Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar

TEKUN MENANTI PERTOLONGAN TUHAN

Halllo gimana kabar Bpk ibu jenaat di hari ini masih ada semangat dan sukacita bersama selamat bekerja dan beraktifitas sambil nikmati firmannya hari ini

Mazmur 126
Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. (Mzm. 126:5)
Era teknologi yang menyediakan beragam kemudahan dan kecepatan telah memberi dampak positif bagi banyak orang. Dengan mudah kita mendapatkan informasi, berbelanja, bepergian, dan sebagainya. Namun, kita juga tidak dapat menyangkal adanya dampak negatif dari teknologi. Kecepatan dan kemudahan yang diberikan oleh teknologi telah membentuk cara berpikir dan bertindak dari para pengguna teknologi. Tidak sedikit orang merasa sulit untuk berproses demi meraih sesuatu yang diinginkan. Mengapa enggan berproses? Sebab, berproses mengandaikan seseorang bersedia untuk bertekun sehingga tidak menuntut hasil yang cepat.
Kesediaan bertekun, tidak menyerah, dan terus berdoa walau berada di tengah penderitaan adalah pesan penting yang ditekankan oleh pemazmur. Dalam Mazmur 126 digambarkan keyakinan umat Israel atas pertolongan Tuhan yang membawa mereka pulang dari pembuangan di Babel. Keyakinan iman umat Israel berangkat dari ingatan bahwa Tuhan menyertai umat. Karena itu, umat meyakini bahwa harapan mereka akan membuahkan kebahagiaan. Mereka tidak berputus asa. Mereka berpengharapan bahwa Tuhan akan melepaskan mereka dari belenggu.
Saudara yang Ter kasih dalam kristus. 
realitas dunia yang kita hidupi tidak selalu tampak indah. Realitas dunia yang kita hidupi justru menghadirkan rupa-rupa persoalan, termasuk ketidakadilan di dalamnya. Walau demikian, sejarah dunia selalu membuktikan bahwa Tuhan selalu beserta dengan orang-orang yang bertekun dan tidak berhenti berharap di dalam doa kepada Tuhan.
1. Bagaimana umat Israel menyikapi penderitaan?
2. Apa yang menjadi kendala dalam bertekun dan menanti pertolongan Tuhan?
Pokok Doa: Pantang menyerah dan tekun menanti pertolongan Tuhan.

Janganlah kendor tetap prokes pakai masker, cuci tangan, tidak bersalaman jauhi kerumunan dan demi menyelamatkan orang lain.
Share:

Pelanggaran

Halllo gimana kabar Bpk ibu jemaat di hari ini masih ada semangat dan sukacita bersama selamat bekerja dan beraktifitas sambil nikmati firmannya hari ini


Amsal 28:13

Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.
Amsal 28:13

Adolf Eichmann adalah salah seorang perwira Nazi di zaman Perang Dunia ke 2 yang sangat berperan terhadap tewasnya orang orang Yahudi di kamp konsentrasi. Singkat cerita sesudah Jerman kalah, ia melarikan diri, mengganti namanya, hidup sederhana, bahkan pindah negara agar tidak ada orang yang bisa menangkapnya. Namun, badan inteligen Israel tidak tinggal diam. Mereka terus mencarinya, sampai Adolf ditangkap dan diadili di tahun 1961 dengan vonis hukuman mati karena kejahatan terhadap kemanusiaan. Adolf sekalipun berusaha menyembunyikan dirinya akhirnya tertangkap dan dihukum.

Demikian pula manusia di hadapan Tuhan. Kita tidak bisa menyembunyikan diri dari pelanggaran pelanggaran kita yang tampak jelas di hadapan Tuhan. Firman Tuhan mengatakan, Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi. (Ams. 28:13). Menarik karena dikatakan menyembunyikan pelanggaran akan tidak beruntung. Bukankah kalau menyembunyikan berarti tidak ada yang tahu? Mengapa hasilnya menjadi tidak beruntung? Jangan lupa sekalipun kita berusaha menutupi pelanggaran kita tetapi Tuhan tetap tahu.

Hidup orang yang menyembunyikan pelanggaran bisa dua macam. Pertama, orang yang memang hidupnya tidak percaya Tuhan Yesus dan tetap hidup dalam dosanya. Akhir hidupnya akan berada pada kebinasaan. Kedua, orang yang sudah percaya Tuhan Yesus. Orang percaya masih mungkin jatuh ke dalam dosa dan itu situasi yang paling tidak mengenakkan. Mungkin kita tetap berusaha untuk tampil baik di depan orang, menambah waktu pelayanan, untuk bisa mendapatkan damai. Namun, jika kita tidak bertobat, hidup tidak menjadi tenang.

Maka Amsal mengatakan tetapi siapa mengakui pelanggarannya dan meninggalkannya akan disayangi. Ini jalan keluar pertama dari hukuman dosa, yaitu mengakuinya. Jangan berdalih lagi dari hadapan Tuhan. Kedua, meninggalkannya. Tindakan ini satu paket dengan mengakui. Mengakui tetapi tidak pernah punya niat meninggalkannya, sama saja bohong. Meninggalkan perlu pertolongan Tuhan, memang tidak mudah. Kita tidak berdaya untuk membebaskan diri dari belenggu dosa maka Kristus yang menebus kita. Saat kita menjadi anak Tuhan kita tidak mau kembali lagi melakukan dosa yang sama. Ingat mengakui dan meninggalkan adalah satu paket pertobatan.

Refleksi diri:

Apa dosa pelanggaran yang selama ini membelenggu Anda?

Apa komitmen Anda untuk meninggalkan dosa tersebut? Sudahkah Anda meminta pertolongan Tuhan untuk melepaskannya?

Janganlah kendor tetap prokes pakai masker, cuci tangan, tidak bersalaman jauhi kerumunan dan demi menyelamatkan orang lain.
Share:

Berserah bukannya Menyerah

Halllo gimana kabar Bpk ibu jenaat di hari ini masih ada semangat dan sukacita bersama selamat bekerja dan beraktifitas sambil nikmati firmannya hari ini

Roma 8:26 30

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah,
Roma 8:28

Ketika orang orang di sekitar Anda tak bisa diharapkan, ketika keadaan tak berjalan seperti yang direncanakan, apa yang harus dilakukan? Stop keluhan! Stop menyalahkan! Hentikan kemarahan! Hentikan pertanyaan, Kenapa ya, Tuhan?

Yang harus kita lakukan adalah Ingat ada Tuhan! Tidak ada yang kebetulan dalam hidup orang yang percaya Tuhan! Sebuah kalimat bagus disampaikan Martin Luther berbunyi demikian, Tidak ada kata ‘mengapa’ dalam hati orang yang sungguh sungguh percaya kepada Tuhan. Tidak ada pertanyaan: Mengapa? Mengapa saya? Mengapa semua ini terjadi? Mengapa tidak ada kata mengapa dalam hidup orang percaya? Karena orang yang sungguh percaya kepada Allah tahu bahwa rencana Tuhan tidak mungkin salah. Rencana Tuhan bukanlah rencana yang membawa pada keburukan atau kehancuran, melainkan pasti mendatangkan kebaikan buat kita. Dan ingat, rencana itu bukan rencana kita sendiri, melainkan rencananya Tuhan.

Selain itu, Roma 8:28 mau menyampaikan pesan bahwa Tuhan tidak menjanjikan semua hal baik terjadi sepanjang perjalanan hidup kita. Hidup seorang murid Kristus memang pasti satu saat bisa melewati lembah kekelaman atau jalan terjal berkerikil tajam. Tapi ingat juga, kehendak Tuhan yang tertinggi bagi anak anak Nya adalah melakukan yang terbaik buat mereka. Percayalah akan hal ini, man teman. Yang ayat ini sedang sampaikan kepada kita semua adalah segala sesuatu terjadi dan dialami di dalam kehidupan anak anak Tuhan karena seizin Nya.

Semua ada dalam pengetahuan Nya. Segala sesuatu terjadi karena perkenanan Nya. Jadi mulai sekarang kita naik kelas, ya! Ketika kita mengalami: kesusahan, kepedihan, kehilangan, ketidakadilan atau ketika diperhadapkan dengan orang yang menyebalkan, suka cari kesalahan, hobi buat hidup tertekan, ingatlah, itu tidak kebetulan. Tuhan izinkan karena ada sesuatu yang baik akan terjadi kalau kita bertahan dan belajar berharap kepada Tuhan, bukan pada keadaan.

Jangan kalah dengan keadaan. Jangan lemah karena masalah. Ini waktunya ujian dan Tuhan mau kita bertahan dengan berserah pada Tuhan, bukan menyerah pada keadaan! Selamat memulai hari, jangan menyerah.

Refleksi diri:

Kapan terakhir kali Anda bertanya kepada Tuhan: kenapa, ya Tuhan? Bagaimana sikap Anda saat itu: komplain atau percaya kepada Nya?

Apa yang ingin Anda lakukan supaya bisa berserah kepada Tuhan dan bukannya menyerah?


Janganlah kendor tetap prokes pakai masker, cuci tangan, tidak bersalaman jauhi kerumunan dan demi menyelamatkan orang lain.
Share:

SUDAH DIJAMIN

Halllo gimana kabar Bpk ibu jenaat di hari ini masih ada semangat dan sukacita bersama selamat bekerja dan beraktifitas sambil nikmati firmannya hari ini

Keluaran 6:1-13

Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: “Akulah TUHAN.” (Kel. 6:1)
       Saat berobat ke rumah sakit, entah rawat jalan atau rawat inap, biasanya kita akan diminta jaminan saat awal pendaftaran. Jaminan itu bisa berupa kartu asuransi atau uang tunai dengan nominal tertentu. Jaminan diperlukan agar proses administrasi dapat berjalan dengan lancar. Jika menggunakan asuransi, maka kita baru akan membayar jika ada selisih pembiayaan dengan beban yang harus ditanggung pihak asuransi.

Israel menjalani kehidupan yang berat tatkala Firaun memerintahkan para pengerahnya untuk menekan bangsa Israel. Pada saat itulah Allah memerintahkan Musa untuk mendatangi Firaun dan meminta kepada Firaun agar mengizinkan bangsa Israel pergi meninggalkan tanah Mesir. Awalnya, Musa ragu karena ia bukanlah seorang yang pandai berbicara. Musa ragu apakah bangsa Israel dan Firaun mau mendengarkan apa yang hendak disampaikannya. Di tengah kegentaran hati Musa, Tuhan sendiri yang memberikan jaminan. Ia berfirman, “Akulah TUHAN!” Allah ingin menyadarkan Musa dan juga Israel bahwa tangan Tuhan mampu mengubah kehidupan. Orang Israel yang tadinya diperbudak akan menjadi bangsa merdeka (Kel. 6:5-7).
Jemaat yang di kasihi Tuhan, setiap orang memerlukan jaminan di dalam hidupnya. Yesuslah satu-satunya penjamin yang tidak mengecewakan. Apa pun yang kita hadapi saat ini, yakinlah bahwa Tuhan campur tangan. Jika Ia sanggup untuk memimpin suatu bangsa yang besar menuju satu tempat baru, maka Ia pun sanggup menuntun kita. Jaminan Tuhan adalah penyertaan-Nya, kekuatan-Nya, dan pertolongan-Nya setiap saat. Bersyukurlah sebab hidup kita sudah dijamin-Nya.
1. Apa yang membuat Musa ragu menghadap Firaun?
2. Apa yang membuat Anda kadang ragu terhadap pertolongan Tuhan?

Pokok Doa: Keberanian menyerahkan hidup dalam tuntunan Tuhan.

Janganlah kendor tetap prokes pakai masker, cuci tangan, tidak bersalaman jauhi kerumunan dan demi menyelamatkan orang lain.
Share:

Ketakutan Bersama

Halllo gimana kabar Bpk ibu jenaat di hari ini masih ada semangat dan sukacita bersama selamat bekerja dan beraktifitas sambil nikmati firmannya hari ini

Kisah Para Rasul 5:1 11

Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu.
Kisah Para Rasul 5:11

Sejak awal tahun 2020 hingga saat ini, banyak krisis telah menyebabkan ketakutan masyarakat luas, bukan hanya di Indonesia bahkan seluruh dunia. Pandemi global telah menewaskan jutaan orang dan menyebabkan gangguan di semua bidang kehidupan.

Kekerasan dan penindasan rasis tak terkendali dan terselesaikan. Beberapa protes pun berakhir dengan kehancuran dan pertumpahan darah. Pemilihan umum yang diperebutkan di beberapa negara telah menyebabkan lebih banyak gangguan, kekerasan, dan kecurigaan. Semua kejadian dan banyak hal lainnya telah membuat orang bertanya tanya apa yang akan terjadi selanjutnya. Akibatnya, banyak orang hidup dalam ketakutan.

Saya tidak berpikir bahwa ketakutan besar yang dialami seluruh jemaat dalam Kisah Para Rasul hanya disebabkan oleh kejadian yang menimpa Ananias dan Safira. Sebagian besar orang tidak perlu khawatir dihukum dengan cara yang sama. Mereka tahu bahwa Tuhan berkuasa untuk menghukum orang berdosa dan bahwa pengungkapan kebenaran itu penting. Namun, yang tidak mereka ketahui adalah apa yang akan terjadi selanjutnya—dan mungkin itulah yang mereka takutkan.

Solusi untuk menghadapi Covid 19 dan segala kesulitannya sering kali berubah rubah, kita tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Kita tidak tahu siapa yang akan sakit dan meninggal. Teman, sahabat, keluarga, jemaat bisa mendadak meninggal karena Covid. Semua itu menimbulkan ketakutan. Namun dalam segala hal, ingatlah Tuhan memegang kendali. Apakah Tuhan tidak tahu semua yang sedang terjadi? Tentu Dia Mahatahu. Tuhan
sangat tahu semua kesukaran yang kita hadapi. Dia juga mau menolong kita. Jadi, kita bisa tetap tenang. Kita bisa melakukan apa yang perlu dilakukan untuk tetap aman. Kita dapat mengikuti kehendak Tuhan bagi kita dan komunitas. Dan kita dapat percaya bahwa apa pun yang terjadi, Tuhan masih memegang kendali.

Saudara, kita mendapatkan kekuatan, keberanian, dan kepercayaan diri dari setiap pengalaman di mana kita benar benar berhenti melihat wajah ketakutan. Cobalah berkata kepada diri sendiri, Saya telah melewati ketakutan ini. Saya dapat mengambil langkah berikutnya yang saya akan hadapi semua ini bersama dengan Tuhan Yesus yang selalu menyertai.

Refleksi diri:

Apa peristiwa masa lalu yang begitu membuat Anda ketakutan? Bisakah Anda melihat kendali Tuhan melalui peristiwa tersebut?

Bagaimana Anda memanfaatkan pengalaman ketakutan tersebut sebagai kekuatan bahwa Tuhan Yesus selalu menyertai?

Janganlah kendor tetap prokes pakai masker, cuci tangan, tidak bersalaman jauhi kerumunan dan demi menyelamatkan orang lain.
Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.