Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar

🌱 Nyata dalam Keseharian

 

Firman Tuhan bukan sekadar teori, tetapi nyata dalam keseharian, menuntun langkah, mengubah sikap, dan menguatkan iman dalam setiap aspek hidup.

Kita sering mendengar istilah NATO – No Action Talk Only. Artinya, banyak bicara tapi tanpa tindakan nyata. Dalam kehidupan beriman, hal ini sama dengan kemunafikan—rajin bicara soal firman, tetapi enggan melakukannya.

Inilah yang Yesus tegur kepada orang Farisi dan ahli Taurat. Mereka sibuk mengkritik hal-hal kecil seperti aturan mencuci tangan sebelum makan, tetapi kehidupan mereka jauh dari kasih dan kebenaran Allah. Mereka tampak saleh di luar, tetapi hati mereka kosong dari kerendahan hati dan kepedulian.

Yesus mau mengingatkan: iman sejati bukan soal penampilan, ritual, atau sekadar kata-kata rohani. Iman sejati adalah hidup yang selaras dengan kehendak Allah, nyata dalam tindakan kasih sehari-hari.

Hari ini, mari kita bercermin. Apakah ibadah kita hanya berhenti di bangku gereja? Apakah firman yang kita dengar sudah menjadi sikap nyata dalam rumah tangga, pekerjaan, dan relasi kita? Jangan sampai kita sibuk mengoreksi orang lain, tetapi lupa menghidupi firman itu sendiri.

Mari mohon pertolongan Roh Kudus, supaya kita mampu menjadi teladan—bukan hanya dalam perkataan, melainkan juga dalam perbuatan. Dengan begitu, iman kita akan benar-benar nyata dalam keseharian. 🌿

Share:

👀 Mata Anda Penuntun Jalan Anda

 

Mata Anda penuntun jalan Anda, firman Tuhan menjadi terang yang menuntun langkah, agar tidak tersesat dan tetap berjalan di jalan kebenaran.
Lukas 11:33-36

Bayangkan Anda berjalan di jalan gelap tanpa lampu. Apa yang terjadi?

Langkah kita pasti ragu-ragu, mudah tersandung, bahkan bisa jatuh ke lubang yang tidak terlihat. Itulah sebabnya lampu jalan dipasang tinggi—supaya cahayanya menuntun orang berjalan dengan aman.

Yesus mengingatkan hal serupa dengan pelita pada zaman-Nya (Luk. 11:33-36). Pelita tidak dinyalakan untuk disembunyikan, melainkan untuk ditempatkan di kaki pelita agar seluruh ruangan terang. Terang itu berbicara bukan hanya soal cahaya fisik, tetapi juga tentang mata rohani kita. Jika mata kita jernih, seluruh hidup akan dipenuhi terang; tetapi bila mata kita gelap, seluruh hidup pun penuh kegelapan.

Mata bukan sekadar organ tubuh, melainkan “jendela hati”. Dari mata, kita belajar bagaimana memandang hidup, orang lain, bahkan Tuhan. Jika pandangan kita hanya terfokus pada hal-hal dunia yang menyesatkan, kita mudah terjebak dalam dosa. Tetapi jika mata hati kita diarahkan kepada Kristus, Sang Terang, maka hidup kita akan dipenuhi damai dan bimbingan-Nya.

Firman Tuhan berkata, “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku” (Mazmur 119:105). Terang dari firman dan kasih Kristus adalah penuntun yang meneguhkan setiap langkah kita.

Hari ini, mari kita bertanya pada diri sendiri:
👉 Ke mana mata hati saya tertuju?
👉 Apakah saya sedang memandang kepada terang Kristus, atau tergoda menatap pada hal-hal yang justru membawa kegelapan?

Mari gunakan mata rohani kita untuk melihat kepada Yesus. Dialah Sang Terang Abadi, penuntun jalan kita, yang tak pernah membiarkan kita berjalan dalam gelap.

Share:

Pujian Ibadah GKKK Tepas 24 Agustus 2025

Share:

✨ Terimalah Tanda Itu!

Terimalah tanda dari firman Tuhan sebagai peneguhan iman, pengharapan, dan kasih yang menuntun hidup pada jalan kebenaran yang sejati

Lukas 11:29-32

Pernahkah Anda melihat seseorang mengabaikan rambu lalu lintas?

Awalnya mungkin terlihat sepele, tetapi akibatnya bisa fatal—kecelakaan, luka, bahkan kehilangan nyawa. Rambu itu sebenarnya bukan sekadar tanda, melainkan peringatan demi keselamatan. Namun, sering kali orang lebih memilih mengikuti keinginannya sendiri daripada memperhatikan tanda yang ada.

Yesus pun pernah menegur orang banyak yang selalu menuntut tanda dari-Nya (Luk. 11:29-32). Padahal, tanda terbesar sudah ada di hadapan mereka: Yesus sendiri! Ia adalah tanda keselamatan, sebagaimana Yunus menjadi tanda bagi pertobatan orang Niniwe. Tetapi, alih-alih percaya, banyak yang tetap menolak, bahkan menguji-Nya.

Bukankah kita pun kadang begitu? Kita sering berkata, “Tuhan, kalau Engkau benar-benar peduli, tunjukkan tanda-Mu… beri aku bukti nyata!” Padahal, tanda kasih dan kuasa-Nya sudah hadir setiap hari: napas kehidupan, keluarga, firman yang kita dengar, doa yang dijawab, bahkan salib dan kebangkitan-Nya yang sudah meneguhkan bahwa keselamatan itu nyata.

Renungannya sederhana:
👉 Apakah saya masih menuntut tanda lain, padahal Kristus sudah menjadi tanda terbesar bagi hidup saya?
👉 Apakah saya benar-benar mengizinkan tanda itu mengubah arah hidup saya menuju pertobatan?

Mari kita belajar untuk tidak lagi hidup menurut kemauan sendiri, melainkan taat pada Yesus—Sang Tanda itu sendiri. Terimalah Dia, kenalilah Dia, dan hiduplah seturut firman-Nya. Karena hanya dengan begitu, perjalanan hidup kita akan selamat dan penuh damai sejahtera.

Share:

🌿 Sumber Kebahagiaan

 

Lukas 11:27-28

Seorang lanjut usia pernah merasa hidupnya tidak bahagia. Ia sering mengeluh karena merasa anak dan cucunya kurang memedulikannya. Baginya, keluarga adalah harta paling berharga, tetapi ketika perhatian itu tidak ia rasakan, hatinya dipenuhi kesedihan. Hingga suatu hari ia sakit dan dirawat di ICU. Di sanalah ia menemukan sesuatu yang luar biasa: sumber kebahagiaan sejati.

Seorang perawat Kristen dengan penuh kasih bukan hanya merawat secara medis, tetapi juga memutarkan renungan firman Tuhan dari gawainya. Dari situ, lansia tersebut menyadari bahwa kebahagiaan sejati bukan bersumber dari anak, cucu, atau harta, melainkan dari firman Tuhan yang hidup.

Pengalaman itu mengingatkan kita pada seorang ibu yang berseru di tengah kerumunan kepada Yesus (Luk. 11:27). Namun Yesus menegaskan bahwa kebahagiaan yang sejati bukan hanya karena keluarga atau hal-hal yang menyenangkan hati kita, melainkan karena mendengarkan firman Allah dan memeliharanya.

Apa artinya mendengarkan dan memelihara firman Tuhan?
1️⃣ Datang kepada Tuhan dan menikmati hadirat-Nya yang membawa damai sejahtera.
2️⃣ Membuka telinga dan hati, membiarkan firman Tuhan menguasai pikiran dan keputusan kita.
3️⃣ Dengan pertolongan Roh Kudus, merenungkan firman dan berusaha mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari.
4️⃣ Menyadari bahwa firman itu bukan hanya tulisan, melainkan Sang Firman yang hidup, Yesus Kristus sendiri.

Sahabat, mari kita mengingat bahwa sumber kebahagiaan sejati hanya ada di dalam Tuhan. Dialah yang mampu mengisi hati kita dengan damai, sukacita, dan kekuatan, bahkan di tengah kelemahan dan kesedihan.


🙏 Doa

Tuhan Yesus, kami sering mencari kebahagiaan pada hal-hal duniawi, bahkan pada orang-orang terdekat kami. Namun hari ini kami diingatkan bahwa hanya Engkaulah sumber kebahagiaan sejati. Penuhi hati kami dengan firman-Mu, agar hidup kami selalu dipimpin oleh kasih dan damai-Mu.
Amin.

Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.