"Sungguh bodoh tindakanmu itu!" (1 Samuel 13:13)
Saul berada dalam situasi yang sangat menekan. Musuh semakin kuat, rakyat mulai ketakutan dan meninggalkannya, sementara Samuel yang dinantikannya belum juga datang. Dalam keadaan terdesak, Saul memilih bertindak sendiri. Ia mempersembahkan kurban yang bukan menjadi wewenangnya, karena merasa tidak bisa lagi menunggu.
Di mata Saul, tindakannya tampak masuk akal. Namun, di mata Tuhan, itu adalah ketidaktaatan. Masalahnya bukan sekadar mempersembahkan kurban, tetapi hati yang tidak mau lagi percaya dan menunggu waktu Tuhan.
Sering kali kita juga menghadapi situasi yang membuat gelisah. Saat doa terasa belum dijawab, kita tergoda mengambil jalan pintas, mengandalkan kemampuan sendiri, atau membuat keputusan tanpa mencari kehendak Tuhan. Kita mengira sedang bertindak bijaksana, padahal bisa saja kita sedang melangkah menjauh dari kehendak-Nya.
Kesabaran adalah bagian dari iman. Menunggu Tuhan memang tidak selalu mudah, tetapi jauh lebih baik daripada bertindak tergesa-gesa dan kemudian menyesal. Tuhan menghargai hati yang tetap taat, bahkan ketika keadaan belum berubah.
💭 Refleksi:
Apakah saat ini Anda sedang tergoda mengambil jalan pintas karena merasa Tuhan terlalu lama menjawab? Maukah Anda tetap percaya dan menunggu waktu-Nya dengan setia?
🙏 Doa
Ya Tuhan, ampunilah aku jika sering mendahului kehendak-Mu. Berilah aku hati yang sabar, percaya, dan tetap taat, sehingga aku tidak mengambil keputusan yang menjauhkan diriku dari-Mu. Amin.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar