"Mereka bukan menolak engkau, tetapi mereka menolak Aku sebagai Raja atas mereka." (1 Samuel 8:7)
Bangsa Israel menginginkan seorang raja seperti bangsa-bangsa lain. Mereka tahu Samuel adalah nabi yang menyampaikan kehendak Tuhan, tetapi mereka tetap memaksakan keinginan mereka. Bahkan setelah mendengar peringatan tentang akibat memiliki seorang raja, mereka tidak mau mengubah keputusan. Hati mereka sudah tertutup terhadap suara Tuhan.
Sering kali kita pun bersikap seperti itu. Kita berdoa, tetapi sebenarnya hanya ingin Tuhan menyetujui rencana kita. Saat firman Tuhan menegur atau menunjukkan jalan yang berbeda, kita justru mengabaikannya karena tidak sesuai dengan keinginan hati.
Tuhan memang panjang sabar. Kadang Ia mengizinkan kita mengalami akibat dari pilihan sendiri, bukan karena Ia setuju, tetapi agar kita belajar mempercayai hikmat-Nya. Betapa lebih baik jika kita mau berhenti memaksakan kehendak dan belajar berkata, "Tuhan, biarlah kehendak-Mu yang jadi."
Jangan biarkan hati kita menjadi keras karena ambisi atau keinginan pribadi. Sebaliknya, milikilah hati yang lembut, yang mau mendengar, taat, dan percaya bahwa rencana Tuhan selalu lebih baik daripada rencana kita.
💭 Refleksi:
Apakah ada keinginan yang sedang Anda paksa, padahal Tuhan sedang mengingatkan untuk berhenti? Sudahkah Anda menyerahkan kehendak pribadi kepada pimpinan Tuhan?
🙏 Doa
Ya Bapa, lembutkan hatiku agar peka mendengar suara-Mu. Tolong aku untuk tidak memaksakan kehendakku sendiri, tetapi belajar percaya dan taat kepada setiap tuntunan-Mu. Amin.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar