Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar

PELIPATGANDAAN BERKAT


Markus 8:1-10.

"Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. (ayat 2)

            Pelayanan Yesus yang sangat luar biasa dan berbagai mujizat yang dilakukan membuat banyak orang selalu mengerumuninya kemanapun Dia pergi. Peristiwa mujizat pelipatgandaan roti dan ikan ini agak mirip dengan peristiwa ketika Yesus memberi makan kepada lima ribu orang hanya dengan lima roti dan dua ikan. Bagaimana pelipatgandaan berkat itu terjadi?

Yang pertama: da belas kasihan Allah
            Melihat orang-orang yang begitu setia mengikuti-Nya selama tiga hari dan tidak memiliki makanan, padahal mereka sudah lelah dan lapar, hati Yesus tergerak dengan belas kasihan untuk memberikan mereka makanan. Tapi anehnya para murid tidak menanggapinya dengan baik. spertinya mereka lupa dengan peristiwa sebelumnya dimana Yesus bisa melipatgandakan lima roti dan dua ikan untuk memberi makan lima ribu orang.
            Belas kasihan di hati kita kepada seseorang yang membutuhkan adalah hatinya Tuhan. Bertindak dalam iman dengan mengingat perbuatan Tuhan yang telah kita alami adalah tindakan yang mempermuliakan Tuhan.

Yang ke dus: Bersyukur dengan yang ada
            Yesus tidak mau para murid hanya fokus pada ketidakmampuannya atau keterbatasannya. Yesus langsung tanya, “Berapa roti ada padamu?” mereka menjawab ada tuju dan beberapa ikan. Yesus mengambilnya, bersyukur dan memberkati. Setelah memecah-mecahkannya menjadi kecil-kecil lalu memberikannya kepada para murid.
            Pelipatgandaan berkat akan terjadi kalau kita mau menyerahkan apa yang kita miliki kepada Tuhan dan bersyukur atas hal itu. Banyak orang tidak bisa menjadi berkat karena hanya mengeluh dengan yang ada pada dirinya, iri dengan yang dimiliki orang lain dan merasa tidak punya apa-apa.
Ada orang yang mau dipakai-Nya
            Setelah memberkati roti dan ikan, dan membaginya dengan potongan-potongan yang kecil , Yesus kemudian memberikannya kepada para murid dan menyuruh mereka membagi-baginya kepada banyak orang. Sesuatu yang tidak masuk akal, beresiko ditertawakan orang, hal ini bisa menjadi sesuatu yang menakutkan, tetapi ketika para murid taat melakukan apa yang diperintahkan Yesus maka mujizat mulai terjadi.
            Tuhan memanggil kita menjadi fasilitator pelipatgandaan seperti ini. Belas kasihan, bersyukur dan taat adalah prosesnya. (HTB)
Tuhan memanggil kita menjadi fasilitator pelipatgandaan seperti ini. Belas kasihan, bersyukur dan taat adalah prosesnya

Doa. Aku berdoa kepadamu Ya Tuhan atas kasimu untuk  melalui hari kami, dimana kami kau ajari hidup dengan berkatmu.melalui kasih Mu. serta bersyukur  Sehingga bisa menjadi berkat buat orang lain.amin
Share:

MENGASIHI ALLAH DAN MANUSIA


Markus 12:28-34.

“Kasihilah Tuhan, Allahmu, … Dan kasihilah sesamamu manusia.” (ayat 30-31)

            Mengasihi Allah dan sesama manusia seperti dua sisi mata uang. Kalau kita sungguh mengasihi Allah maka akan terlihat juga dalam tindakan kita yang mengasihi sesama kita. Dan kasih kita kepada sesama adalah sebagai perwujudan kasih kita kepada Allah. Kasih yang bagaimanakah yang harus kita terapkan kepada Allah dan sesama kita?
Kasih yang totalitas
            “KasihilahTuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan segenap kekuatanmu.” (ayat 30). Allah menginginkan kasih yang sepenuhnya untuk Dia. Hal ini menunjukkan bahwa semua yang ada pada kita harus diarahkan dalam mengasihi Allah. Baik hidup dan apapun yang berkenaan dengan hidup kita harus dipergunakan untuk mengasihi Allah. Jadi, semua aspek dalam kehidupan kita adalah untuk mengasihi Allah. Di luar itu adalah sebuah penyimpangan. Jangan pernah merasa puas sebelum segala sesuatu dalam hidup ini diarahkan untuk mengasihi Allah.
Kasih yang tidak membedakan
            “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (ayat 31). Wujud nyata kasih yang totalitas kepada Allah akan terlihat ketika kita berhadapan dengan sesama kita manusia. Ada tindakan kasih yang tidak membeda-bedakan orang. Kita akan menaruh kasih kepada sesama kita siapapun dia seperti kita mengasihi diri sendiri. Tidak seperti kasih dunia ini yaitu kasih yang pilih-pilih. Sebuah tindakan kasih kepada sesama didasari oleh kasih kita kepada Allah. Dan ukuran dari kasih kita kepada sesama kita bukan orang yang kita kasihi tetapi diri kita sendiri. Jadi siapapun sesama Anda yang Tuhan taruh di sekitar hidup Anda, lihatlah mereka sebagai orang yang membutuhkan kehadiran kita. Bukankah Allah telah menyatakan kasih-Nya kepada kita tanpa mempedulikan siapa diri kita? Hal yang sama diinginkan Allah dalam hidup kita sebagai wujud nyata kita mengasihi Dia dengan memperlihatkan kasih kepada sesama kita tidak peduli siapapun mereka.        
            Oleh karena itu, kasihlah Tuhan Allah dengan totalitas hidup lewat mengasihi orang-orang yang Tuhan tempatkan dalam kehidupan Anda. (MS)
Oleh karena itu, kasihlah Tuhan Allah dengan totalitas hidup lewat mengasihi orang-orang yang Tuhan tempatkan dalam kehidupan Anda

Doa. Tuhan ajari kami semua untuk dapat mengasihi dengan total. Amin
Share:

Konsekuensi


Bilangan 20:22-29

Setiap tindakan yang kita ambil pasti disertai konsekuensi. Banyak orang sering lupa atau tidak menghiraukan dampak dari tindakan yang dibuat sampai akhirnya diperhadapkan pada kenyataan pahit. Mari kita belajar tentang konsekuensi tindakan dari kisah hidup Harun.

Setelah permintaan bangsa Israel untuk melewati negeri Edom ditolak, mereka mengambil jalur lain. Mereka berangkat dari Kadesh dan tiba di gunung Hor, di perbatasan tanah Edom. Di tempat inilah Tuhan menyatakan bahwa tugas Harun di dunia sudah selesai dan ia akan dikumpulkan bersama leluhurnya (24, 26) dan jabatan imam akan digantikan oleh anaknya, Eleazar (25-28).

Sebelum Harun meninggal, ada pesan penting yang diberikan Tuhan kepada Musa dan Harun. Mungkin pesan ini bukan sesuatu yang ingin didengar Harun. Pesan ini mengatakan bahwa Musa dan Harun tidak akan masuk ke Tanah Perjanjian, sebagai akibat ketidaktaatan mereka dalam peristiwa mata air Meriba (24).

Musa dan Harun telah melanggar perintah Tuhan dan mereka harus menanggung konsekuensinya. Ketidaktaatan kepada Tuhan merupakan persoalan serius. Hal ini harus benar-benar diperhatikan oleh setiap anak-Nya.

Dalam hidup ini tentu kita ingin merasakan manfaat positif dari apa yang kita lakukan. Namun, kita sering lalai terhadap perintah Tuhan yang sebenarnya dimaksudkan untuk kebaikan kita. Kita justru tidak menghiraukannya dan malah memilih jalan sendiri. Barangkali untuk sesaat jalan yang kita pilih memberikan kenikmatan, tetapi kita tidak menyadari bahwa pencobaan dan maut menanti di depan mata (lih. Yak 1:14-15).

Teladan seperti apa yang ingin kita wariskan kepada orang-orang yang kita kasihi? Tentu, kita tidak ingin diingat sebatas hal-hal yang berhubungan dengan materi duniawi saja. Sebaliknya, kita ingin dikenang sebagai pribadi yang taat kepada Tuhan sampai akhir.

Mari kita mewaspadai konsekuensi dari setiap tindakan yang kita lakukan. Jangan sampai ketaatan kita kepada Tuhan berkurang karena kecerobohan kita. [RUD]

DOA. Ya Tuhan kami bersyukur dan berterima kasih atas anugerahmu yang kau berikan dalam hidupku dimana setiap apapun yang terjadi dalam hidupku konsekuinsi itulah yg kuterima. Amin
Share:

MENANG ATAS PENCOBAAN


Matius 4:1-11.

“Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. ” (ayat 1)

            Setiap kita pasti rindu untuk menang atas setiap pencobaan. Itulah sebabnya kita sering berdoa agar dimampukan untuk mengalahkan pencobaan yang datang. Namun kita harus sadar bahwa kita tidak akan pernah menang atas pencobaan dengan kekuatan kita sendiri. Mari kita lihat pengalaman hidup Yesus yang sudah menang atas pencobaan. Apa yang Yesus perbuat sehingga Ia menang atas pencobaan?

Hidup-Nya dipimpin oleh Roh Kudus

Kehidupan Yesus dalam pencobaan itu bukan dari diri-Nya sendiri tetapi atas pimpinan Roh Kudus. Hal inilah yang menyebabkan Yesus bisa menang atas pencobaan.                                                 Kita pun bisa menang atas pencobaan kalau kita memberikan hidup kita dipimpin oleh Roh Kudus. Kalau kita merelakan diri untuk dipimpin oleh Roh Kudus, maka bukan kekuatan kita lagi yang berperang dengan pencobaan. Roh Kuduslah yang memampukan kita untuk mengalahkan pencobaan itu. Jadi tidak ada kamus untuk kalah atas pencobaan jika Roh Kudus yang memimpin hidup kita.

Hidup-Nya dikuasai oleh firman Allah

Ketika Iblis datang dengan menawarkan kebutuhan materi, menggugah kelemahannya dan menawarkan kekayaan dan kuasa, Dia menghadapinya dengan firman Allah (ayat 3-10). Yesus menang atas pencobaan karena hidupnya dikuasai oleh firman Allah. Dan kitapun akan mampu menangkal semua pencobaan yang datang kalau kita dikuasai oleh Firman Tuhan. Firman Tuhan adalah pedang yang dapat mematahkan semua siasat atau tipu daya si Iblis (Efesus 6:17).

Hidupnya tunduk hanya kepada Allah        

Ketika iblis mencoba menawarkan kemewahan dan kuasa dunia kepada Yesus tetapi dengan syarat menyembah Iblis, maka dengan tegas Yesus menolaknya (ayat 8-10). Di sinilah kita melihat bahwa Yesus memiliki kehendak yang tunduk pada Allah.

Ketika Allah berada dalam posisi utama di hidup kita, maka dalam hidup kita tidak ada hal yang lain selain menyembah dan berbakti kepada-Nya. Kalau dengan sadar kita menyerahkan hak kita untuk mentaati-Nya, maka tidak ada pencobaan yang mendapat tempat. Sebab ketaatan kepada Allah adalah kunci utama untuk menang atas pencobaan. (MS)
Kalau dengan sadar kita menyerahkan hak kita untuk mentaati-Nya, maka tidak ada pencobaan yang mendapat tempat.

DOA. TUHAN yesus ajar kami untuk tetap berserah kepadamu saat cobaan hidup melanda. Amin
Share:

Tahirkan Dirimu!


Bilangan 19


Jika sebuah sabun batangan jatuh ke dalam lumpur, dapatkah sabun itu digunakan kembali? Mungkin saja bisa! Namun, bukankah ia harus dibersihkan terlebih dahulu? Jika tidak, kita tentu akan merasa jijik untuk memakainya lagi, bukan?

Allah menghendaki agar bangsa Israel hidup kudus dan menjauhi segala yang najis. Untuk itu Allah memberikan berbagai aturan praktis yang wajib dipatuhi bangsa Israel. Aturan itu dimulai dari kasus tersentuh mayat.

Aturannya sangat jelas bahwa orang yang tersentuh mayat akan menjadi najis selama tujuh hari (11) dan harus tinggal di luar perkemahan. Tidak hanya orang itu saja, semua yang disentuhnya dan lingkungan sekitarnya menjadi najis (22). Hal ini memperlihatkan bahwa kenajisan merupakan persoalan serius bagi Allah jika dikaitkan dengan kekudusan hidup. Sebab, kenajisan bisa menjadi "virus" yang menggerogoti kerohanian seseorang. Jika kehidupan rohani seseorang sakit, berarti kemanusiaannya pun ikut sakit.

Karena itu, orang yang terjangkiti kenajisan membutuhkan penahiran dari Allah. Dalam hal ini, Allah memberikan solusinya, yaitu penyembelihan lembu betina merah dan air penahiran sebagai penghapus dosa. Jika seseorang menjadi najis karena menyentuh mayat, imam harus menyembelih lembu betina merah, memercikkan air penahiran kepada orang tersebut, lalu membasuh pakaiannya dengan air. Dengan begitu, orang tersebut akan menjadi tahir kembali saat matahari terbenam.

Kematian dan kebangkitan Yesus telah menyempurnakan ritual kurban dan Hukum Taurat pada Perjanjian Lama. Pengurbanan Yesus terjadi sekali untuk selamanya, dan berkuasa membersihkan siapa pun yang percaya kepada-Nya dari segala dosa.

Kita seharusnya sungguh-sungguh hidup kudus dan tidak menajiskan diri dengan dosa, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Hidup suci karena mengasihi Tuhan semestinya kita wujudkan setiap waktu di dalam keluarga, gereja, dan masyarakat. [SDL]

Doa: Tuhan terimalah diriku ini karena orang berdosa dan tahirkan diriku dari segala sakit penyakit dosa dalam diriku. Amin
Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.