Menganggap yang Salah Sebagai Berkat
Hakim-hakim 17
Sering kali manusia merasa bahwa selama niatnya baik, maka tindakannya juga pasti benar di hadapan Tuhan. Namun, firman Tuhan hari ini menunjukkan bahwa hati yang merasa benar belum tentu berjalan dalam kebenaran Allah.
Mikha mengembalikan uang yang pernah ia curi dari ibunya. Sekilas, tindakannya terlihat baik. Ibunya bahkan berkata bahwa uang itu dikuduskan bagi Tuhan. Tetapi anehnya, uang itu justru dipakai untuk membuat patung pahatan—sesuatu yang jelas dilarang Tuhan. Mikha juga mengangkat seorang imam menurut keinginannya sendiri dan merasa yakin bahwa Tuhan pasti memberkati hidupnya.
Di sinilah letak bahayanya: melakukan sesuatu yang salah, tetapi tetap merasa Tuhan berkenan.
Bukankah hal seperti ini juga bisa terjadi dalam hidup kita?
Kita mungkin tetap beribadah, melayani, atau berkata bahwa kita mengasihi Tuhan, tetapi diam-diam masih mempertahankan dosa, kebiasaan buruk, atau keputusan yang sebenarnya tidak sesuai dengan firman-Nya. Kadang kita membenarkan diri sendiri karena merasa semuanya masih terlihat “rohani”.
Firman Tuhan mengingatkan bahwa hidup yang benar tidak dibangun berdasarkan perasaan, kebiasaan, atau pendapat pribadi, melainkan berdasarkan kebenaran Allah.
Tanpa mengenal firman Tuhan dengan sungguh-sungguh, kita bisa tersesat dan menganggap yang salah sebagai sesuatu yang baik. Itulah sebabnya kita perlu belajar taat kepada Tuhan, bukan hanya mengikuti apa yang kita anggap benar.
Hari ini, mari belajar memiliki hati yang mau dikoreksi oleh firman Tuhan. Jangan hanya mencari berkat Tuhan, tetapi juga hidup yang berkenan kepada-Nya.
Refleksi Pribadi
- Apakah ada hal dalam hidup saya yang sebenarnya tidak Tuhan kehendaki, tetapi selama ini saya anggap biasa?
- Apakah saya sungguh mengenal firman Tuhan, atau hanya mengikuti apa yang saya rasa benar?
- Sudahkah saya memberi ruang bagi Tuhan untuk mengoreksi hidup saya?
Doa
Tuhan, ajarku untuk hidup menurut firman-Mu dan bukan menurut pikiranku sendiri. Bukalah hatiku agar peka terhadap kesalahan dan mau dikoreksi oleh kebenaran-Mu. Jangan biarkan aku merasa benar padahal hidupku menyimpang dari kehendak-Mu. Tolong aku untuk semakin mengenal firman Tuhan dan melakukannya setiap hari. Amin.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar