Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar

Tak Hanya Perkasa

Mazmur 48 menegaskan bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah yang perkasa, yang melindungi dan menyelamatkan umat-Nya. Namun, kuasa Allah tidak hanya ditunjukkan melalui kemenangan dalam peperangan atau perlindungan dari musuh, tetapi juga melalui kasih setia dan keadilan-Nya. Mazmur ini memperingatkan kita untuk berhati-hati agar tidak terjerumus dalam rasa superioritas yang bisa muncul ketika menyadari keperkasaan Allah.

Allah tidak hanya melindungi umat-Nya dari serangan bangsa-bangsa lain, tetapi juga menuntut agar umat-Nya hidup dalam kebenaran dan keadilan. Dia adalah Allah yang adil dan penuh kasih setia, yang tidak hanya membela umat-Nya dari ketidakadilan, tetapi juga menegur umat-Nya jika mereka sendiri bersikap tidak adil.

Kita boleh merasa aman dan bangga karena Allah yang perkasa melindungi kita, tetapi kita juga harus ingat bahwa Dia mengharapkan kita untuk menjadi saluran kasih setia dan keadilan-Nya bagi orang-orang di sekitar kita. Allah ingin agar melalui kehidupan kita, orang lain dapat merasakan kasih setia dan keadilan-Nya yang nyata.

Dengan demikian, iman kita kepada Allah yang perkasa seharusnya tidak membuat kita merasa superior, tetapi justru mendorong kita untuk hidup dalam kerendahan hati, kasih, dan keadilan, mengikuti teladan Tuhan kita. Kita dipanggil untuk menghidupi karakter Allah yang penuh kasih setia dan adil, sehingga kehadiran-Nya dirasakan oleh semua orang yang kita temui.

Share:

Pujian Ibadah Minggu 25 Agustus

Share:

Umat dari Yang Maha Tinggi

Sebagai orang Kristen, kita memang sering merasa bangga karena menyembah Allah yang berkuasa atas segala sesuatu, yang adalah Raja di atas segala raja. Namun, kebanggaan ini bisa berbahaya jika membuat kita merasa superior dan memandang rendah orang lain yang tidak seiman. Penting untuk diingat bahwa meskipun Tuhan adalah Allah yang Maha Tinggi, Dia juga adalah Allah yang kudus dan adil.

Tuhan memilih Israel bukan karena mereka besar atau kuat, tetapi justru karena mereka kecil dan lemah (Ulangan 7:7-9). Pilihan ini didasari oleh belas kasihan Tuhan kepada Israel yang menderita di bawah penindasan di Mesir. Allah tidak berpihak pada ketidakadilan, bahkan jika itu dilakukan oleh umat-Nya sendiri. Dia adalah Allah yang adil, yang merendahkan bangsa-bangsa yang melakukan kejahatan dan ketidakadilan.

Sebagai umat-Nya, kita dipanggil untuk hidup dalam kekudusan dan keadilan. Jika kita mengaku sebagai umat Tuhan tetapi memperlakukan orang lain dengan tidak adil, kita tidak layak merayakan kemenangan Tuhan atas kefasikan. Allah yang adil mungkin tidak akan membela kita jika kita sendiri tidak hidup dalam keadilan.

Oleh karena itu, kita harus mengingat bahwa sebagai umat Tuhan, kita adalah penerima belas kasihan yang besar. Kebanggaan kita seharusnya bukan pada status kita, tetapi pada belas kasihan yang telah kita terima. Kita dipanggil untuk setia mendengarkan dan mempraktikkan firman Tuhan, hidup dalam kekudusan, dan siap untuk disempurnakan oleh-Nya. Dengan demikian, kita bisa benar-benar merayakan kemenangan Tuhan dengan hati yang murni dan sikap yang benar.

Share:

Di Mana Kita Dapat Berlindung?

Dalam hidup, tekanan dan tantangan sering kali datang dari berbagai arah—entah dari dunia luar yang penuh ketidakpastian, hubungan dengan orang-orang di sekitar kita, atau bahkan dari dalam diri kita sendiri, seperti ketakutan dan trauma. Di tengah semua ini, kita butuh tempat berlindung yang aman.

Pemazmur menggambarkan Allah sebagai tempat perlindungan yang kokoh dan tidak tergoyahkan (Mazmur 46:2). Ketika dia menghadapi ancaman nyata seperti pengepungan dan peperangan, dia juga telah merasakan kelepasan yang nyata dari Allah. Ini bukan sekadar konsep, tetapi pengalaman hidup yang dialaminya secara langsung.

Pemazmur menggunakan gambaran alam yang dahsyat—gempa bumi, letusan gunung api, dan badai di lautan—untuk menunjukkan bahwa bahkan kekuatan alam yang paling menakutkan pun tidak sebanding dengan keperkasaan Allah (Mazmur 46:3-4). Dia juga memandang ke masa depan dengan keyakinan bahwa Allah, pahlawan yang perkasa, akan menghentikan semua peperangan dan membawa kedamaian yang sempurna (Mazmur 46:9-10). Keyakinan ini memberikan rasa aman dan ketenangan, bahkan di tengah badai kehidupan.

Pengalaman pemazmur mengajarkan kita untuk tidak hanya melihat kepada masalah atau tekanan yang ada, tetapi juga kepada Allah yang lebih besar daripada segala sesuatu yang kita hadapi. Saat kita mengingat bagaimana Allah telah menolong kita di masa lalu, kita dapat menemukan ketenangan dan pengharapan untuk masa depan. Bahkan ketika tekanan semakin berat, kita dapat yakin bahwa Allah yang sama yang telah menyertai kita, akan terus melakukannya.

Dalam saat-saat paling gelap, penting untuk menjaga perspektif kita dan mengingat keperkasaan dan penyertaan Allah. Dengan begitu, kita tidak hanya dapat mengatasi ketakutan kita, tetapi juga membantu orang lain menemukan tempat berlindung yang sama di dalam Tuhan.

Share:

Komitmen Pemimpin

Mazmur ini menyoroti pentingnya komitmen seorang pemimpin, khususnya seorang raja, dalam menjalankan tugasnya dengan kebenaran, perikemanusiaan, dan keadilan. Dalam konteks acara pernikahan, sering kali kita mendengar karakter mempelai pria dan wanita diperkenalkan oleh orang-orang terdekat mereka. Demikian pula dalam Mazmur ini, pemazmur memperkenalkan sang raja sebagai mempelai pria yang diundang untuk memimpin dengan bijaksana dan adil, serta mengajak sang mempelai wanita untuk tunduk kepada suaminya yang akan menjadi raja.

Karakter dan Komitmen Raja: Pemazmur menggambarkan tidak hanya penampilan fisik dan gaya bicara sang raja, tetapi juga komitmennya dalam menegakkan kebenaran dan keadilan (Mazmur 45:3-6). Pemazmur menyadari bahwa raja diangkat bukan hanya untuk berkuasa, tetapi untuk mencintai keadilan dan kebenaran, serta untuk memimpin dengan hati yang peduli pada kesejahteraan umat (Mazmur 45:7-8). Pemimpin dalam Alkitab, termasuk raja-raja Israel, diharapkan untuk tidak hanya menjadi penguasa, tetapi juga hamba Allah yang menjalankan pemerintahan dengan adil dan benar, sebagaimana diatur dalam Ulangan 16:18-20.

Peran Permaisuri: Pemazmur juga memberikan arahan kepada permaisuri raja, mengajak dia untuk "melupakan bangsamu dan seisi rumah ayahmu" (Mazmur 45:11). Ini bukan sekadar anjuran untuk meninggalkan latar belakangnya, tetapi panggilan untuk mengutamakan kepentingan kerajaan dan umat Allah di atas kepentingan pribadi atau keluarga. Sebagai permaisuri, ia harus bersama-sama dengan raja berkomitmen untuk melayani Allah dan mengedepankan kebenaran serta keadilan dalam pemerintahan.

Kebenaran dan Keadilan dalam Alkitab: Kebenaran dan keadilan dalam Alkitab bukan hanya konsep teoretis tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti menjauhi penyembahan berhala, tidak menindas orang lain, dan tidak mengambil keuntungan dari kesulitan sesama (Yehezkiel 18:5-9). Seorang pemimpin yang adil akan menghindari kecurangan dan setia menjalankan hukum dengan benar. Tindakan yang benar dan adil dari seorang pemimpin tidak hanya bermanfaat bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi kesejahteraan orang banyak.

Pentingnya Kepemimpinan yang Adil: Sejarah Israel menunjukkan bahwa pemimpin yang baik harus mampu menjaga komitmennya terhadap Allah dan kebenaran, serta tidak terpengaruh oleh godaan atau kepentingan pribadi. Beberapa raja seperti Salomo, Ahab, atau Yoram terjatuh dalam dosa dan kezaliman karena terpengaruh oleh istri-istri mereka yang menjauhkan mereka dari Allah.

Doa untuk Pemimpin: Bacaan ini mengundang kita untuk mendoakan para pemimpin kita, termasuk presiden, agar mereka mampu memimpin dengan adil dan benar. Marilah kita berdoa agar mereka tidak tergoda oleh kepentingan sepihak, tetapi tetap berkomitmen untuk menyejahterakan rakyat dan menjunjung tinggi kebenaran serta keadilan. Kepemimpinan yang benar adalah refleksi dari kehendak Allah, dan kita semua bertanggung jawab untuk mendukung dan mendoakan para pemimpin kita agar mereka dapat menjalankan tugas mereka sebagai wakil Allah di bumi ini.

Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.