjalan bersamamu dan melangkah seiring denganmu . Hanya kamu harus tahu bahwa Dia tidak ingin memanjakanmu tetapi mau “mendidikmu” menjadi orang yang beriman, berpasrah kepada-Nya, berpengharapan dalam kesesakan, bersabar dalam derita sekalipun. 

Pertolongan-Nya tepat waktu karena Ia tahu kebutuhanmu terutama bukan untuk saat ini namun untuk sepanjang hidupmu. Akhirnya kamu akan berseru, “Tuhan, Engkau tahu yang kumau”

*_Kiranya damai sejahtera Tuhan yang melampaui segala akal senantiasa memelihara hati dan pikiran kita sepanjang hari ini_*

Salam semangat
Tuhan Yesus selalu memberkati
Share:

Jangan lari dari masalah

 2Tawarikh 14:2 15

Kemudian Asa berseru kepada TUHAN, Allahnya: Ya TUHAN, selain dari pada Engkau, tidak ada yang dapat menolong yang lemah terhadap yang kuat.
2 Tawarikh 14:11a

Ada orang yang seringkali lari dari masalah yang dihadapi, salah satu alasannya adalah karena takut. Merasa bahwa tidak mempunyai kekuatan untuk bisa menghadapi masalah tersebut. Ketika orang percaya lari dari masalah yang dihadapinya, sebenarnya ia sedang mengandalkan diri sendiri dan tidak mau memercayakan kehidupannya kepada Tuhan.

Asa sedang berada di tengah situasi yang menggentarkan dirinya. Bagaimana tidak gentar ketika menghadapi kekuatan musuh yang jauh lebih besar darinya. Musuh yang akan dihadapinya mempunyai jumlah pasukan dua kali lipat lebih daripada yang dimilikinya. Di dalam situasi ini Asa berseru kepada Tuhan, dia menaikkan permohonan dengan sungguh sungguh. Apa yang kita bisa pelajari dari Asa? Pertama, ia menyadari bahwa memang dirinya lemah jika dibandingkan lawannya. Asa tahu kekuatannya tidak seberapa. Kedua, ia mengakui bahwa Tuhan adalah tempat pertolongan yang kuat dan tepat. Tuhan adalah satu satunya tempat ia bisa menghadapi musuhnya. Tuhan bukan pilihan dari sekian banyak yang sanggup menolong dia, tetapi satu satunya. Asa mengenal baik siapa Tuhannya, yaitu Tuhan yang Mahakuasa. Di dalam situasi genting justru tempat perlindungan teraman hanya kepada Tuhan saja. Dan Tuhanlah yang menyelamatkan Asa dari tangan musuhnya, bukan karena kuat dan hebatnya Asa, tetapi karena Tuhan.

Hidup kita tidak bisa tanpa Tuhan. Satu satunya yang sanggup dan bersedia setiap saat menyelamatkan kita hanyalah Tuhan Yesus. Manusia terlalu lemah untuk bisa membebaskan diri kita dari permasalahan yang kita hadapi. Satu satunya penolong kita adalah Kristus Yesus. Dialah pembebas sejati di dalam hidup kita. Banyak situasi di hadapan kita bagaikan raksasa dan kita sering melihat diri seperti liliput, tetapi ingatlah kita menghadapi semua hal yang menakutkan itu bersama dengan Sang Raja di atas segala raja. Serahkan semua kekhawatiran dan ketakutan Anda kepada Tuhan. Tuhan pasti akan menyertai Anda. Lari dari masalah tidak selalu menyelesaikan masalah, malah akan menyakitkan jiwa. Saat menghadapi masalah larilah hanya kepada Tuhan Yesus saja di mana kita menemukan kekuatan.

Refleksi Diri:

Apa langkah yang biasanya Anda ambil ketika menghadapi masalah?

Apakah Anda sudah menyerahkan permasalahan Anda kepada Tuhan ketika merasa takut dan khawatir menghadapinya?
Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.