Renungan Harian " Salah Memahami Kehadiran Tuhan " ~ Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar

Renungan Harian " Salah Memahami Kehadiran Tuhan "

Yesus berjalan di atas air menghampiri perahu murid di tengah badai
Salah Memahami Kehadiran Tuhan
Setelah orang banyak hendak menjadikan Yesus raja secara paksa, Ia memilih menyingkir ke gunung seorang diri. Sementara itu, malam turun dengan sunyi. Para murid berangkat menyeberangi danau menuju Kapernaum. Yesus tidak bersama mereka di perahu. Hanya gelap, angin kencang, dan gelombang yang makin mengguncang perjalanan mereka.

Di tengah kelelahan dan ketakutan, sesuatu yang tak terduga terjadi. Mereka melihat Yesus berjalan di atas air, mendekati perahu. Namun alih-alih bersukacita, para murid justru ketakutan. Dalam kondisi fisik yang lemah dan batin yang tertekan, mereka salah memahami kehadiran Yesus. Yang seharusnya menjadi pengharapan, justru mereka anggap sebagai ancaman.

Bukankah sering kali kita pun demikian? Saat badai hidup datang—ketika doa terasa sunyi, jalan terasa gelap, dan tenaga hampir habis—kita mudah salah menafsirkan kehadiran Tuhan. Kita merasa Ia jauh, bahkan menakutkan, karena hidup tidak berjalan seperti yang kita harapkan.

Namun Yesus berkata dengan lembut namun penuh kuasa, “Ini Aku.” Ungkapan ini bukan sekadar sapaan penenang. “Egō Eimi” adalah pernyataan jati diri Ilahi—Tuhan yang sama yang menyatakan diri kepada Musa, Tuhan yang setia menyelamatkan umat-Nya. Yesus hadir bukan hanya untuk menenangkan badai, tetapi untuk menyatakan bahwa Ia tetap ada dan berkuasa.

Menariknya, kehadiran Yesus tidak langsung menghentikan badai. Tetapi ketika Ia naik ke perahu, mereka sampai ke tujuan. Inilah pengharapan iman: Tuhan tidak selalu menghilangkan badai, tetapi kehadiran-Nya menjamin arah hidup kita tidak akan meleset.

Kadang justru di tempat paling sulit—di “pedalaman” hidup kita, saat segala kenyamanan dicabut—kita belajar mengenal Tuhan dengan lebih nyata. Di sanalah iman dimurnikan dan pengharapan diteguhkan.

Renungan hari ini mengajak kita bertanya dengan jujur:
Apakah aku sedang berada dalam badai?
Apakah aku keliru menilai kehadiran Tuhan karena rasa takutku sendiri?
Maukah aku mengundang Yesus masuk ke dalam “perahu” hidupku?

Ketika Tuhan ada di perahu, tujuan tetap tercapai.

Doa
Tuhan Yesus, sering kali kami salah memahami kehadiran-Mu ketika hidup diguncang badai. Ampuni kami saat ketakutan membuat kami meragukan kasih dan penyertaan-Mu. Hari ini kami membuka hati dan mengundang Engkau masuk ke dalam perahu hidup kami. Kuatkan iman kami untuk percaya bahwa Engkau selalu hadir dan setia menuntun kami sampai tujuan-Mu. Amin.
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.