Gereja Kristen Kalam Kudus (GKKK) Tepas Kesamben Blitar

Pujian Ibadah GKKK Tepas | 12 Juli 2026

1. S'bab Kau Besar
Nada Dasar: G [1]
[Verse]
G Bm E
Ku b'ri kemuliaan dan hormat
Am F D
Ku angkat suara pujian, ku agungkan nama-Mu
G Bm E
Ku b'ri kemuliaan dan hormat
Am C D
Ku angkat suara pujian, ku agungkan nama-Mu [1]
[Chorus]
G Em
S'bab Kau Besar, perbuatan-Mu ajaib
C Am7 D
Tiada seperti Engkau, tiada seperti Engkau
G Em
S'bab Kau Besar, perbuatan-Mu ajaib
C Am7 D G
Tiada seperti Engkau, tiada seperti Engkau [1]

2. Hari Ini Kurasa Bahagia
Nada Dasar: C [1, 2]
[Verse]
C Em F C
Hari ini ku rasa bahagia
Am D G
Berkumpul bersama saudara seiman
C Em F C
Tuhan Yesus t'lah satukan kita
Am F G C
Tanpa memandang di antara kita [1, 2]
[Pre-Chorus]
C Em F G C
Bergandengan tangan, dalam kasih dalam satu hati
Am D G
Berjalan dalam terang kasih Tuhan [1, 2]
[Chorus]
F G Em Am
Kau sahabatku, Kau saudaraku
F G C C7
Tiada yang dapat memisahkan kita
F G Em Am
Kau sahabatku, Kau saudaraku
F G C
Tiada yang dapat memisahkan kita [1, 2]

3. Hati Ku Percaya
Nada Dasar: C [1]
[Verse]
C Em Am G
Saat ku tak melihat jalan-Mu
F Em Dm G
Saat ku tak mengerti rencana-Mu
C Em Am F
Namun tetap ku pegang janji-Mu
Dm Em Dm G C
Pengharapanku hanya pada-Mu [1]
[Chorus]
F G C F G C
Hatiku percaya, hatiku percaya
F G Am F G C
Hatiku percaya, s'lalu ku percaya [1]

4. Kau Telah Memilihku
Nada Dasar: D [1]
[Verse 1]
D Bm Em A
Kau telah memilihku sebelum dunia dibentuk
F#sus4 F# Bm D/A E/G#
Betapa aku bersyukur pada-Mu
D/A A D
Ya Tuhan Allahku [1]
[Verse 2]
D Bm Em A
Kau telah memanggilku sebagai utusan-Mu
F#sus4 F# Bm D/A E/G#
Betapa aku bersyukur pada-Mu
D/A A D
Atas kebaikan-Mu
[Chorus]
G A F#m Bm
S'bab itu ku serahkan jiwa ragaku
Em A D D7
S'bagai persembahan yang kudus
G A F#m Bm
Pimpinlah jalanku Tuhan menurut kehendak-Mu
Em A D
S'panjang masa kehidupanku

5. Ku Cinta Keluarga Tuhan
Nada Dasar: C
[Chorus / Main Verse]
C F C A7
Kucinta keluarga Tuhan
Dm G C G
Teramat manis tiada bandingnya
C F Em Am
Kucinta keluarga Tuhan
Dm G C
Masing-masing saling mengasihi [1]
[Chorus]
F G C A7
Melayani bersama, bersekutu bersama
Dm G C C7
Membina hidup dalam firman-Nya
F G Em Am
Kucinta keluarga Tuhan
Dm G C
Masing-masing saling mengasihi

6. Bapa Yang Lebih Tau
(Lagu ini populer dibawakan oleh NDC Worship)
Nada Dasar: G
[Verse]
G C
Ku tak tahu apa yang 'kan terjadi
Am D G
Di masa depan di dalam hidupku
G C C#dim
Namun satu hal yang ku percaya
D
Kau memegang hidupku
[Chorus]
G D/F#
Bapa yang lebih tahu
Em Bm
Yang terbaik di dalam hidupku
C G/B
Semua jalan-Mu terbaik bagiku
Am D
Ku berserah pada-Mu
G D/F#
Bapa yang lebih tahu
Em Dm G
Rencana-Mu yang paling indah
C G/B
Masa depanku di dalam tangan-Mu
Am D G
Ku aman bersama-Mu

 

Share:

Renungan Harian : ❤️ Tuhan Melihat Hati

Ilustrasi Daud muda menggembalakan domba sebagai lambang hati yang berkenan kepada Tuhan.
 Bacaan Firman Tuhan: 1 Samuel 16:1-13

"Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." (1 Samuel 16:7)

Ketika Samuel melihat Eliab, ia mengira dialah orang yang paling layak menjadi raja. Penampilannya gagah dan berwibawa, sama seperti yang biasanya diharapkan dari seorang pemimpin. Namun, Tuhan memiliki penilaian yang berbeda. Ia tidak melihat rupa atau kedudukan seseorang, melainkan hati yang ada di dalamnya.

Pilihan Tuhan akhirnya jatuh kepada Daud, anak bungsu yang sedang menggembalakan domba. Tidak banyak orang memperhatikannya, tetapi Tuhan melihat kesetiaan, kerendahan hati, dan kehidupan yang siap dipakai-Nya. Apa yang tampak kecil di mata manusia ternyata sangat berharga di hadapan Tuhan.

Sering kali kita merasa minder karena tidak memiliki kemampuan, jabatan, atau pengakuan seperti orang lain. Di sisi lain, kita juga mudah menilai seseorang dari penampilan atau prestasinya. Firman Tuhan hari ini mengingatkan bahwa yang paling penting bukanlah apa yang terlihat oleh manusia, tetapi seperti apa hati kita di hadapan Tuhan.

Jagalah hati agar tetap mengasihi Tuhan, hidup dalam ketulusan, dan setia melakukan kehendak-Nya. Ketika hati kita berkenan kepada-Nya, Tuhan sanggup memakai hidup kita untuk menjadi berkat, sekalipun dunia mungkin belum melihatnya.

💭 Refleksi:
Apa yang selama ini lebih Anda kejar: pengakuan manusia atau hati yang berkenan kepada Tuhan? Sudahkah Anda menjaga hati agar tetap tulus dan setia di hadapan-Nya?

🙏 Doa

Ya Tuhan, bentuklah hatiku agar semakin menyerupai kehendak-Mu. Tolong aku untuk tidak mengejar pujian manusia, tetapi hidup dengan hati yang tulus, rendah hati, dan setia kepada-Mu setiap hari. Amin.

Share:

Renungan Harian :❤️ Totalitas Ketaatan

Bacaan Firman Tuhan: 1 Samuel 15

"Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik daripada kurban sembelihan." (1 Samuel 15:22)

Saul mengira dirinya sudah menaati Tuhan. Ia berhasil mengalahkan bangsa Amalek, tetapi ia sengaja menyisakan Raja Agag dan ternak-ternak terbaik. Menurut pikirannya, itu bukan masalah, bahkan dapat dipersembahkan kepada Tuhan. Namun, Tuhan melihat sesuatu yang berbeda: Saul telah memilih untuk menaati sebagian firman, bukan seluruhnya.

Sering kali kita pun melakukan hal yang sama. Kita rajin beribadah, melayani, atau memberi persembahan, tetapi masih mempertahankan bagian hidup yang tidak ingin kita serahkan kepada Tuhan. Kita menaati firman yang terasa mudah, tetapi mengabaikan firman yang menuntut pengorbanan atau perubahan hati.

Bagi Tuhan, ketaatan bukan sekadar melakukan hal-hal yang terlihat baik. Ketaatan adalah hati yang mau mendengar dan mengikuti kehendak-Nya tanpa memilih-milih. Tuhan lebih menghargai hati yang taat daripada tindakan yang tampak rohani tetapi tidak lahir dari penyerahan diri.

Hari ini, Tuhan kembali mengajak kita untuk memeriksa hati. Apakah ada bagian hidup yang masih kita pertahankan dan belum sungguh-sungguh kita serahkan kepada-Nya? Ketaatan yang utuh mungkin tidak selalu mudah, tetapi selalu membawa kita semakin dekat kepada Tuhan.

💭 Refleksi:
Apakah Anda sedang menaati Tuhan dengan segenap hati, atau hanya pada hal-hal yang sesuai dengan keinginan Anda? Bagian hidup apa yang masih perlu Anda serahkan sepenuhnya kepada Tuhan?

🙏 Doa

Ya Tuhan, ampunilah aku jika selama ini ketaatanku masih setengah hati. Tolong aku untuk mendengar suara-Mu dan taat sepenuhnya kepada kehendak-Mu. Bentuklah hatiku agar semakin mengasihi dan menyenangkan-Mu dalam setiap langkah hidupku. Amin.

Share:

Renungan Harian : 🍯 Sumpah yang Membebani

Ilustrasi madu di samping Alkitab terbuka sebagai lambang hikmat Tuhan yang memberi kekuatan, bukan beban.
 Bacaan Firman Tuhan: 1 Samuel 14:24–52

"Ayahku telah mencelakakan negeri ini." (1 Samuel 14:29)

Di tengah peperangan, Saul membuat sebuah sumpah: tidak seorang pun boleh makan sampai musuh dikalahkan. Sekilas keputusan itu terlihat tegas dan rohani. Namun, kenyataannya justru berbeda. Rakyat menjadi lelah, kehilangan tenaga, bahkan akhirnya jatuh ke dalam dosa karena makan dengan cara yang melanggar hukum Tuhan.

Berbeda dengan Saul, Yonatan yang tidak mengetahui sumpah itu mencicipi sedikit madu. Tenaganya pulih, dan ia menyadari bahwa keputusan ayahnya justru telah membebani rakyat. Kemenangan bukan datang karena aturan yang berat, tetapi karena pertolongan Tuhan.

Renungan ini mengajak kita untuk memeriksa hati. Terkadang kita membuat aturan, janji, atau tuntutan yang terasa rohani, tetapi justru memberatkan diri sendiri dan orang lain. Dalam keluarga, pelayanan, atau pekerjaan, kita bisa lebih sibuk mempertahankan aturan daripada menunjukkan kasih dan hikmat.

Tuhan tidak memanggil kita untuk menjadi beban bagi sesama. Sebaliknya, Dia menghendaki agar kita memimpin dengan kasih, hikmat, dan kerendahan hati. Keputusan yang lahir dari hati yang dekat dengan Tuhan akan membawa kehidupan, bukan tekanan.

💭 Refleksi:
Apakah perkataan, keputusan, atau tuntutan Anda selama ini menjadi berkat atau justru menjadi beban bagi orang lain? Mintalah hikmat Tuhan agar setiap keputusan yang Anda ambil membawa damai dan pertolongan.

🙏 Doa

Ya Tuhan, berikan aku hati yang bijaksana dalam setiap perkataan dan keputusan. Jangan biarkan aku menjadi beban bagi orang lain, tetapi pakailah hidupku untuk membawa kasih, penguatan, dan damai sejahtera bagi sesama. Amin.

Share:

Renungan Harian : ⚔️ Melangkahlah dengan Iman!

 
Bacaan Firman Tuhan: 1 Samuel 13:23–14:23

"Sebab bagi TUHAN tidak sukar untuk memberi kemenangan oleh banyak orang atau oleh sedikit orang." (1 Samuel 14:6)

Yonatan dan pembawa senjatanya hanya berdua menghadapi pasukan Filistin yang jauh lebih besar. Secara manusia, kemenangan tampak mustahil. Namun, Yonatan tidak memandang besarnya musuh, melainkan besarnya kuasa Tuhan. Dengan iman, ia melangkah, percaya bahwa Tuhan sanggup memberi kemenangan, baik melalui banyak orang maupun sedikit orang.

Keberanian Yonatan bukanlah keberanian yang nekat. Ia melangkah dengan keyakinan bahwa Tuhan sanggup bertindak. Dan benar, Tuhan mengacaukan pasukan Filistin sehingga bangsa Israel memperoleh kemenangan.

Sering kali kita menghadapi persoalan yang terasa terlalu besar: masalah keluarga, pekerjaan, pelayanan, kesehatan, atau masa depan. Ketakutan membuat kita ragu untuk melangkah. Padahal, Tuhan tidak meminta kita mengetahui seluruh jalan di depan, tetapi mempercayai Dia yang memimpin setiap langkah.

Iman bukan berarti tidak memiliki rasa takut. Iman adalah memilih tetap melangkah bersama Tuhan, meskipun keadaan belum berubah. Ketika kita mengandalkan-Nya, Dia sanggup melakukan apa yang tidak mampu kita kerjakan sendiri.

💭 Refleksi:
Masalah apa yang sedang membuat Anda takut untuk melangkah? Sudahkah Anda menyerahkannya kepada Tuhan dan percaya bahwa tidak ada yang mustahil bagi-Nya?

🙏 Doa

Ya Tuhan, kuatkan imanku untuk tetap melangkah bersama-Mu. Saat aku merasa lemah dan takut, ingatkan aku bahwa Engkaulah sumber pertolongan dan kemenangan. Ajarku untuk selalu mengandalkan-Mu dalam setiap langkah hidupku. Amin.

Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.