Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar

Aktif Berserah

Sebab aku ini rela bukan saja untuk diikat, tetapi juga untuk mati di Yerusalem oleh karena nama Tuhan Yesus.
- Kisah Para Rasul 21:13b

Rabu 14 Juni 2017 dinihari menjadi hari yang sangat mencekam bagi kota London. Sebuah apartemen berlantai 24 mengalami kebakaran yang sangat hebat. Seorang saksi mata menceritakan, orang-orang berteriak meminta pertolongan dan sebagian dengan nekat melompat keluar dari jendela. Tujuh belas orang meninggal karena kebakaran, sementara puluhan orang luka-luka dan hilang. Di balik kejadian yang mencekam ini, hal ajaib terjadi, seorang bayi berhasil selamat dengan cara dilemparkan dari jendela lantai 10. Saksi mata menceritakan seorang wanita terlihat hendak melemparkan bayinya ke bawah dengan harapan ada yang menangkap. Ketika seorang pria berlari dan siap menangkap sang bayi, perempuan itu segera melempar dan bayi itu selamat.

Rasul Paulus menjadi teladan dalam kehidupan yang berserah kepada Tuhan. Meskipun Agabus menubuatkan bahwa ia akan dianiaya dan ditangkap di Yerusalem, Paulus tidak bergeming. Paulus mengetahui dengan jelas segala penderitaan yang menantinya di Yerusalem (Kis. 20:23). Perjalanan dari kota ke kota mengajarkannya bahwa perjalanan ke Yerusalem tidak akan lebih mudah, seperti perjalanan-perjalanan sebelumnya yang akan membawanya pada kesengsaraan hebat. Tapi dengan bulat hati Paulus tetap ingin pergi ke Yerusalem. “Sebab aku ini rela bukan saja diikat, tetapi juga untuk mati di Yerusalem oleh karena nama Tuhan Yesus.” (ay. 13). Perkataan ini bukanlah wujud kesombongan Paulus, melainkan seruan yang menandakan bahwa Paulus berserah kepada Tuhan. Paulus hidup bagi Kristus yang telah memanggilnya untuk memberi kesaksian tentang Injil dan dia memercayakan kehidupannya pada kehendak Kristus.

Dalam kehidupan Kristen, berserah bukanlah suatu kepasifan melainkan suatu lompatan iman yang menyerahkan diri pada kehendak Tuhan. Ketika Paulus bersikukuh pergi ke Yerusalem, ia secara aktif mencari kehendak Tuhan dan menyerahkan hidup pada kehendak Tuhan. Dalam segala keadaan hidup mari kita berserah kepada Tuhan. Berserah bukan berarti berdiam diri dan berharap bahwa Tuhan akan membereskan segala sesuatunya bagi kita, tetapi berserah yang secara aktif mencari dan memercayakan kehidupan kepada kehendak Tuhan. Serahkanlah hidup Anda kepada Tuhan Yesus karena hanya Tuhan-lah yang sanggup menyelamatkan hidup Anda.

Refleksi Diri:

Apa alasan-alasan Anda harus berserah kepada Tuhan?
Bagaimana sikap hidup yang berserah kepada Tuhan Yesus? Apa rencana Anda untuk mengembangkan sikap ini?
Share:

BERJALAN DALAM KEMENANGAN

Roma 6:11-12
Ketika seseorang mati secara fisik, orang itu tak lagi memiliki kepekaan terhadap rangsangan dan segala sesuatu yang terjadi di sekitarnya. Demikianlah dengan kita yang pada dasarnya telah mati secara rohani dalam dosa (Efesus 2:1), kita tidak memiliki kepekaan terhadap Tuhan dan firman-Nya. Kita dipisahkan dari Allah sebagai hukuman atas dosa-dosa kita, dan apabila kita tidak pernah dilahirkan kembali, maka kita dipisahkan dari Allah selamanya. Itulah sebabnya, kita perlu dilahirkan kembali. 
Di dalam Alkitab, kelahiran baru kita dikaitkan dengan kebangkitan Kristus. Sebagaimana kata Petrus, “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati.” (1 Petrus 1:3), dan juga kata Paulus, “sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita--oleh kasih karunia kamu diselamatkan--dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga”. Ketika kita percaya dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita diidentifikasikan dengan Kristus dalam kematian dan juga kebangkitan-Nya, “kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.” (Roma 6:4). Teolog Wayne Grudem mengatakan bahwa dengan membangkitkan Kristus dari kematian, Allah Bapa menyetujui pekerjaan penderitaan dan kematian Kristus untuk dosa-dosa kita. Tidak ada lagi murka Allah yang harus ditanggung, tidak ada lagi rasa bersalah, semuanya dibayar lunas. Kristus tidak hanya membayar hukuman atas dosa dan mematahkan kuasa dosa atas hidup kita, kebangkitan-Nya pun memberdayakan kita untuk berjalan dalam kemenangan. Sesuai kata Paulus bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan supaya dosa tak lagi berkuasa dalam tubuh kita dan kita dapat mempersembahkan diri kepada Tuhan menjadi senjata kebenaran. Dengan mengetahui kuasa kebangkitan, marilah kita berjalan di dalamnya, yaitu dengan tinggal di dalam Kristus bagaikan ranting yang sangat bergantung pada pokok anggur. Tinggal di dalam-Nya dilakukan melalui doa setiap saat, mengikuti program Bible Reading di gereja kita, melalui penyembahan dan ketaatan kita pada petunjuk-Nya, serta melalui pelayanan kita. Praktik-praktik ini akan membantu kita untuk senantiasa merenungkan identitas baru kita di dalam Kristus yang telah bangkit. Ingat, kita bukanlah kita yang dahulu, jadi jangan bertindak seperti dulu..
REFLEKSI DIRI
1. Apa saja praktik dari kehidupan yang berjalan di dalam kuasa kebangkitan?
2. Apakah kehidupan sehari-hari Anda telah menunjukkan kehidupan yang berjalan dalam kuasa kebangkitan? Jika belum, apa upaya Anda untuk berjalan di dalamnya?

YANG HARUS DILAKUKAN
Berjalan dalam kemenangan dengan cara tinggal di dalam Kristus melalui doa setiap saat, mengikuti program Bible Reading di gereja kita, melalui penyembahan dan ketaatan kita pada petunjuk-Nya, serta melalui pelayanan kita.
POKOK DOA
Tuhan Yesus, aku mau menjadi ranting yang bergantung kepada pokok anggur. Aku mau hidup di dalam Engkau. Roh Kudus mampukan aku untuk dapat berdoa setiap saat, mengikuti program Bible Reading, taat pada petunjuk-Mu, dan setia melayani-Mu. Dalam nama Yesus. Amin.
HIKMAT HARI INI
“Di luar Kristus, saya hanyalah orang berdosa, tetapi di dalam Kristus, saya diselamatkan. Di luar Kristus, saya kosong; di dalam Kristus, saya dipenuhkan. Di luar Kristus, saya lemah; di dalam Kristus, saya kuat. Di luar Kristus, saya tidak bisa; di dalam Kristus, saya sudah menang. Betapa berartinya kata-kata, ‘di dalam Kristus’”. – Watchman Nee
Share:

Kasih yang disiplin Keras (Though love)

Yunus 2:1-10

Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya. Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi.
- Amsal 3:11-12

Tough love merupakan sebuah istilah bahasa Inggris yang berarti memperlakukan orang lain dengan tegas dan disiplin untuk membantunya menjadi orang yang lebih baik di kemudian hari. Istilah ini menunjukkan sebuah tipe kasih yang keras, yang tampaknya tidak akan disenangi oleh kebanyakan orang. Gambaran kasih yang disenangi banyak orang adalah kasih yang lemah lembut dan menerima seseorang dengan segala kondisinya. Meskipun demikian, Tuhan terkadang menyatakan kasih yang keras ini terhadap umat-Nya yang sedang tersesat.
Pengalaman Yunus di perut ikan menunjukkan tough love dari Tuhan kepadanya. Yunus menolak panggilan Tuhan dengan terang-terangan meski ia tahu konsekuensi dari tindakannya. Tuhan pun tidak tinggal diam terhadap pilihan Yunus yang salah, Dia menggunakan berbagai cara untuk membawa Yunus kembali pada panggilan-Nya. Allah melemparkan angin ribut ke laut di mana kapal Yunus berada (Yun. 1:4), sampai akhirnya Yunus juga dilemparkan ke laut oleh para awak kapal (Yun. 1:15). Semua kondisi membuat Yunus merasa hidupnya sudah berakhir (ay. 4-5) tetapi Tuhan menyelamatkannya dengan ajaib (ay. 6; bdk. Yun. 1:17). Pengalaman Yunus membuat ia tersadar bahwa Tuhan adalah Juruselamat dan keselamatan hanya berasal daripada-Nya (ay. 9).
Tuhan juga dapat memberikan tough love kepada orang Kristen pada masa kini. Bentuk dari kasih Tuhan yang keras memang tidak akan sama seperti yang dialami oleh Yunus. Namun, Dia tetap dapat mengizinkan hal-hal kurang baik terjadi dalam hidup umat-Nya. Ketika Tuhan mengizinkan hal yang kurang baik terjadi dalam hidup bukan berarti Dia tidak atau kurang mengasihi umat-Nya. Mungkin saja ada sifat atau perilaku salah yang Tuhan ingin ubah dari dalam diri seseorang atau memang hal tersebut konsekuensi buruk dari kesalahan seseorang. Jika ada hal buruk terjadi dalam kehidupan, lebih baik kita mengevaluasi kehidupan, mungkin ada hal yang Tuhan ingin ubah. Tetaplah percaya bahwa Tuhan Yesus selalu memegang kendali. Bahkan, dalam kondisi paling buruk sekalipun, Yesus tetap mampu menggunakannya untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi-Nya (Rm. 8:28).
Refleksi Diri:
Kapan Anda terakhir kali mengalami hal buruk dalam hidup? Apa yang Anda pelajari tentang kasih Tuhan dalam kondisi tersebut?
Apakah ada hal yang ingin Tuhan ubah dalam hidup Anda dari pengalaman buruk tersebut?
Share:

Kepastian Kebersamaan Sekarang Juga

1 Tesalonika 5:1-11

Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia.
- 1 Tesalonika 5:9-10

Kita tahu kepastian keselamatan ada di dalam Tuhan Yesus, tetapi kepastian itu bukan hanya kepastian keselamatan nanti yang akan dirasakan, tetapi kepastian sekarang juga. Ayat 10 mengatakan, “supaya, entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia.” Kata “berjaga-jaga” bisa disamakan dengan hidup, sedangkan kata “tidur” disamakan dengan kematian. Jadi, di dalam dua keadaan yang kita pasti jalani, waktu terjaga (hidup), waktu tidur (kematian), kita hidup bersama-sama dengan Tuhan. Kata “bersama-sama” bisa juga berarti di waktu yang sama, saat ini dan kapan pun, Tuhan selalu bersama-sama dengan kita.

Karya Kristus menghubungkan kembali relasi kita dengan Tuhan yang tadinya terpisah tanpa bisa diseberangi, sekarang tersambung dan tidak ada yang bisa memisahkan. Seringkali muncul pemikiran keliru, bahwa kita akan bersama-sama dengan Allah waktu di surga saja. Namun, Rasul Paulus mengingatkan bahwa di kehidupan sekarang ini pun kita ada bersama- sama dengan Allah. Hidup memang kadang terasa sulit, menakutkan karena tidak tentu, bisa juga menyakitkan, tetapi di dalam semua itu, di waktu ini, sekarang juga, kita hidup bersama-sama dengan Dia. Ini kepastian yang tidak tergantikan, yang sangat menghibur. Satu bagian firman Tuhan yang menguatkan, “Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau. Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, Juruselamatmu.” (Yes. 43:2-3).

Janji Tuhan bagi setiap orang percaya adalah Dia akan selalu berjalan bersama dengan kita. Banyak orang di masa yang tidak pasti ini merasa dirinya berjalan sendirian, tidak ada yang memedulikannya. Kiranya mereka dapat mendengar bahwa ada kepastian kebersamaan dengan Tuhan bagi yang percaya kepada-Nya, kebersamaan sekarang juga. Perjalanan hidup yang penuh ketidakpastian pasti bisa dijalani dengan pasti karena ada Tuhan yang selalu menemani perjalanan tersebut.

Refleksi Diri:

Mengapa orang Kristen memiliki kepastian kebersamaan di dalam Tuhan Yesus?
Bagaimana kebenaran Tuhan Yesus selalu bersama-sama dapat menguatkan dan menghiburkan Anda?
Share:

Kepastian Keselamatan

1 Tesalonika 5:1-11

Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita,
- 1 Tesalonika 5:9

Jangan cepat-cepat dilewat ketika membaca judul di atas. Mungkin Anda sudah sering mendengar tentang kepastian keselamatan, tetapi ada alasan penting bahwa hal ini akan tetap relevan sepanjang zaman dan dalam berbagai situasi hidup. Ketidakpastian adalah momok menakutkan di beberapa momen pada masa pandemi. Saat Covid varian Delta sedang puncak-puncaknya, kita sering dikejutkan dengan kematian beberapa orang yang cukup dekat. Selain itu, pandemi memunculkan ketidakpastian di dalam pekerjaan, kesehatan, studi, dll. Ketidakpastian hidup memuncak. Ketidakpastian bisa menakutkan, tetapi ada kepastian yang perlu dipahami kembali oleh anak-anak Tuhan. Di dalam situasi-situasi tersebut kita perlu mengingat kepastian bagi anak-anak Tuhan dan memberitakannya kepada mereka yang belum mengetahuinya.
Dikatakan, “Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.” Hidup orang percaya bukanlah acak tanpa pegangan dan berujung pada kesengsaraan. Frasa “Allah menetapkan kita” artinya kita ini ada dalam rancangan Tuhan. Rancangan seperti apa? Jelas sekali dikatakan rancangan keselamatan, bukan untuk ditimpa murka Allah. Keselamatan itu bukan kita yang pegang, bukan kita yang bisa pertahankan, tetapi Tuhan yang menetapkan dan menjaminnya. Tidak dikatakan, “Mungkin Anda akan selamat, mungkin Anda tidak akan mendapat murka.” Allah menetapkan Anda untuk mendapatkan keselamatan, tidak ada yang bisa mengubah itu.
Yohanes menjelaskan mengenai keselamatan melalui penglihatannya (Why. 21:1-5). Langit dan bumi yang baru, Tuhan menghapus segala air mata, tidak ada perkabungan dan dukacita. Hidup yang baru adalah hidup yang benar-benar hidup. Orang-orang percaya di gereja mula-mula, yang hidupnya dalam penganiayaan karena imannya, rumahnya dijarah, dihadapkan dengan binatang buas, dijadikan lilin hidup yang dibakar di jalan-jalan, mereka bisa bernyanyi memuji Tuhan di surga karena pengharapan kepastian keselamatan di dalam Kristus itu hidup dan nyata.
Timothy Keller mengatakan, “Tidak ada yang lebih praktis bagi orang yang mengalami penderitaan daripada memiliki harapan.” Ketidakpastian pasti ada, tetapi hidup dalam kepastian keselamatan di dalam Kristus akan selalu membesarkan hati dan menghiburkan. Orang yang sudah memiliki kepastian keselamatan akan selalu punya pengharapan, sekalipun menghadapi kesulitan besar. Situasi memang tidak pasti, tetapi jangan takut ada kepastian di dalam Tuhan Yesus.
Refleksi Diri:
Bagaimana seseorang dapat meyakini akan kepastian keselamatannya?
Apakah Anda, yang sudah menerima keselamatan, mau membagikan kepastian keselamatan ini kepada orang lain?
Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.