Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar

Negosiasi yang Tepat

Dalam hidup, negosiasi adalah hal yang wajar. Kita bernegosiasi di tempat kerja, di rumah, bahkan dalam hubungan sosial sehari-hari. Tujuannya sederhana: mencari kesepakatan yang terbaik bagi semua pihak. Namun, tidak semua negosiasi berujung baik — tergantung dari motif dan hati yang melatarbelakanginya.

Yudas Iskariot juga bernegosiasi. Namun, negosiasi yang ia lakukan bukan untuk kebaikan, melainkan untuk menuruti bujukan Iblis. Ia bersepakat dengan imam-imam kepala untuk menyerahkan Yesus — Gurunya sendiri — demi sejumlah uang. Baginya, kesepakatan itu “menguntungkan”. Namun di mata Tuhan, itu adalah pengkhianatan.

Yudas adalah murid yang telah melihat kasih, kuasa, dan mukjizat Yesus secara langsung. Ia hidup dekat dengan Sang Juruselamat, tetapi hatinya tidak benar-benar melekat pada-Nya. Hati yang tidak dijaga menjadi celah bagi Iblis untuk menanamkan tipu dayanya. Akhirnya, Yudas menukar kasih Yesus dengan keuntungan duniawi yang fana.

🌿 Refleksi

Sering kali, kita pun terjebak dalam “negosiasi kecil” yang tampak sepele.
Kita menawar waktu doa dengan alasan sibuk. Kita menunda membaca Alkitab karena lelah. Kita menukar kesetiaan rohani dengan kenyamanan pribadi. Tanpa sadar, kita sedang bernegosiasi dengan Iblis — bukan dengan Tuhan.

Keputusan kecil yang salah hari ini dapat membawa akibat besar di kemudian hari. Karena itu, kita perlu bijak memilih dengan siapa dan untuk apa kita “bernegosiasi”. Apakah untuk memuliakan Tuhan, atau demi kepentingan diri sendiri?

Penerapan

Mari belajar menempatkan Tuhan di posisi utama dalam setiap keputusan hidup kita.
Sebelum bertindak, tanyakan dalam hati:

“Apakah ini menyenangkan hati Tuhan?”

Jika jawabannya “tidak”, jangan lanjutkan. Karena negosiasi terbaik bukanlah yang menguntungkan diri, tetapi yang meneguhkan iman dan memuliakan Kristus.

🙏 Doa

Tuhan Yesus,
ajarilah kami untuk berhikmat dalam mengambil keputusan setiap hari.
Jauhkan kami dari godaan untuk berkompromi dengan dosa.
Bila hati kami mulai tergoda oleh hal-hal dunia, ingatkan kami akan kasih dan pengorbanan-Mu yang begitu besar.
Teguhkan kami agar selalu menomorsatukan Engkau dalam setiap pilihan hidup kami.
Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa.
Amin.

Share:

Pujian Perayaan Natal GKKK Tepas 2025

Share:

Firman Tuhan: "Jagalah Pikiranmu!"

Jagalah pikiran! Ketakutan & niat jahat (Lukas 22:1-2) berawal dari hati yang tak dijaga. Isi dengan Firman Tuhan agar damai sejahtera Kristus pimpin hati & langkahmu
📖 Lukas 22:1–2

Kita semua pasti pernah berada dalam situasi di mana rasa takut begitu kuat menguasai hati. Takut gagal, takut kehilangan, takut akan masa depan. Ketakutan yang tidak dikendalikan dapat membuat kita mengambil keputusan yang salah—bahkan bertentangan dengan kehendak Tuhan.

Inilah yang terjadi pada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat ketika mereka bersekongkol mencari cara untuk membunuh Yesus. Ironisnya, hal itu terjadi menjelang hari raya Paskah, saat seharusnya mereka mempersiapkan diri untuk beribadah dan bersyukur atas karya penyelamatan Allah.

Orang-orang yang mestinya menjadi pembawa terang justru dikuasai oleh kegelapan hati. Mereka takut kehilangan kuasa dan pengaruh di hadapan rakyat, sehingga mereka lebih memilih menyingkirkan Yesus daripada menerima kebenaran yang Dia bawa. Dari sini kita belajar bahwa dosa sering kali dimulai dari pikiran dan niat hati yang tidak dijaga.

Ketakutan mereka tidak muncul tiba-tiba. Itu tumbuh perlahan dari benih iri hati, rasa terancam, dan keengganan mengakui kebenaran. Hati yang dibiarkan dipenuhi pikiran negatif akhirnya melahirkan tindakan jahat. Demikian pula dengan kita — ketika pikiran tidak dijaga, kita mudah tergoda untuk membenarkan diri sendiri, membenci orang lain, atau menolak suara Tuhan yang mengoreksi kita.

🌿 Refleksi Modern

Bayangkan sebuah taman yang indah. Bila kita membiarkan rumput liar tumbuh tanpa dikendalikan, perlahan taman itu akan tertutup semak dan kehilangan keindahannya. Begitu juga pikiran kita — bila dibiarkan dipenuhi ketakutan, iri, atau kemarahan, keindahan kasih Tuhan di hati kita akan tertutup. Karena itu, jagalah pikiranmu seperti seorang tukang kebun yang rajin mencabut gulma setiap hari.

Penerapan

Menjaga pikiran berarti menyaring apa yang kita izinkan masuk ke dalam hati dan pikiran kita.
Firman Tuhan, doa, dan persekutuan dengan orang percaya menolong kita agar pikiran selalu diarahkan kepada kebenaran dan kasih Kristus. Saat rasa takut mulai menguasai, ingatlah bahwa Tuhan memegang kendali atas segala hal. Ketika kita menyerahkan pikiran dan hati kepada-Nya, damai sejahtera Allah akan memelihara kita (Filipi 4:7).

🙏 Doa

Tuhan Yesus, tolong kami untuk menjaga pikiran dan hati kami di bawah kendali kasih-Mu.
Ketika ketakutan atau kekhawatiran mulai menguasai, ingatkan kami bahwa Engkau berdaulat atas hidup kami. Bersihkan hati kami dari iri, amarah, dan keinginan yang jahat.
Ajarlah kami berpikir seperti Engkau berpikir, agar setiap keputusan yang kami ambil menyenangkan hati-Mu.
Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa.
Amin.

Share:

Pujian Ibadah GKKK Tepas | 12 Oktober 2025

Lirik :

Sujud dan teridma kasih

Kasih Tuhan sungguh muliaTulus dan sempurna mengasihikuPengorbanan di KalvariSungguh berharga Kau tebus dosaku
Terpujilah Tuhan YesusDitinggikan diatas pujianHo dari dalam lubuk hatikuKusujud dan bert'rima kasih
Kasih Tuhan tak bersyaratTak seperti cinta yang ada di duniaS'lalu memb'ri lebih dari yang layak kuterima di hidupku
Terpujilah Tuhan YesusDitinggikan diatas pujianDari dalam lubuk hatikuKusujud dan bert'rima kasih
Terpujilah Tuhan YesusDitinggikan diatas pujianHo dari dalam lubuk hatikuKusujud dan bert'rima kasih

KITA DIPILIH

KITA DIPILIH DARI S'GALA BANGSA
KITA DIPILIH JADI UMAT-NYA
KITA DIPILIH DAN DIKUDUSKAN-NYA
MEMBAWA KEMULIAAN HANYA BAGI-NYA

TERIMALAH KEMULIAAN DAN HORMAT KAMI
TERIMALAH SEMBAH KAMI, PUJIAN KAMI
TERIMALAH KEMULIAAN DAN HORMAT KAMI
TERIMALAH SEMBAH DAN PUJIAN KAMI

Kuberserah Penuh

[Verse]
Engkau hadir di setiap langkahku
Kau pelita di setiap jalanku
Dan ku tau hidupku dalamMu
Sesuai rencanaMu
Dalam kelam tak akan kuragu
Dalam badai tak akan kugoyah
Dan ku tau dalam kesesakan
Kau peliharaku

[Chorus]
Kuberserah penuh
Kuberserah penuh
Yesus Kaulah Tuhan
Kaulah kes’lamatanku
Kuberserah penuh
Kuberserah penuh
Yesus Kaulah Tuhan
Kaulah kemenanganku

[Verse 2]
Engkau hadir di setiap langkahku
Kau pelita di setiap jalanku
Dan ku tau hidupku dalamMu
Sesuai rencanaMu
Dalam kelam tak akan kuragu
Dalam badai tak akan kugoyah
Dan ku tau dalam kesesakan
Kau peliharaku


Dalamnya Kasih-Mu Bapa

[Verse]
Dalamnya kasih-Mu Bapa
Terlebih dari s'galanya
Pengorbanan yang termulia s'lamatkanku

[Pre-Chorus]
Dengan darah yang tercurah
Ampuniku atas dosa
Ku bersujud kepada-Mu
Oh, Yesusku

[Chorus]
Engkau kusembah
Kau Yang terindah
Pulihkan ku dengan darah-Mu
Engkau kusembah Bapa mulia
Seumur hidupku
Ku mau menyembah-Mu

[Verse]
Dalamnya kasih-Mu Bapa
Terlebih dari s'galanya
Pengorbanan yang termulia s'lamatkanku


Suka-suka-Mu Tuhan

Sungguhlah hidupku t’lah ditebus
Oleh kuasa darah yang kudus
Sekarang hidupku bukan milikku lagi

Apa pun yang Tuhan mau lakukan
Apa pun yang Tuhan mau inginkan
Asalkan Tuhanku senang, s’mua kurelakan
Nama-Nya dimuliakan

Chorus:
Suka-suka-Mu Tuhan, suka-suka-Mu Tuhan
Suka-suka-Mu Tuhan, suka-suka-Mu Tuhan
Suka-suka-Mu Tuhan, suka-suka-Mu Tuhan
Suka-suka-Mu Tuhan, suka-suka-Mu Tuhan


Share:

Firman Tuhan : "Tetap Berjagalah!"

Jaga hatimu! Yesus minta kita berjaga-jaga sambil berdoa agar tak terjerat nafsu dunia (pesta pora, kemabukan) dan siap sedia saat kedatangan-Nya. Firman Tuhan menuntunmu.

Saat kita memiliki barang berharga, kita melindunginya sebaik mungkin. Rumah dipasangi alarm dan dijaga satpam. Gawai baru diberi pelindung agar tidak rusak jika terjatuh. Kendaraan diasuransikan. Semua itu adalah bentuk antisipasi — upaya menjaga sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.

Namun, jika barang berharga saja kita jaga sedemikian rupa, bagaimana dengan hidup kita sendiri? Apa yang sudah kita lakukan untuk menjaga hati dan menantikan kedatangan Tuhan? Bukankah hidup kita jauh lebih berharga dari segala harta duniawi?

Hari Tuhan pasti akan datang. Banyak orang mencoba menebak-nebak kapan waktunya, tetapi Yesus dengan jelas mengatakan bahwa tak seorang pun tahu hari atau jamnya. Daripada sibuk berspekulasi, Yesus mengajar kita untuk berjaga-jaga dan berdoa.

Berjaga-jaga berarti hidup dengan kesadaran penuh bahwa setiap hari adalah kesempatan untuk menyenangkan hati Tuhan. Kita diajak untuk waspada terhadap hal-hal yang dapat menumpulkan kepekaan rohani: pesta pora, kemabukan, dan kepentingan duniawi yang bisa menjerat hati (ayat 34).

Namun, Yesus tidak hanya berkata “berjagalah”, tetapi menambahkan, “berjagalah sambil berdoa.” Doa membuat kita kuat melawan godaan, memberi ketenangan di tengah badai kehidupan, dan menolong kita tetap fokus pada kehendak Tuhan. Doa bukan sekadar kata-kata, melainkan napas iman — bukti bahwa kita bergantung penuh pada Allah.

Yesus sendiri menjadi teladan. Ia mengajar di Bait Allah setiap hari, dan malam harinya berdoa di Bukit Zaitun (ayat 37). Teladan ini menunjukkan keseimbangan hidup antara pelayanan aktif dan persekutuan pribadi dengan Bapa. Ia tidak hanya berbicara tentang berjaga-jaga, tetapi melakukannya dengan nyata.

🌿 Refleksi

Seorang penjaga mercusuar bertugas memastikan lampu pandu tetap menyala di malam hari. Ia tidak bisa tidur sembarangan, karena jika lampu padam, kapal-kapal bisa karam. Begitu juga dengan kita — Tuhan mempercayakan “mercusuar” kehidupan kepada kita. Iman, doa, dan ketaatan adalah cahaya yang harus terus menyala agar dunia melihat Kristus melalui hidup kita.

🙏 Doa

Tuhan Yesus, ajarlah kami untuk selalu berjaga-jaga dan tidak terlena oleh kenyamanan dunia. Jadikan doa dan firman-Mu pelita bagi langkah kami. Ketika hati kami mulai lelah atau goyah, kuatkan kami untuk tetap setia dan peka terhadap kehendak-Mu.
Kiranya hidup kami memancarkan terang-Mu, agar banyak orang mengenal kasih dan kebenaran-Mu.
Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa.
Amin.

Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.