Gereja Kristen Kalam Kudus (GKKK) Tepas Kesamben Blitar

Renungan Harian : 🛡️ Keberanian dari Iman

Ilustrasi Daud berdiri menghadapi Goliat dengan penuh iman karena penyertaan Tuhan.
 Bacaan Firman Tuhan: 1 Samuel 17:1-39

"TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu." (1 Samuel 17:37)

Setiap orang memiliki "Goliat" dalam hidupnya. Bisa berupa masalah, ketakutan, kegagalan, atau pergumulan yang terasa begitu besar hingga membuat kita kehilangan keberanian.

Ketika seluruh tentara Israel, bahkan Raja Saul, diliputi rasa takut, Daud melihat keadaan dengan cara yang berbeda. Ia tidak terpaku pada besarnya Goliat, tetapi mengingat betapa besar dan setianya Tuhan yang telah menolongnya selama ini. Pengalamannya bersama Tuhan membuat imannya lebih besar daripada rasa takutnya.

Saat Saul menawarkan baju perang, Daud memilih untuk tidak memakainya. Ia sadar bahwa kemenangan bukan berasal dari perlengkapan yang hebat, melainkan dari penyertaan Tuhan. Yang menjadi kekuatannya bukanlah senjata, tetapi iman kepada Allah yang hidup.

Sering kali kita juga tergoda mengandalkan kemampuan sendiri atau mencari rasa aman dari hal-hal duniawi. Namun, Tuhan mengingatkan bahwa keberanian sejati lahir ketika kita percaya kepada-Nya. Semakin kita mengenal kesetiaan Tuhan, semakin kuat pula kita menghadapi setiap tantangan.

💭 Refleksi:
Apa "Goliat" yang sedang Anda hadapi hari ini? Sudahkah Anda melihat besarnya masalah itu, atau justru lebih dahulu mengingat kebesaran Tuhan yang selalu menyertai Anda?

🙏 Doa

Ya Tuhan, ketika aku merasa takut menghadapi pergumulan hidup, ingatkan aku akan kesetiaan-Mu. Kuatkan imanku agar aku berani melangkah, bukan karena kekuatanku, tetapi karena Engkau selalu menyertaiku. Amin.

Share:

Renungan Harian : 🎵 Kegelisahan dan Ketenangan

 Bacaan Firman Tuhan: 1 Samuel 16:14-23

"Setiap kali Daud memainkan kecapi, Saul merasa lega dan nyaman." (1 Samuel 16:23)

Saul adalah seorang raja, tetapi kedudukan dan kekuasaan tidak membuat hatinya tenang. Ia diliputi kegelisahan yang tidak mampu diatasi dengan kekuatan manusia. Lalu Tuhan memakai Daud, seorang gembala muda yang sederhana, untuk melayani Saul. Melalui alunan kecapinya, hati Saul menjadi tenang dan memperoleh kelegaan.

Daud mengajarkan bahwa Tuhan dapat memakai hal-hal sederhana untuk menjadi berkat bagi orang lain. Sebelum menjadi raja, Daud terlebih dahulu belajar melayani dengan setia. Ia tidak mencari perhatian, tetapi menghadirkan ketenangan bagi seseorang yang sedang terluka.

Di sekitar kita pun ada banyak orang yang sedang bergumul dengan kecemasan, kelelahan, atau beban hidup. Mungkin kita tidak memiliki kemampuan bermain musik seperti Daud, tetapi Tuhan dapat memakai perkataan yang menguatkan, doa yang tulus, perhatian yang sederhana, atau kehadiran kita untuk membawa damai bagi mereka.

Hati yang dekat dengan Tuhan akan memancarkan ketenangan kepada orang lain. Ketika kita hidup dalam hadirat-Nya, Tuhan memakai hidup kita menjadi saluran kasih dan penghiburan bagi dunia yang sedang gelisah.

💭 Refleksi:
Apakah kehadiran Anda membawa ketenangan bagi orang-orang di sekitar? Siapa yang hari ini membutuhkan doa, perhatian, atau kata-kata yang menguatkan dari Anda?

🙏 Doa

Ya Tuhan, penuhi hatiku dengan damai sejahtera-Mu. Pakailah hidupku menjadi saluran penghiburan, sehingga melalui perkataan, doa, dan tindakanku, orang lain dapat merasakan kasih dan ketenangan yang berasal dari-Mu. Amin.

Share:

Pujian Ibadah GKKK Tepas | 12 Juli 2026

1. S'bab Kau Besar
Nada Dasar: G [1]
[Verse]
G Bm E
Ku b'ri kemuliaan dan hormat
Am F D
Ku angkat suara pujian, ku agungkan nama-Mu
G Bm E
Ku b'ri kemuliaan dan hormat
Am C D
Ku angkat suara pujian, ku agungkan nama-Mu [1]
[Chorus]
G Em
S'bab Kau Besar, perbuatan-Mu ajaib
C Am7 D
Tiada seperti Engkau, tiada seperti Engkau
G Em
S'bab Kau Besar, perbuatan-Mu ajaib
C Am7 D G
Tiada seperti Engkau, tiada seperti Engkau [1]

2. Hari Ini Kurasa Bahagia
Nada Dasar: C [1, 2]
[Verse]
C Em F C
Hari ini ku rasa bahagia
Am D G
Berkumpul bersama saudara seiman
C Em F C
Tuhan Yesus t'lah satukan kita
Am F G C
Tanpa memandang di antara kita [1, 2]
[Pre-Chorus]
C Em F G C
Bergandengan tangan, dalam kasih dalam satu hati
Am D G
Berjalan dalam terang kasih Tuhan [1, 2]
[Chorus]
F G Em Am
Kau sahabatku, Kau saudaraku
F G C C7
Tiada yang dapat memisahkan kita
F G Em Am
Kau sahabatku, Kau saudaraku
F G C
Tiada yang dapat memisahkan kita [1, 2]

3. Hati Ku Percaya
Nada Dasar: C [1]
[Verse]
C Em Am G
Saat ku tak melihat jalan-Mu
F Em Dm G
Saat ku tak mengerti rencana-Mu
C Em Am F
Namun tetap ku pegang janji-Mu
Dm Em Dm G C
Pengharapanku hanya pada-Mu [1]
[Chorus]
F G C F G C
Hatiku percaya, hatiku percaya
F G Am F G C
Hatiku percaya, s'lalu ku percaya [1]

4. Kau Telah Memilihku
Nada Dasar: D [1]
[Verse 1]
D Bm Em A
Kau telah memilihku sebelum dunia dibentuk
F#sus4 F# Bm D/A E/G#
Betapa aku bersyukur pada-Mu
D/A A D
Ya Tuhan Allahku [1]
[Verse 2]
D Bm Em A
Kau telah memanggilku sebagai utusan-Mu
F#sus4 F# Bm D/A E/G#
Betapa aku bersyukur pada-Mu
D/A A D
Atas kebaikan-Mu
[Chorus]
G A F#m Bm
S'bab itu ku serahkan jiwa ragaku
Em A D D7
S'bagai persembahan yang kudus
G A F#m Bm
Pimpinlah jalanku Tuhan menurut kehendak-Mu
Em A D
S'panjang masa kehidupanku

5. Ku Cinta Keluarga Tuhan
Nada Dasar: C
[Chorus / Main Verse]
C F C A7
Kucinta keluarga Tuhan
Dm G C G
Teramat manis tiada bandingnya
C F Em Am
Kucinta keluarga Tuhan
Dm G C
Masing-masing saling mengasihi [1]
[Chorus]
F G C A7
Melayani bersama, bersekutu bersama
Dm G C C7
Membina hidup dalam firman-Nya
F G Em Am
Kucinta keluarga Tuhan
Dm G C
Masing-masing saling mengasihi

6. Bapa Yang Lebih Tau
(Lagu ini populer dibawakan oleh NDC Worship)
Nada Dasar: G
[Verse]
G C
Ku tak tahu apa yang 'kan terjadi
Am D G
Di masa depan di dalam hidupku
G C C#dim
Namun satu hal yang ku percaya
D
Kau memegang hidupku
[Chorus]
G D/F#
Bapa yang lebih tahu
Em Bm
Yang terbaik di dalam hidupku
C G/B
Semua jalan-Mu terbaik bagiku
Am D
Ku berserah pada-Mu
G D/F#
Bapa yang lebih tahu
Em Dm G
Rencana-Mu yang paling indah
C G/B
Masa depanku di dalam tangan-Mu
Am D G
Ku aman bersama-Mu

 

Share:

Renungan Harian : ❤️ Tuhan Melihat Hati

Ilustrasi Daud muda menggembalakan domba sebagai lambang hati yang berkenan kepada Tuhan.
 Bacaan Firman Tuhan: 1 Samuel 16:1-13

"Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." (1 Samuel 16:7)

Ketika Samuel melihat Eliab, ia mengira dialah orang yang paling layak menjadi raja. Penampilannya gagah dan berwibawa, sama seperti yang biasanya diharapkan dari seorang pemimpin. Namun, Tuhan memiliki penilaian yang berbeda. Ia tidak melihat rupa atau kedudukan seseorang, melainkan hati yang ada di dalamnya.

Pilihan Tuhan akhirnya jatuh kepada Daud, anak bungsu yang sedang menggembalakan domba. Tidak banyak orang memperhatikannya, tetapi Tuhan melihat kesetiaan, kerendahan hati, dan kehidupan yang siap dipakai-Nya. Apa yang tampak kecil di mata manusia ternyata sangat berharga di hadapan Tuhan.

Sering kali kita merasa minder karena tidak memiliki kemampuan, jabatan, atau pengakuan seperti orang lain. Di sisi lain, kita juga mudah menilai seseorang dari penampilan atau prestasinya. Firman Tuhan hari ini mengingatkan bahwa yang paling penting bukanlah apa yang terlihat oleh manusia, tetapi seperti apa hati kita di hadapan Tuhan.

Jagalah hati agar tetap mengasihi Tuhan, hidup dalam ketulusan, dan setia melakukan kehendak-Nya. Ketika hati kita berkenan kepada-Nya, Tuhan sanggup memakai hidup kita untuk menjadi berkat, sekalipun dunia mungkin belum melihatnya.

💭 Refleksi:
Apa yang selama ini lebih Anda kejar: pengakuan manusia atau hati yang berkenan kepada Tuhan? Sudahkah Anda menjaga hati agar tetap tulus dan setia di hadapan-Nya?

🙏 Doa

Ya Tuhan, bentuklah hatiku agar semakin menyerupai kehendak-Mu. Tolong aku untuk tidak mengejar pujian manusia, tetapi hidup dengan hati yang tulus, rendah hati, dan setia kepada-Mu setiap hari. Amin.

Share:

Renungan Harian :❤️ Totalitas Ketaatan

Bacaan Firman Tuhan: 1 Samuel 15

"Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik daripada kurban sembelihan." (1 Samuel 15:22)

Saul mengira dirinya sudah menaati Tuhan. Ia berhasil mengalahkan bangsa Amalek, tetapi ia sengaja menyisakan Raja Agag dan ternak-ternak terbaik. Menurut pikirannya, itu bukan masalah, bahkan dapat dipersembahkan kepada Tuhan. Namun, Tuhan melihat sesuatu yang berbeda: Saul telah memilih untuk menaati sebagian firman, bukan seluruhnya.

Sering kali kita pun melakukan hal yang sama. Kita rajin beribadah, melayani, atau memberi persembahan, tetapi masih mempertahankan bagian hidup yang tidak ingin kita serahkan kepada Tuhan. Kita menaati firman yang terasa mudah, tetapi mengabaikan firman yang menuntut pengorbanan atau perubahan hati.

Bagi Tuhan, ketaatan bukan sekadar melakukan hal-hal yang terlihat baik. Ketaatan adalah hati yang mau mendengar dan mengikuti kehendak-Nya tanpa memilih-milih. Tuhan lebih menghargai hati yang taat daripada tindakan yang tampak rohani tetapi tidak lahir dari penyerahan diri.

Hari ini, Tuhan kembali mengajak kita untuk memeriksa hati. Apakah ada bagian hidup yang masih kita pertahankan dan belum sungguh-sungguh kita serahkan kepada-Nya? Ketaatan yang utuh mungkin tidak selalu mudah, tetapi selalu membawa kita semakin dekat kepada Tuhan.

💭 Refleksi:
Apakah Anda sedang menaati Tuhan dengan segenap hati, atau hanya pada hal-hal yang sesuai dengan keinginan Anda? Bagian hidup apa yang masih perlu Anda serahkan sepenuhnya kepada Tuhan?

🙏 Doa

Ya Tuhan, ampunilah aku jika selama ini ketaatanku masih setengah hati. Tolong aku untuk mendengar suara-Mu dan taat sepenuhnya kepada kehendak-Mu. Bentuklah hatiku agar semakin mengasihi dan menyenangkan-Mu dalam setiap langkah hidupku. Amin.

Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.