Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar

Cintailah Kehidupan!

 

Sekitar 70% tubuh manusia terdiri dari air, dan tubuh kita menghasilkan berbagai cairan seperti air liur, air mata, dan keringat. Dalam Hukum Taurat, cairan tubuh yang keluar dianggap najis, baik pada pria maupun wanita, seperti air mani atau darah haid. Ini menunjukkan pentingnya menjaga kekudusan dan menjauhkan diri dari segala bentuk kematian atau kenajisan.

Allah adalah Allah yang hidup, dan Dia menginginkan umat-Nya untuk mencintai kehidupan dan menjauhi segala yang mengarah pada kematian atau pembusukan.

Kita diajak untuk menjaga kehidupan rohani kita agar tetap bersih dari hal-hal yang najis. Marilah kita berdoa agar Allah memberi kita semangat hidup yang baru, menjauhkan kita dari hal-hal yang merusak, dan menumbuhkan kecintaan kita terhadap kehidupan.

Doa

Ya Tuhan, ajarilah kami untuk mencintai kehidupan dan menjauhkan diri dari segala yang membawa kepada kematian. Hidupkan kembali semangat kami untuk hidup sesuai dengan kehendak-Mu. Amin.

Share:

Pujian Ibadah 23 Maret 2025








Share:

Fiman Tuhan : " Bersihlah Hatiku "

 

Imamat 14:33-57

Kebersihan adalah cerminan dari kehidupan seseorang. Rumah yang rapi dan terawat sering kali mencerminkan pemiliknya yang disiplin dan sehat, sementara rumah yang kotor dan berantakan dapat menunjukkan kehidupan yang tidak tertata. Namun, lebih dari sekadar rumah fisik, hati manusia juga membutuhkan perawatan dan kebersihan.

Dalam Kitab Imamat, Tuhan tidak hanya mengatur tentang penyakit kulit yang menajiskan manusia, tetapi juga memberikan ketentuan mengenai penyakit yang dapat menyerang rumah. Hal ini menunjukkan bahwa kebersihan dan kekudusan bukan hanya soal fisik, tetapi juga soal rohani. Sebagaimana rumah fisik harus dijaga dari penyakit, demikian pula hati manusia harus dijaga dari kecemaran.

  • Poin-Poin Inti Artikel "Bersihlah Hatiku"

    1. Rumah sebagai Cerminan Penghuninya

      • Rumah yang bersih mencerminkan pribadi yang sehat dan rajin, sedangkan rumah yang kotor menunjukkan kehidupan yang tidak teratur.
    2. Aturan tentang Penyakit pada Rumah

      • Setelah membahas penyakit kulit pada manusia, Tuhan memberikan aturan tentang penyakit yang menajiskan pada dinding rumah (33-35).
      • Jika rumah memiliki tanda penyakit, harus dikosongkan dan diisolasi (36-38).
      • Dinding yang terkena penyakit harus dikikis dan diganti dengan yang baru (39-42).
      • Jika penyakit terus menyebar, rumah harus dibongkar total (43-45).
      • Jika rumah dinyatakan bersih, harus dilakukan ritual penahiran (48-53).
    3. Paralel antara Rumah Fisik dan Rumah Rohani

      • Paulus menyatakan bahwa setiap orang percaya adalah bait Allah (1Kor. 3:16, 6:19).
      • Seperti rumah fisik harus dijaga, hati manusia juga harus dijaga dari kecemaran.
    4. Bahaya Kecemaran yang Tidak Ditangani

      • Kotoran kecil dalam hati yang dibiarkan akan membesar dan menajiskan seluruh hidup seseorang.
      • Jika hati tidak dijaga, bisa sampai ke titik di mana kecemaran itu sulit dibersihkan.
    5. Kesimpulan

      • Kita harus mengikis setiap kecenderungan buruk dalam diri kita, meskipun sulit dan menyakitkan.
      • Menjaga hati dengan kewaspadaan karena dari hati terpancar kehidupan (Ams. 4:23).
    6. Doa

      • Memohon kepada Tuhan untuk menolong kita menjaga hati tetap bersih dan hidup dalam kekudusan.
  • Share:

    Pujian Paskah GKKK Wil.Blitar 2025


    Share:

    Firman Tuhan : "Syukur atas Ketahiran"

     

    Imamat 14:1-32

    1. Pengorbanan untuk Ketahiran

      • Pada zaman Perjanjian Lama, seekor domba merupakan harta berharga, tetapi itu bukan harga yang terlalu besar jika harus dikorbankan untuk dinyatakan tahir.
    2. Kondisi Penderita Penyakit Kulit

      • Penderita penyakit kulit menular harus diasingkan tanpa kepastian apakah mereka akan sembuh.
      • Jika mereka sembuh, mereka harus diperiksa oleh imam untuk dinyatakan tahir (2-3).
    3. Ritual Penahiran sebagai Simbol Pemulihan

      • Darah yang tercurah melambangkan penghapusan dosa, dan burung yang dilepaskan melambangkan hilangnya kenajisan (5-7).
      • Mencuci pakaian dan tubuh menunjukkan kesucian yang diperbarui (8-9).
      • Persembahan tiga ekor domba dan tepung terbaik menandakan pendamaian dengan Allah (10-20).
    4. Pentingnya Bersyukur

      • Orang yang telah dipulihkan pasti merasakan syukur yang luar biasa.
      • Namun, sering kali manusia lupa mengucap syukur atas kebaikan Tuhan, seperti sembilan penderita kusta dalam Lukas 17:11-19.
    5. Kesimpulan

      • Bersyukur dalam segala hal, baik untuk kesembuhan jasmani maupun rohani.
      • Mengungkapkan rasa syukur melalui doa, pujian, kesaksian, persembahan, dan kepedulian terhadap sesama.
    6. Doa

      • Memohon kepada Tuhan agar selalu memiliki hati yang bersyukur dan hidup dalam rasa terima kasih atas anugerah-Nya.
    Share:

    Categories

    Support

    Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.