Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar

Tak Bisa Menghindar

 

📖 Bilangan 11:24–30

Ketika TUHAN memilih seseorang untuk melakukan pekerjaan-Nya, tidak ada yang dapat menghindar. Inilah yang dialami oleh Eldad dan Medad. Meskipun mereka tidak hadir di Kemah saat Musa mengumpulkan ketujuh puluh tua-tua, TUHAN tetap memberikan kepada mereka sebagian dari Roh yang ada pada Musa, dan mereka pun bernubuat di perkemahan (ay. 25–26).

Alkitab tidak menjelaskan alasan ketidakhadiran mereka. Namun, yang pasti, ketidakhadiran itu tidak menghalangi kehendak Allah untuk menjadikan mereka bagian dari pekerjaan-Nya. Eldad dan Medad tetap dipakai TUHAN, menunjukkan bahwa ketika Allah berkehendak, tak ada yang bisa menghindar.

Kita pun dipanggil untuk mengambil bagian dalam pekerjaan Allah. Panggilan itu bisa datang dalam banyak bentuk—melalui gereja, komunitas, keluarga, bahkan di tempat kerja atau sekolah. Namun, tidak jarang kita merasa keberatan, mencoba menghindar, atau berpikir bahwa tugas tersebut terlalu berat.

Belajarlah dari Eldad dan Medad. Lebih baik menyediakan diri dipakai oleh Allah daripada mencoba lari dari kehendak-Nya. Sebab, ketika Allah memanggil, Ia juga menyertai dan memperlengkapi. Roh yang sama yang menguatkan Musa dan para tua-tua, juga akan memampukan kita.

Jadi, ketika tugas dari Tuhan datang, jangan ragu dan jangan menolak. Sambut dengan iman dan keyakinan bahwa penyertaan-Nya cukup. Kita dipanggil bukan karena mampu, tetapi karena Dia yang memanggil akan memampukan.

Share:

Penyertaan TUHAN

📖 Bilangan 10:11–36

Perjalanan bangsa Israel dari Padang Gurun Sinai menuju Padang Gurun Paran dilakukan sesuai dengan titah TUHAN. Kedua belas suku berangkat secara teratur, mengikuti petunjuk dan urutan yang telah ditetapkan (ay. 11–28). Dalam perjalanan ini, kehadiran TUHAN tetap menyertai mereka melalui tiang awan yang menaungi dan melindungi (ay. 12, 34).

Musa juga mengajak Hobab bin Rehuel, orang Midian, untuk ikut dalam perjalanan, dan mereka pun melangkah dengan Tabut Perjanjian TUHAN di depan sebagai simbol kehadiran dan perlindungan Allah (ay. 29–36). Ini menjadi bukti bahwa setiap langkah mereka dikawal oleh penyertaan ilahi.

Ada beberapa hal penting yang dapat kita pelajari dari bagian ini:

  1. TUHAN menyatakan penyertaan-Nya melalui tanda nyata, seperti tiang awan, untuk melindungi umat-Nya.

  2. Tabut Perjanjian yang berjalan di depan menunjukkan bahwa Allah memimpin langkah mereka secara langsung.

  3. Umat Israel menaati perintah TUHAN melalui Musa dalam setiap perjalanan mereka.

  4. Ketaatan mereka dibalas dengan janji penyertaan dan kebaikan dari TUHAN.

Dalam hidup kita sekarang, Allah tetap menyertai dan menaungi kita, sama seperti umat Israel. Ketika kita setia melakukan kehendak-Nya, pemeliharaan-Nya nyata dalam kehidupan kita. Oleh karena itu, jangan goyah menghadapi persoalan hidup. Berpeganglah pada pimpinan Allah, sebab penyertaan-Nya selalu ada bagi mereka yang percaya dan taat.

Share:

Pujian Ibadah Minggu 04 Mei 2025

Share:

IBADAH PASKAH BERSAMA || GKKK WILAYAH BLITAR || 02 MEI 2025

Share:

Tanda Pengenalan Allah

 

📖 Bilangan 10:1–10

Dalam kehidupan sehari-hari, tanda atau isyarat sangat penting, khususnya dalam situasi darurat. Sama seperti awak kapal yang menggunakan kode morse atau semafor untuk memberi peringatan, demikian pula Allah memberikan tanda kepada umat-Nya agar mereka siap menghadapi berbagai situasi.

Dalam perikop ini, TUHAN memerintahkan Musa untuk membuat dua nafiri perak sebagai alat isyarat bagi bangsa Israel (ay. 1–2). Nafiri itu digunakan untuk memanggil umat berkumpul, memberi aba-aba berangkat, serta sebagai peringatan ketika hendak berperang (ay. 3–9). Nafiri juga ditiup pada hari-hari raya dan saat mempersembahkan kurban sebagai tanda pengingat akan Allah yang telah membebaskan mereka dari Mesir (ay. 10).

Melalui nafiri, Allah menyatakan bahwa setiap gerak langkah umat Israel harus berada di bawah pimpinan-Nya. Mereka tidak berjalan menurut kehendak sendiri, tetapi menantikan tanda dari TUHAN. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kepekaan terhadap pimpinan Allah.

Dalam kehidupan kita sekarang, Allah juga sering memberi tanda—baik melalui firman, doa, maupun situasi yang kita alami. Sayangnya, kita sering kali terlalu sibuk atau larut dalam masalah, sehingga tidak peka terhadap tanda tersebut. Kita mengandalkan kekuatan sendiri, dan melupakan bahwa hidup kita seharusnya dipimpin oleh Allah.

Tanda dari TUHAN bukan sekadar peringatan, tetapi juga merupakan undangan untuk lebih dekat dan taat kepada-Nya. Sama seperti umat Israel yang setia merespons bunyi nafiri, kita pun dipanggil untuk tanggap terhadap kehendak Allah setiap hari.

Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.