Gereja Kristen Kalam Kudus (GKKK) Tepas Kesamben Blitar

Renungan Harian : 🤝 Persahabatan atau Kebencian?

Ilustrasi dua sahabat saling merangkul sebagai lambang kasih dan persahabatan yang tulus di hadapan Tuhan.
 Bacaan Firman Tuhan: 1 Samuel 18

"Yonatan mengasihi Daud seperti dirinya sendiri." (1 Samuel 18:1)

Dalam pasal ini, kita melihat dua sikap yang sangat berbeda terhadap Daud. Yonatan memilih mengasihi dan mendukungnya, sedangkan Saul membiarkan iri hati menguasai hatinya. Keduanya melihat orang yang sama, tetapi menghasilkan respons yang berbeda.

Yonatan tidak menganggap keberhasilan Daud sebagai ancaman. Ia rela mengesampingkan kepentingan pribadinya dan membangun persahabatan yang tulus. Sebaliknya, Saul mulai membandingkan dirinya dengan Daud. Pujian yang diterima Daud membuat hatinya dipenuhi kecemburuan. Sedikit demi sedikit, iri hati berubah menjadi kebencian yang merusak hidupnya.

Begitu pula dalam kehidupan kita. Ketika melihat orang lain diberkati, berhasil, atau dipakai Tuhan, kita memiliki dua pilihan. Kita dapat bersukacita bersama mereka dan menjadi sahabat yang menguatkan, atau membiarkan iri hati tumbuh hingga menguasai hati kita.

Kasih akan membangun hubungan, tetapi iri hati akan menghancurkannya. Karena itu, jagalah hati agar tetap dipenuhi kasih Tuhan. Ketika kita hidup dekat dengan-Nya, kita akan belajar mengasihi tanpa merasa tersaingi dan bersukacita atas berkat yang Tuhan berikan kepada orang lain.

💭 Refleksi:
Bagaimana sikap hati Anda saat melihat keberhasilan orang lain? Apakah Anda ikut bersyukur, atau diam-diam merasa iri? Mintalah Tuhan memenuhi hati Anda dengan kasih yang tulus seperti Yonatan.

🙏 Doa

Ya Tuhan, jauhkan aku dari iri hati dan kebencian. Penuhilah hatiku dengan kasih, sehingga aku dapat menjadi sahabat yang menguatkan, bersukacita atas keberhasilan orang lain, dan hidup dalam damai bersama sesama. Amin.

Share:

Renungan Harian : 🪨 Iman yang Sederhana

Ilustrasi Daud membawa umban dan batu licin sebagai lambang iman sederhana yang dipakai Tuhan.
 Bacaan Firman Tuhan: 1 Samuel 17:40–58

"Engkau mendatangi aku dengan pedang, tombak, dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN Semesta Alam." (1 Samuel 17:45)

Daud tidak datang menghadapi Goliat dengan perlengkapan perang yang hebat. Ia hanya membawa tongkat, lima batu licin, dan sebuah umban. Di mata manusia, itu tampak terlalu sederhana untuk menghadapi seorang prajurit yang besar dan berpengalaman. Namun, Daud memiliki sesuatu yang jauh lebih berharga, yaitu iman kepada Tuhan.

Daud percaya bahwa kemenangan bukan ditentukan oleh kekuatan senjata, melainkan oleh kuasa Tuhan. Karena itulah ia berani melangkah. Apa yang sederhana di tangan Daud menjadi alat yang luar biasa karena dipakai oleh Allah.

Sering kali kita merasa tidak cukup mampu untuk melayani Tuhan. Kita membandingkan diri dengan orang lain yang lebih berbakat, lebih berpengalaman, atau memiliki lebih banyak kesempatan. Padahal, Tuhan tidak pertama-tama mencari kemampuan yang luar biasa, melainkan hati yang percaya dan bersedia dipakai-Nya.

Jangan pernah meremehkan apa yang ada di tangan Anda hari ini. Talenta yang sederhana, doa yang tulus, kasih yang nyata, dan kesetiaan dalam hal-hal kecil dapat dipakai Tuhan untuk menghadirkan berkat yang besar. Ketika kita menyerahkan hidup kepada-Nya, Tuhan sanggup melakukan perkara yang melampaui kemampuan kita.

💭 Refleksi:
Apa yang selama ini Anda anggap terlalu kecil untuk dipakai Tuhan? Maukah Anda menyerahkan apa yang Anda miliki dan percaya bahwa Tuhan dapat memakainya untuk kemuliaan-Nya?

🙏 Doa

Ya Tuhan, terima kasih karena Engkau tidak melihat besarnya kemampuanku, tetapi hati yang mau percaya kepada-Mu. Pakailah hidupku, talenta, dan segala yang kumiliki untuk menjadi berkat bagi sesama dan memuliakan nama-Mu. Amin.

Share:

Renungan Harian : 🛡️ Keberanian dari Iman

Ilustrasi Daud berdiri menghadapi Goliat dengan penuh iman karena penyertaan Tuhan.
 Bacaan Firman Tuhan: 1 Samuel 17:1-39

"TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu." (1 Samuel 17:37)

Setiap orang memiliki "Goliat" dalam hidupnya. Bisa berupa masalah, ketakutan, kegagalan, atau pergumulan yang terasa begitu besar hingga membuat kita kehilangan keberanian.

Ketika seluruh tentara Israel, bahkan Raja Saul, diliputi rasa takut, Daud melihat keadaan dengan cara yang berbeda. Ia tidak terpaku pada besarnya Goliat, tetapi mengingat betapa besar dan setianya Tuhan yang telah menolongnya selama ini. Pengalamannya bersama Tuhan membuat imannya lebih besar daripada rasa takutnya.

Saat Saul menawarkan baju perang, Daud memilih untuk tidak memakainya. Ia sadar bahwa kemenangan bukan berasal dari perlengkapan yang hebat, melainkan dari penyertaan Tuhan. Yang menjadi kekuatannya bukanlah senjata, tetapi iman kepada Allah yang hidup.

Sering kali kita juga tergoda mengandalkan kemampuan sendiri atau mencari rasa aman dari hal-hal duniawi. Namun, Tuhan mengingatkan bahwa keberanian sejati lahir ketika kita percaya kepada-Nya. Semakin kita mengenal kesetiaan Tuhan, semakin kuat pula kita menghadapi setiap tantangan.

💭 Refleksi:
Apa "Goliat" yang sedang Anda hadapi hari ini? Sudahkah Anda melihat besarnya masalah itu, atau justru lebih dahulu mengingat kebesaran Tuhan yang selalu menyertai Anda?

🙏 Doa

Ya Tuhan, ketika aku merasa takut menghadapi pergumulan hidup, ingatkan aku akan kesetiaan-Mu. Kuatkan imanku agar aku berani melangkah, bukan karena kekuatanku, tetapi karena Engkau selalu menyertaiku. Amin.

Share:

Renungan Harian : 🎵 Kegelisahan dan Ketenangan

 Bacaan Firman Tuhan: 1 Samuel 16:14-23

"Setiap kali Daud memainkan kecapi, Saul merasa lega dan nyaman." (1 Samuel 16:23)

Saul adalah seorang raja, tetapi kedudukan dan kekuasaan tidak membuat hatinya tenang. Ia diliputi kegelisahan yang tidak mampu diatasi dengan kekuatan manusia. Lalu Tuhan memakai Daud, seorang gembala muda yang sederhana, untuk melayani Saul. Melalui alunan kecapinya, hati Saul menjadi tenang dan memperoleh kelegaan.

Daud mengajarkan bahwa Tuhan dapat memakai hal-hal sederhana untuk menjadi berkat bagi orang lain. Sebelum menjadi raja, Daud terlebih dahulu belajar melayani dengan setia. Ia tidak mencari perhatian, tetapi menghadirkan ketenangan bagi seseorang yang sedang terluka.

Di sekitar kita pun ada banyak orang yang sedang bergumul dengan kecemasan, kelelahan, atau beban hidup. Mungkin kita tidak memiliki kemampuan bermain musik seperti Daud, tetapi Tuhan dapat memakai perkataan yang menguatkan, doa yang tulus, perhatian yang sederhana, atau kehadiran kita untuk membawa damai bagi mereka.

Hati yang dekat dengan Tuhan akan memancarkan ketenangan kepada orang lain. Ketika kita hidup dalam hadirat-Nya, Tuhan memakai hidup kita menjadi saluran kasih dan penghiburan bagi dunia yang sedang gelisah.

💭 Refleksi:
Apakah kehadiran Anda membawa ketenangan bagi orang-orang di sekitar? Siapa yang hari ini membutuhkan doa, perhatian, atau kata-kata yang menguatkan dari Anda?

🙏 Doa

Ya Tuhan, penuhi hatiku dengan damai sejahtera-Mu. Pakailah hidupku menjadi saluran penghiburan, sehingga melalui perkataan, doa, dan tindakanku, orang lain dapat merasakan kasih dan ketenangan yang berasal dari-Mu. Amin.

Share:

Pujian Ibadah GKKK Tepas | 12 Juli 2026

1. S'bab Kau Besar
Nada Dasar: G [1]
[Verse]
G Bm E
Ku b'ri kemuliaan dan hormat
Am F D
Ku angkat suara pujian, ku agungkan nama-Mu
G Bm E
Ku b'ri kemuliaan dan hormat
Am C D
Ku angkat suara pujian, ku agungkan nama-Mu [1]
[Chorus]
G Em
S'bab Kau Besar, perbuatan-Mu ajaib
C Am7 D
Tiada seperti Engkau, tiada seperti Engkau
G Em
S'bab Kau Besar, perbuatan-Mu ajaib
C Am7 D G
Tiada seperti Engkau, tiada seperti Engkau [1]

2. Hari Ini Kurasa Bahagia
Nada Dasar: C [1, 2]
[Verse]
C Em F C
Hari ini ku rasa bahagia
Am D G
Berkumpul bersama saudara seiman
C Em F C
Tuhan Yesus t'lah satukan kita
Am F G C
Tanpa memandang di antara kita [1, 2]
[Pre-Chorus]
C Em F G C
Bergandengan tangan, dalam kasih dalam satu hati
Am D G
Berjalan dalam terang kasih Tuhan [1, 2]
[Chorus]
F G Em Am
Kau sahabatku, Kau saudaraku
F G C C7
Tiada yang dapat memisahkan kita
F G Em Am
Kau sahabatku, Kau saudaraku
F G C
Tiada yang dapat memisahkan kita [1, 2]

3. Hati Ku Percaya
Nada Dasar: C [1]
[Verse]
C Em Am G
Saat ku tak melihat jalan-Mu
F Em Dm G
Saat ku tak mengerti rencana-Mu
C Em Am F
Namun tetap ku pegang janji-Mu
Dm Em Dm G C
Pengharapanku hanya pada-Mu [1]
[Chorus]
F G C F G C
Hatiku percaya, hatiku percaya
F G Am F G C
Hatiku percaya, s'lalu ku percaya [1]

4. Kau Telah Memilihku
Nada Dasar: D [1]
[Verse 1]
D Bm Em A
Kau telah memilihku sebelum dunia dibentuk
F#sus4 F# Bm D/A E/G#
Betapa aku bersyukur pada-Mu
D/A A D
Ya Tuhan Allahku [1]
[Verse 2]
D Bm Em A
Kau telah memanggilku sebagai utusan-Mu
F#sus4 F# Bm D/A E/G#
Betapa aku bersyukur pada-Mu
D/A A D
Atas kebaikan-Mu
[Chorus]
G A F#m Bm
S'bab itu ku serahkan jiwa ragaku
Em A D D7
S'bagai persembahan yang kudus
G A F#m Bm
Pimpinlah jalanku Tuhan menurut kehendak-Mu
Em A D
S'panjang masa kehidupanku

5. Ku Cinta Keluarga Tuhan
Nada Dasar: C
[Chorus / Main Verse]
C F C A7
Kucinta keluarga Tuhan
Dm G C G
Teramat manis tiada bandingnya
C F Em Am
Kucinta keluarga Tuhan
Dm G C
Masing-masing saling mengasihi [1]
[Chorus]
F G C A7
Melayani bersama, bersekutu bersama
Dm G C C7
Membina hidup dalam firman-Nya
F G Em Am
Kucinta keluarga Tuhan
Dm G C
Masing-masing saling mengasihi

6. Bapa Yang Lebih Tau
(Lagu ini populer dibawakan oleh NDC Worship)
Nada Dasar: G
[Verse]
G C
Ku tak tahu apa yang 'kan terjadi
Am D G
Di masa depan di dalam hidupku
G C C#dim
Namun satu hal yang ku percaya
D
Kau memegang hidupku
[Chorus]
G D/F#
Bapa yang lebih tahu
Em Bm
Yang terbaik di dalam hidupku
C G/B
Semua jalan-Mu terbaik bagiku
Am D
Ku berserah pada-Mu
G D/F#
Bapa yang lebih tahu
Em Dm G
Rencana-Mu yang paling indah
C G/B
Masa depanku di dalam tangan-Mu
Am D G
Ku aman bersama-Mu

 

Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.