Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar

Renungan Harian " Rantai Kesaksian "

Dua sahabat berjalan bersama menuju cahaya matahari terbit.
 Rantai Kasih: Saat Perjumpaan Pribadi Menjadi Kabar Baik bagi Sesama
Pernahkah Anda menemukan sesuatu yang begitu indah atau sangat berharga, hingga Anda merasa tidak sabar untuk memberitahu orang yang paling Anda sayangi? Itulah inti dari sebuah kesaksian. Ia bukan sekadar teori di atas kertas, melainkan luapan hati yang telah disentuh oleh Sang Mesias.

Dari Hati ke Hati Dalam perikop Yohanes 1:35-51, kita melihat sebuah "reaksi berantai" yang luar biasa. Semua dimulai dari kesaksian sederhana Yohanes Pembaptis, yang membuat Andreas melangkah mengikuti Yesus. Namun, Andreas tidak berhenti di sana. Hal pertama yang ia lakukan adalah mencari Simon, saudaranya, dan berkata: "Kami telah menemukan Mesias."

Ada kehangatan dalam rantai ini. Filipus pun melakukan hal yang sama kepada Natanael. Ketika Natanael merasa ragu, Filipus tidak memberikan argumen yang rumit atau perdebatan yang melelahkan. Ia hanya memberikan sebuah undangan terbuka yang penuh kuasa: "Mari dan lihatlah!"

Bukan Sekadar Informasi, Tapi Transformasi Seringkali kita merasa takut untuk bersaksi karena kita merasa tidak cukup pintar atau tidak tahu banyak ayat Alkitab. Namun, belajar dari Andreas dan Filipus, bersaksi ternyata sesederhana menceritakan siapa Yesus bagi kita secara pribadi.

Kesaksian yang paling berkuasa bukanlah informasi kosong tentang "Siapa Yesus menurut buku", melainkan kesaksian tentang "Siapa Yesus di dalam hidupku". Kita tidak bisa membawa orang lain kepada seseorang yang kita sendiri belum mengenalnya secara dekat. Perjumpaan pribadi kita dengan Yesus di ruang doa dan dalam keseharian adalah bahan bakar utama agar kata-kata kita memiliki "kuasa" yang mengubahkan.

Respon Pribadi Anda Hari ini, mari kita merenung sejenak dalam keheningan:

  • Siapakah "Andreas" atau "Filipus" dalam hidup Anda yang pertama kali membawa Anda mengenal Yesus? Sudahkah Anda bersyukur untuk mereka?

  • Kepada siapa Tuhan sedang menaruh beban di hati Anda saat ini? Siapa yang ingin Anda ajak untuk berkata, "Mari dan lihatlah" kebaikan Tuhan dalam hidupmu?

  • Maukah Anda meminta kepada Tuhan hari ini sebuah perjumpaan yang lebih segar dengan-Nya, agar hidup Anda menjadi rantai kasih yang tidak terputus bagi orang lain?

Doa untuk Melakukan Hasil Renungan

"Tuhan Yesus, Sang Mesias yang Hidup, terima kasih karena Engkau telah memanggilku dan mengizinkanku mengalami kasih-Mu secara pribadi. Aku sadar bahwa hidupku adalah bagian dari rantai kesaksian yang telah dimulai ribuan tahun lalu.

Berikanlah aku hati yang peka seperti Andreas dan keberanian seperti Filipus. Mampukan aku untuk tidak hanya menyimpan berkat-Mu bagi diriku sendiri, tetapi berani membagikannya kepada keluarga, sahabat, dan rekan kerjaku. Biarlah hidupku, tutur kataku, dan perbuatanku menjadi undangan yang hidup bagi orang lain untuk datang dan melihat betapa baiknya Engkau.

Urapi setiap usahaku, pekerjaanku, dan pelayananku hari ini, agar menjadi saluran berkat bagi sesama. Pakailah aku menjadi alat-Mu untuk meneruskan rantai keselamatan-Mu. Amin."

Share:

Pujian Ibadah GKKK Tepas | 28 Desember 2025

Share:

Renungan Harian " Inilah Kesaksian Yohanes Pembaptis "

Cahaya matahari terbit di balik salib, melambangkan kemenangan Anak Domba Allah.
Memandang Sang Anak Domba: Di Mana Dosa Berakhir dan Berkat Bermula
Pernahkah Anda merasa memikul beban yang tidak kasat mata? Beban dari kesalahan masa lalu, rasa bersalah yang menghantui, atau sekadar kehampaan yang sulit dijelaskan. Hari ini, mari kita berdiri di tepi sungai Yordan bersama Yohanes Pembaptis, melihat sesosok Pribadi yang datang mendekat, sementara sebuah seruan menggema: "Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia."

Bukan Sekadar Nama, Tapi Pengorbanan Yohanes tidak menyebut Yesus sebagai "Raja yang Megah" atau "Prajurit yang Gagah", melainkan Anak Domba. Ini adalah sebutan yang penuh kelembutan sekaligus kepedihan. Seperti anak domba yang darahnya menyelamatkan bangsa Israel di Mesir, Yesus datang untuk merelakan diri-Nya hancur agar kita utuh, dan terluka agar kita sembuh.

Darah-Nya di kayu salib bukanlah tanda kekalahan, melainkan tanda kasih yang paling tuntas. Melalui Dia, tembok pemisah antara kita dan Bapa telah runtuh. Kita tidak lagi dipandang berdasarkan dosa-dosa kita, melainkan berdasarkan pengampunan-Nya yang sempurna.

Lebih dari Sekadar Ampun: Sebuah Kehidupan Baru Namun, kesaksian Yohanes tidak berhenti di salib. Ia melihat Roh Kudus turun atas Yesus. Ini adalah janji bagi Anda dan saya: bahwa di dalam Yesus, kita tidak hanya diampuni, tetapi juga diperbarui. Roh Kudus-Nya bekerja di dalam kita, memberikan kekuatan saat kita lemah, dan memberikan hikmat saat kita kehilangan arah. Menjadi milik Kristus berarti mengalami transformasi sejati—dari dalam ke luar.

Respon Pribadi Anda Di hadapan Sang Anak Domba yang telah memberikan segalanya, apa respon hati kita hari ini?

  • Maukah kita melepaskan genggaman atas dosa atau kegagalan yang selama ini kita simpan sendiri?

  • Sudahkah kita membuka pintu rumah tangga, pekerjaan, dan masa depan kita untuk sepenuhnya dipimpin oleh Roh-Nya?

  • Percayakah kita bahwa tangan yang terpaku di salib itu adalah tangan yang sama yang kini teracung untuk memberkati setiap aspek hidup kita?

Doa & Deklarasi Berkat

"Bapa di dalam nama Tuhan Yesus, kami bersyukur atas kasih-Mu yang melampaui segala akal. Hari ini kami memandang kepada-Mu, Sang Anak Domba yang telah menebus hidup kami. Terima kasih untuk pengampunan yang memerdekakan kami dari belenggu masa lalu.

Tuhan, biarlah kuasa-Mu yang melampaui segala kuasa melindungi kami senantiasa. Kami mohon, biarlah berkat-Mu mengalir deras dalam setiap jengkal kehidupan kami. Berkatilah rumah tangga kami, pasangan hidup kami, anak-cucu kami, hingga studi dan pekerjaan kami. Kami serahkan sawah, ladang, perusahaan, toko, usaha, hingga setiap MOU dan pelanggan kami ke dalam tangan-Mu. Biarlah di kantor, di rumah, dan dalam pelayanan kami, nama-Mu dipermuliakan. Tambahkanlah hikmat seiring bertambahnya usia kami, agar kami tetap kuat dan selalu ada terobosan dalam setiap proses menuju kesuksesan yang seturut pimpinan-Mu.

Jadilah seturut kehendak-Mu yang sempurna. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa dan mengucap syukur. Amin!"

Share:

Renungan Harian " Siapakah Engkau "

Bayangan orang di padang gurun yang menunjuk ke arah cahaya terang.
Siapakah Engkau? Sebuah Refleksi Tentang Melepaskan Jubah Keakuan
Dunia seringkali memaksa kita untuk menjadi "seseorang". Kita diminta membangun personal branding, menumpuk gelar, dan memamerkan pencapaian agar dianggap ada. Di tengah bisingnya tuntutan untuk menjadi yang utama, sebuah pertanyaan kuno menggema kembali kepada kita hari ini: "Siapakah engkau?"

Pertanyaan ini pernah dilemparkan kepada Yohanes Pembaptis. Ia punya panggung, ia punya massa, dan ia punya pengaruh. Secara manusiawi, ia bisa saja mengaku sebagai Elia atau bahkan Mesias yang dinanti-nanti. Namun, jawaban Yohanes sungguh menggetarkan hati: "Aku bukan..."

Keberanian untuk Menjadi Kecil Ada kekuatan yang luar biasa dalam kalimat "Aku bukan". Yohanes Pembaptis mengajarkan kita bahwa jati diri yang sejati tidak ditemukan dalam pengakuan dunia, melainkan dalam pengakuan akan siapa Yesus bagi kita.

Ia tahu persis posisinya. Ia hanyalah sebuah suara, bukan Sang Firman. Ia hanyalah saksi, bukan Sang Terang. Bahkan, ia merasa tidak layak sekadar membuka tali kasut Yesus—tugas seorang hamba yang paling rendah sekalipun. Yohanes tidak sedang rendah diri (insecure), ia sedang rendah hati. Ia merasa kecil karena ia telah melihat betapa besarnya Tuhan.

Menemukan Jati Diri dalam Kerendahan Hati Seringkali, masalah dalam hidup kita muncul karena kita terlalu lelah mencoba menjadi pusat dari segalanya. Kita merasa harus mengendalikan semua hal, harus dipuji, dan harus berhasil. Namun, Yohanes mengajak kita untuk beristirahat dari ambisi yang melelahkan itu.

Identitas kita yang paling mulia bukanlah saat kita menjadi "pusat", melainkan saat kita menjadi "penunjuk jalan". Bahwa hidup kita, tutur kata kita, dan luka-luka kita sekalipun, bisa menjadi saksi yang mengarahkan orang lain kepada Yesus, Sang Mesias.

Respon Pribadi Anda Mari masuk ke dalam ruang batin yang paling jujur hari ini:

  • Jika hari ini label kesuksesan, jabatan, dan hartamu ditanggalkan, siapakah engkau di hadapan Tuhan?

  • Apakah ada bagian dalam hidupmu di mana engkau masih mencoba mencuri kemuliaan Tuhan dan ingin dianggap sebagai "pusat"?

  • Maukah engkau hari ini berdamai dengan ketidaksempurnaanmu, dan membiarkan Yesus menjadi satu-satunya yang besar di dalam hidupmu?

Doa untuk Hari Ini

"Tuhan Yesus, Sang Terang yang Sejati, terima kasih karena Engkau telah menemukanku saat aku kehilangan jati diri. Ampuni aku jika selama ini aku terlalu sibuk membangun istanaku sendiri dan lupa bahwa akulah yang seharusnya menjadi pembuka jalan bagi kemuliaan-Mu.

Tanamkanlah di hatiku kerendahan hati seperti Yohanes Pembaptis. Mampukan aku untuk berani berkata 'Bukan aku, tapi Kristus' dalam setiap pekerjaanku, pelayananku, dan tutur kataku. Ajarlah aku merasa cukup hanya dengan menjadi hamba-Mu, karena di dalam ketaatan itulah aku menemukan tujuan hidupku yang sebenarnya. Jadikanlah hidupku saksi-Mu yang setia hari ini. Amin."

Share:

Renungan Harian " Pesan Natal yang Sejati "

Sebuah lilin yang menyinari kegelapan, melambangkan Terang yang datang ke dunia.
 
Saat Sang Pencipta Mengetuk Pintu Rumah Kita

Bagi banyak orang, Natal identik dengan kerlip lampu, pohon yang dihias, atau kehangatan keluarga. Namun, Yohanes membawa kita jauh sebelum semua itu ada—ia membawa kita pada kekekalan.

"Pada mulanya adalah Firman..."

Bayangkan ini: Sang Logos, kekuatan yang mengatur seluruh keteraturan alam semesta, Prinsip Agung yang menciptakan bintang dan galaksi, ternyata tidak ingin tinggal jauh di "dunia ide" yang impersonal. Dia tidak ingin menjadi Tuhan yang hanya kita pelajari lewat buku teologi atau hukum-hukum yang kaku.

Dia memilih untuk menjadi manusia. Dia memilih untuk memiliki detak jantung, merasakan haus, dan menghirup udara yang sama dengan kita.

Tuhan yang "Berkemah" di Samping Kita

Dalam ayat 14 dikatakan, "Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita." Kata "diam" di sini dalam bahasa aslinya berarti "mendirikan kemah". Tuhan tidak hanya mampir sebentar; Dia mendirikan kemah-Nya di tengah lingkungan kita yang berantakan, di tengah duka kita, dan di tengah kegelapan dosa kita.

Inilah puncak dari kasih: Allah tidak hanya mengirim pesan keselamatan, Dia menjadi pesan itu sendiri. Dia tidak hanya menunjukkan jalan, Dia menjadi Jalan itu.

Respon Pribadi untuk Hatimu

Sering kali kita merasa Allah itu jauh. Kita merasa bahwa untuk bertemu Allah, kita harus menjadi suci terlebih dahulu, atau mendaki gunung kesalehan yang sangat tinggi. Namun Yohanes 1 mengingatkan kita bahwa Dia yang turun mendatangi kita.

Hari ini, mari kita bertanya secara pribadi ke dalam batin kita:

  • Apakah aku masih melihat Natal hanya sebagai perayaan lahirnya "bayi Yesus", atau aku sudah menyadari bahwa ini adalah kehadiran Pencipta Semesta dalam hidupku?

  • Di bagian hidupku yang mana yang saat ini terasa gelap? Maukah aku membiarkan Sang Terang itu masuk dan meneranginya tanpa rasa malu?

  • Tuhan sudah "mendirikan kemah"-Nya di dunia ini. Apakah aku sudah membuka pintu "kemah" hatiku agar Dia tinggal di dalamnya?

Natal adalah undangan untuk sebuah hubungan. Bukan sekadar tahu tentang Dia, tapi mengenal Dia secara pribadi.

Doa Hari Ini

Ya Tuhan Yesus, Sang Firman yang kekal. Aku tertegun menyadari bahwa Engkau yang begitu agung bersedia menjadi begitu kecil dan terbatas demi aku. Terima kasih karena Engkau tidak membiarkanku berjalan sendiri dalam kegelapan.

Hari ini, aku menyambut Terang-Mu. Terangilah sudut-sudut hatiku yang masih tersembunyi, yang masih penuh dengan keraguan dan dosa. Ampuni aku jika selama ini aku hanya merayakan Natal tanpa benar-benar merayakan kehadiran-Mu.

Ajarlah aku untuk hidup dalam anugerah demi anugerah-Mu. Biarlah melalui hidupku, orang lain juga bisa melihat sedikit cahaya dari Terang-Mu yang abadi. Amin.

Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.