Gereja Kristen Kalam Kudus (GKKK) Tepas Kesamben Blitar

Renungan Harian : Jangan Memperalat Tuhan 🙏

 1 Samuel 4:1-22

Saat menghadapi masalah, kita tentu menginginkan pertolongan Tuhan. Namun, pernahkah tanpa sadar kita lebih mencari pertolongan-Nya daripada mencari Tuhan sendiri?

Bangsa Israel mengalami kekalahan dalam peperangan melawan orang Filistin. Alih-alih bertobat dan mencari kehendak Tuhan, mereka memilih membawa Tabut Perjanjian ke medan perang. Mereka berharap benda suci itu akan menjamin kemenangan mereka. Kehadiran tabut membuat mereka penuh semangat dan percaya diri. Namun, hasilnya justru sebaliknya. Mereka mengalami kekalahan yang lebih besar, dan Tabut Allah dirampas oleh musuh. 💔

Kesalahan Israel bukanlah karena mereka menghormati Tabut Allah, melainkan karena mereka memperlakukan Tuhan seolah-olah bisa dipakai untuk mencapai keinginan mereka. Mereka menginginkan kuasa Tuhan, tetapi tidak sungguh-sungguh ingin hidup taat kepada-Nya. Mereka berharap Tuhan mengikuti rencana mereka, bukan mereka yang mengikuti rencana Tuhan. ⚠️

Bukankah terkadang kita juga dapat jatuh dalam sikap yang sama? Kita berdoa agar berhasil, diberkati, atau dilepaskan dari masalah, tetapi tidak selalu bertanya apakah hidup kita sudah berkenan kepada Tuhan. Kita mungkin rajin beribadah, melayani, atau memberi persembahan, tetapi tanpa sadar menganggap semua itu sebagai cara untuk "menukar" berkat dari Tuhan. 🙏

Firman Tuhan hari ini mengingatkan bahwa Allah bukanlah alat untuk memenuhi keinginan manusia. Dia adalah Tuhan yang kudus dan berdaulat. Kita tidak dapat mengatur-Nya, tetapi kita dipanggil untuk tunduk kepada-Nya. Tuhan lebih rindu melihat hati yang taat daripada sekadar aktivitas rohani yang dilakukan tanpa pertobatan. ❤️

Ketika doa kita belum dijawab atau keadaan tidak berjalan sesuai harapan, jangan segera mempertanyakan kasih Tuhan. Mungkin Dia sedang mengajar kita untuk lebih mengenal-Nya, mempercayai hikmat-Nya, dan hidup sesuai kehendak-Nya. Tuhan tidak selalu memberikan apa yang kita inginkan, tetapi Dia selalu memberikan apa yang kita perlukan untuk pertumbuhan iman kita. 🌱

Hari ini, marilah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah saya mencari Tuhan karena mengasihi-Nya, atau hanya karena menginginkan pertolongan-Nya? Biarlah hati kita belajar menghormati Tuhan dan menyerahkan hidup sepenuhnya kepada pimpinan-Nya.

Doa:

Bapa yang kudus, ampuni aku jika selama ini lebih sering mencari berkat-Mu daripada mencari diri-Mu. Ajarku untuk mengasihi dan menghormati-Mu dengan sungguh-sungguh. Tolong aku agar tidak menjadikan Engkau alat untuk memenuhi keinginanku, tetapi menjadikan hidupku alat bagi kemuliaan-Mu. Bentuklah hatiku untuk taat kepada kehendak-Mu dan percaya pada hikmat-Mu dalam setiap keadaan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin. 🙏❤️

Share:

Pujian Ibadah GKKK Tepas | 28 Juni 2026

 

1. Oleh Karena Kemurahan Tuhan
Oleh karena kemurahan Tuhan
Ku ada sampai hari ini
Oleh karena kebaikan Tuhan
Janji-Mu terjadi bagiku
Reff:
Ku sembah Kau Tuhan
Ku mengangkat tanganku
Selamanya Kau ajaib bagiku
Ku sembah Kau Tuhan
Ku mengangkat wajahku
Selamanya Kau hebat bagiku

2. Anugerah-Mu Mempesonaku
Tuhan Kau sungguh besar
Karya-Mu sungguh ajaib
Tiada hentinya ku mengagumi
Sungguh Kau ajaib
Reff:
Anugerah-Mu mempesonaku
Selalu dan selalu
Kau angkat hatiku
Kau membuatku terpaku
Mengagumi kebaikan-Mu di hidupku

3. Ajarku Mengerti
Ajarku mengerti segala rencana-Mu
Ajarku berserah hanya pada-Mu
Pimpinlah jalanku dalam terang firman-Mu
Ajarku berharap hanya pada-Mu
Reff:
Bapaku ajaib segala rancangan-Mu
Tuhanku heran perbuatan-Mu
Engkau sanggup mengadakan segala yang kuperlukan
Menurut kehendak-Mu terjadilah

4. Terhubung
Kasih-Mu layakkan seluruh hidupku
Mampukan ku melakukan yang Kau inginkan
Tak bisa ku terlepas
Kau menggenggam tanganku
Ingin lebih mengenal pribadi-Mu
Reff:
Ku terhubung dengan-Mu
Selalu melekat di hati-Mu
Firman-Mu itulah dasar hidupku
Yang berdaulat atasku

5. Kasih Pasti Lemah Lembut
Kasih pasti lemah lembut
Kasih pasti memaafkan
Kasih pasti murah hati
Kasih-Mu, kasih-Mu, Tuhan
Reff:
Ajarilah kami ini saling mengasihi
Ajarilah kami ini saling mengampuni
Ajarilah kami ini kasih-Mu, ya Tuhan
Kasih-Mu, kudus, tiada batasnya

6. Kasih Allah Tak Berkesudahan
Kasih Allah tak berkesudahan
Selalu baru setiap pagi
Rahmat-Nya pun tak pernah berakhir
Seumur hidupku
Reff:
Dengan sukacita ku 'kan menari
Dengan sorak-sorai memuji
Kunaikkan pujian haleluya
Nyanyi bagi Dia Sang Raja
Nyanyi bagi Dia Sang Raja (Selamanya)

Share:

Renungan Harian : Siap Mendengar Suara Tuhan 👂🙏

Renungan harian 1 Samuel 3 tentang Samuel yang mendengar panggilan Tuhan dan belajar taat kepada-Nya.
 1 Samuel 3:1–4:1

Di tengah banyaknya suara yang kita dengar setiap hari, apakah kita masih peka mendengar suara Tuhan? Pertanyaan ini penting karena Tuhan sering kali berbicara kepada orang yang memiliki hati yang mau mendengar dan taat kepada-Nya.

Samuel masih muda ketika Tuhan memanggilnya. Awalnya ia tidak menyadari bahwa suara itu berasal dari Tuhan. Namun, setelah mendapat arahan dari Eli, Samuel menjawab, "Berfirmanlah, sebab hamba-Mu ini mendengar." Dari sikap inilah kita melihat hati seorang pelayan yang siap mendengar dan melakukan kehendak Tuhan. ❤️

Tuhan kemudian mempercayakan pesan yang penting kepada Samuel. Meski pesan itu tidak mudah disampaikan, Samuel tetap taat. Ia tidak menyembunyikan firman Tuhan demi menyenangkan orang lain. Ia memilih menyampaikan kebenaran sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki. Karena kesetiaannya, Tuhan memakai Samuel menjadi pemimpin yang membawa umat-Nya kembali kepada firman-Nya. ✨

Kisah Samuel mengajarkan bahwa Tuhan tidak terutama mencari orang yang paling hebat, paling berpengalaman, atau paling berpengaruh. Tuhan mencari orang yang memiliki hati yang mau mendengar, percaya kepada-Nya, dan setia melakukan kehendak-Nya. 🙏

Hal yang sama berlaku bagi kita saat ini. Sebelum Tuhan memakai kita untuk melakukan hal-hal besar, Dia terlebih dahulu ingin melihat apakah kita mau mendengar suara-Nya melalui firman-Nya. Ketaatan dalam hal-hal kecil sering kali menjadi awal dari tugas yang lebih besar yang Tuhan percayakan kepada kita. 🌱

Hari ini, marilah kita merenungkan: apakah hati kita masih terbuka untuk mendengar suara Tuhan? Ataukah kita lebih sibuk mendengarkan keinginan sendiri dan suara dunia di sekitar kita? Tuhan masih berbicara melalui firman-Nya. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah kita siap mendengarkan dan menaatinya?

Kiranya setiap hari kita dapat memiliki sikap seperti Samuel yang berkata, "Berfirmanlah, Tuhan, sebab hamba-Mu ini mendengar." 💖

Doa:

Bapa di surga, terima kasih karena Engkau masih berbicara melalui firman-Mu. Ampuni aku jika sering kali lebih sibuk mendengarkan suara dunia daripada suara-Mu. Berikan aku hati yang peka seperti Samuel, yang mau mendengar dan taat kepada kehendak-Mu. Bentuklah hidupku agar menjadi alat yang Engkau pakai untuk menyatakan kebenaran dan kasih-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin. 🙏

Share:

Renungan Harian : Ketika Membiarkan Menjadi Kesalahan ⚠️

Renungan harian 1 Samuel 2 tentang akibat pembiaran dosa dan panggilan untuk hidup setia kepada Tuhan.
 1 Samuel 2:27-36

Tidak semua kesalahan terjadi karena kita melakukan sesuatu yang salah. Kadang-kadang, kesalahan juga terjadi karena kita membiarkan sesuatu yang salah terus berlangsung.

Itulah yang terjadi dalam kehidupan Imam Eli. Ia mengetahui dosa yang dilakukan oleh anak-anaknya, Hofni dan Pinehas. Mereka menyalahgunakan jabatan mereka sebagai imam dan tidak menghormati Tuhan. Meskipun Eli menegur mereka, ia tidak mengambil tindakan tegas untuk menghentikan pelanggaran tersebut. Akibatnya, Tuhan menyatakan hukuman atas keluarga Eli. ⚠️

Melalui peristiwa ini, kita belajar bahwa Tuhan memandang serius kekudusan dan ketaatan. Tuhan tidak berkenan ketika seseorang lebih mengutamakan hubungan pribadi, kenyamanan, atau reputasi daripada kebenaran-Nya. Eli mengasihi anak-anaknya, tetapi ia gagal menempatkan Tuhan di posisi yang terutama. 💔

Firman Tuhan juga mengingatkan bahwa hak istimewa rohani bukanlah jaminan yang permanen. Jabatan, pelayanan, pengalaman, atau kedekatan dengan kegiatan gereja tidak berarti apa-apa jika tidak disertai kesetiaan kepada Tuhan. Dia mencari orang-orang yang bukan hanya melayani, tetapi juga hidup sesuai dengan kehendak-Nya. 🙏

Renungan ini mengajak kita untuk memeriksa diri. Adakah dosa, kebiasaan buruk, atau pelanggaran yang selama ini kita biarkan dalam hidup kita? Atau mungkin kita melihat sesuatu yang tidak benar, tetapi memilih diam karena takut menyinggung orang lain? Kasih yang sejati tidak membiarkan seseorang terus berjalan dalam kesalahan. Kasih yang sejati berani menegur dengan hikmat dan membawa orang kembali kepada kebenaran. ❤️

Tuhan memanggil kita untuk menjadi pelayan yang setia, bukan hanya dalam perkataan, tetapi juga dalam keberanian untuk melakukan apa yang benar di hadapan-Nya. Jangan menunggu sampai kesalahan yang dibiarkan menjadi lebih besar dan membawa akibat yang lebih berat.

Hari ini, marilah kita belajar menempatkan Tuhan di atas segala-galanya. Ketika Dia menunjukkan sesuatu yang harus diperbaiki, jangan menunda untuk bertindak. Ketaatan selalu lebih baik daripada pembiaran. ✨

Doa:

Bapa yang kudus, ampuni aku jika selama ini aku membiarkan hal-hal yang tidak berkenan kepada-Mu tetap ada dalam hidupku. Berikan aku keberanian untuk hidup dalam kebenaran dan kesetiaan kepada-Mu. Tolong aku agar tidak lebih mengutamakan kenyamanan atau pendapat manusia daripada kehendak-Mu. Pakailah hidupku menjadi alat yang membawa kebaikan dan kebenaran bagi sesama. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin. 🙏

Share:

Renungan Harian : Lingkungan yang Sama, Pilihan yang Berbeda ⚖️

Renungan harian 1 Samuel 2 tentang Samuel dan anak-anak Eli yang menunjukkan pilihan hidup berbeda.
 1 Samuel 2:11-26

Sering kali kita berpikir bahwa lingkunganlah yang menentukan seperti apa seseorang akan menjadi. Namun, firman Tuhan hari ini menunjukkan bahwa dua orang dapat berada di tempat yang sama, tetapi menghasilkan kehidupan yang sangat berbeda.

Samuel dan anak-anak Imam Eli sama-sama hidup dan melayani di rumah Tuhan. Mereka menerima kesempatan yang sama untuk mengenal Tuhan dan melayani-Nya. Namun, hasil akhirnya sangat berbeda. Samuel bertumbuh dalam ketaatan dan kasih kepada Tuhan, sedangkan Hofni dan Pinehas justru hidup dalam dosa dan tidak menghormati Tuhan. ⚖️

Perbedaan itu bukan terletak pada tempat mereka berada, melainkan pada sikap hati mereka. Samuel memilih mendengarkan dan menaati Tuhan. Ia menjalankan pelayanannya dengan setia meskipun masih muda. Sebaliknya, anak-anak Eli lebih memilih mengikuti keinginan mereka sendiri daripada menghormati Tuhan. Akibatnya, hidup mereka semakin jauh dari kehendak-Nya. 💔

Kisah ini mengingatkan kita bahwa lingkungan yang baik tidak secara otomatis membuat seseorang hidup benar. Sebaliknya, lingkungan yang kurang baik juga tidak menjadi alasan untuk hidup jauh dari Tuhan. Pada akhirnya, setiap orang harus mengambil keputusan pribadi: apakah akan mengikuti Tuhan atau mengikuti keinginannya sendiri. 🙏

Di zaman sekarang, kita hidup di tengah dunia yang menawarkan banyak hal yang dapat menjauhkan kita dari Tuhan. Kita melihat orang-orang yang lebih mengutamakan kesenangan, keuntungan pribadi, dan ambisi duniawi. Namun, seperti Samuel, kita dipanggil untuk tetap setia di tengah keadaan tersebut. 🌱

Hari ini, marilah kita bertanya kepada diri sendiri: siapakah yang sedang saya layani? Apakah saya lebih banyak mengikuti kehendak Tuhan atau keinginan diri sendiri? Tuhan rindu melihat kita memiliki hati yang taat, bukan sekadar aktif dalam kegiatan rohani. Karena yang Tuhan lihat bukan hanya posisi atau pelayanan kita, melainkan kesetiaan hati kita kepada-Nya. ❤️

Doa:

Bapa yang penuh kasih, terima kasih atas firman-Mu hari ini. Tolong aku agar tidak hanya mengenal Engkau secara lahiriah, tetapi sungguh-sungguh hidup dalam ketaatan kepada-Mu. Berikan aku hati seperti Samuel yang mau mendengar dan melakukan kehendak-Mu. Jagalah aku agar tidak mengikuti keinginan dunia yang menjauhkan diriku dari-Mu. Biarlah hidupku menjadi kesaksian yang memuliakan nama-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin. 🙏

Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.