Gereja Kristen Kalam Kudus Tepas Kesamben Blitar

Renungan Harian " Pilihlah Tuhan Hari Ini "

Seseorang berdiri di persimpangan jalan sebagai simbol memilih Tuhan dalam firman Tuhan

Pilihlah Tuhan Hari Ini

Renungan dari Yosua 24:1–28

Hidup kita dipenuhi dengan berbagai pilihan.
Kita memilih tempat tinggal, pendidikan, pekerjaan, bahkan pasangan hidup. Setiap pilihan biasanya kita pikirkan dengan matang karena memengaruhi masa depan kita.

Namun ada satu pilihan yang jauh lebih penting daripada semua pilihan itu—pilihan yang bukan hanya memengaruhi hidup kita di dunia, tetapi juga kekekalan kita.

Itulah pilihan untuk mengikut Tuhan.

Di akhir hidupnya, Yosua mengumpulkan bangsa Israel dan mengingatkan mereka tentang perjalanan panjang yang telah Tuhan lakukan bagi mereka. Dari zaman nenek moyang mereka, Tuhanlah yang memanggil, memimpin, melindungi, dan memberikan tanah perjanjian kepada mereka.

Semua itu adalah bukti kesetiaan Tuhan.

Setelah mengingatkan karya Tuhan tersebut, Yosua menantang bangsa Israel untuk membuat sebuah keputusan penting: apakah mereka akan tetap menyembah Tuhan atau mengikuti allah-allah lain.

Di tengah tantangan itu, Yosua memberikan teladan yang sangat kuat. Ia berkata,
“Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN.”

Yosua tidak menunggu keputusan orang lain. Ia terlebih dahulu menentukan pilihan hidupnya. Ia tahu bahwa mengikut Tuhan bukan sekadar tradisi atau ikut-ikutan, tetapi sebuah keputusan pribadi yang harus dijalani dengan kesadaran penuh.

Yosua juga mengingatkan bahwa pilihan ini tidak mudah. Mengikut Tuhan berarti meninggalkan hal-hal yang dapat menjadi berhala dalam hidup kita.

Renungan ini juga berbicara kepada kita hari ini.

Apa yang paling menguasai hati kita?
Apakah Tuhan benar-benar menjadi yang utama dalam hidup kita?
Ataukah ada hal-hal lain yang diam-diam menggantikan posisi Tuhan?

Hari ini kita juga dihadapkan pada pilihan yang sama. Kita tidak bisa hidup di tengah-tengah. Kita harus menentukan sikap.

Mari dengan sungguh-sungguh berkata seperti Yosua:
aku dan keluargaku akan tetap mengikut Tuhan.

Doa

Tuhan, terima kasih karena Engkau telah setia memimpin hidupku sampai hari ini. Tolong aku untuk memilih Engkau setiap hari dalam hidupku. Beri aku keberanian untuk meninggalkan segala sesuatu yang dapat menjauhkan aku dari-Mu. Biarlah hidupku dan keluargaku selalu setia menyembah Engkau. Amin.

Share:

Pujian Ibadah GKKK Tepas | 15 Maret 2026

 

Share:

Renungan Harian "Tetap Berpaut pada Tuhan"

Orang berpegangan pada batu karang sebagai simbol berpaut pada Tuhan dalam firman Tuhan

Tetap Berpaut pada Tuhan

Renungan dari Yosua 23

Setiap orang yang berada di akhir hidupnya biasanya akan menyampaikan pesan yang paling penting bagi orang-orang yang ditinggalkan. Pesan itu bukan sekadar kata-kata biasa, tetapi sesuatu yang dianggap sangat berharga.

Demikian juga dengan Yosua. Di akhir hidupnya, ia memberikan wasiat kepada bangsa Israel. Dari seluruh pesan yang ia sampaikan, inti pesannya sebenarnya sangat sederhana namun sangat penting:

tetap berpaut kepada Tuhan.

Bangsa Israel saat itu sedang menikmati masa yang baik. Mereka telah memasuki tanah perjanjian. Mereka hidup dalam keamanan dan kelimpahan. Justru dalam keadaan seperti itulah bahaya sering muncul—hati manusia mudah berpaling dari Tuhan.

Yosua tahu bahwa godaan terbesar bagi umat Tuhan bukan hanya penderitaan, tetapi juga kenyamanan. Ketika hidup terasa cukup, kita bisa mulai bersandar pada kekuatan sendiri, pada harta, atau pada hal-hal yang terlihat.

Karena itu Yosua mengingatkan mereka akan dua hal penting.

Pertama, ingatlah perbuatan Tuhan di masa lalu.
Semua yang mereka miliki bukan hasil kekuatan mereka sendiri. Tuhanlah yang berperang bagi mereka, Tuhanlah yang memberi kemenangan, dan Tuhanlah yang membawa mereka sampai di tanah perjanjian.

Ketika kita mengingat karya Tuhan dalam hidup kita, hati kita akan tetap rendah hati dan terus bergantung kepada-Nya.

Kedua, jangan terpengaruh oleh lingkungan yang menjauhkan dari Tuhan.
Bangsa Israel hidup di tengah bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Jika mereka tidak berhati-hati, mereka bisa mengikuti cara hidup yang sama dan akhirnya berpaling dari Tuhan.

Hal ini juga berlaku bagi kita. Dunia di sekitar kita sering menawarkan banyak hal yang bisa menjauhkan kita dari Tuhan.

Renungan hari ini mengajak kita bertanya dengan jujur:
Apakah aku masih berpaut pada Tuhan?
Ataukah aku mulai lebih bergantung pada diriku sendiri?

Tetaplah dekat dengan Tuhan. Ingatlah selalu kebaikan-Nya, dan jagalah hati agar tidak terbawa oleh pengaruh yang menjauhkan kita dari-Nya.

Doa

Tuhan, terima kasih atas segala kebaikan-Mu dalam hidupku. Engkau yang memimpin dan menolongku sampai hari ini. Tolong aku untuk selalu berpaut kepada-Mu dan tidak mengandalkan kekuatanku sendiri. Jagalah hatiku agar tidak terpengaruh oleh hal-hal yang menjauhkan aku dari-Mu. Amin.

Share:

Renungan Harian "Menghindari Konflik dengan Komunikasi yang Bijak"

Dua kelompok berdialog damai sebagai simbol komunikasi bijak dalam firman Tuhan

Menghindari Konflik dengan Komunikasi yang Bijak

Renungan dari Yosua 22:9–34

Konflik sering muncul dalam hubungan manusia.
Di keluarga, di tempat kerja, bahkan di dalam pelayanan. Banyak konflik sebenarnya bukan karena masalah besar, tetapi karena kesalahpahaman dan komunikasi yang buruk.

Hal seperti itu juga hampir terjadi di antara suku-suku Israel.

Ketika suku Ruben, Gad, dan setengah suku Manasye kembali ke wilayah mereka di sebelah timur Sungai Yordan, mereka mendirikan sebuah mezbah yang besar. Suku-suku Israel lainnya yang tinggal di Kanaan langsung curiga. Mereka mengira mezbah itu didirikan untuk menyembah allah lain.

Kecurigaan ini sangat serius. Dalam pengalaman sebelumnya, penyembahan kepada allah lain pernah mendatangkan hukuman Tuhan atas seluruh bangsa. Karena itu, mereka sangat waspada.

Namun yang menarik adalah cara mereka menyelesaikan masalah ini.

Mereka tidak langsung menyerang.
Mereka tidak langsung menghakimi.

Sebaliknya, mereka mengutus delegasi yang dipimpin oleh Pinehas untuk berbicara dengan suku Ruben, Gad, dan Manasye. Mereka bertanya dan mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi.

Ketika penjelasan diberikan, barulah mereka mengerti bahwa mezbah itu bukan untuk penyembahan lain. Mezbah itu hanya menjadi tanda pengingat bahwa mereka tetap satu umat yang menyembah Tuhan yang sama.

Kesalahpahaman pun selesai. Konflik besar yang hampir terjadi berhasil dihindari.

Dari kisah ini kita belajar dua hal penting tentang komunikasi yang sehat.

Pertama, bertanya sebelum menuduh.
Sering kali kita cepat mengambil kesimpulan tentang orang lain tanpa mengetahui fakta yang sebenarnya.

Kedua, mau mendengarkan dengan hati terbuka.
Ketika kita benar-benar mendengar, sering kali kita menemukan bahwa masalahnya tidak sebesar yang kita bayangkan.

Renungan ini mengajak kita untuk lebih bijaksana dalam berkomunikasi. Jangan terburu-buru menilai orang lain. Jangan biarkan prasangka merusak hubungan.

Belajarlah bertanya dengan rendah hati dan mendengarkan dengan empati. Dengan cara itu, banyak konflik dapat diselesaikan bahkan sebelum menjadi besar.

Doa

Tuhan, ajar aku untuk memiliki hati yang bijaksana dalam berkomunikasi. Tolong aku untuk tidak cepat menuduh atau menghakimi orang lain. Beri aku kerendahan hati untuk mendengar dan memahami. Pakailah kata-kataku untuk membawa damai, bukan konflik. Amin.

Share:

Renungan Harian "Jangan Melupakan Tuhan"

Seseorang bersyukur di puncak bukit sebagai simbol mengingat Tuhan dalam firman Tuhan

Jangan Melupakan Tuhan

Renungan dari Yosua 22:1–8

Dalam hidup, sering kali kita lebih mudah mencari Tuhan saat sedang kesulitan. Ketika masalah datang, ketika kebutuhan terasa berat, kita berdoa dengan sungguh-sungguh dan berharap Tuhan menolong kita.

Namun ketika keadaan berubah menjadi lebih baik, ketika berkat datang dan hidup terasa nyaman, tanpa sadar kita mulai melupakan Tuhan.

Inilah salah satu godaan terbesar dalam perjalanan iman.

Bangsa Israel akhirnya memasuki tanah Kanaan. Tuhan telah menepati janji-Nya. Mereka menerima tanah pusaka, menikmati ketenteraman, dan merasakan berkat yang melimpah. Orang Ruben, Gad, dan setengah suku Manasye juga sudah menerima bagian mereka seperti yang dijanjikan Tuhan melalui Musa.

Di tengah situasi yang penuh berkat itu, Yosua memberikan pesan yang sangat penting:
jangan melupakan Tuhan.

Yosua mengingatkan mereka untuk tetap mengasihi Tuhan, berpegang pada firman-Nya, dan setia melakukan kehendak-Nya. Berkat yang mereka terima seharusnya tidak membuat mereka jauh dari Tuhan, tetapi justru semakin mendekat kepada-Nya.

Renungan ini juga berbicara kepada kita hari ini.

Tuhan telah memberikan begitu banyak kebaikan dalam hidup kita. Ia memberi keselamatan melalui Yesus Kristus. Ia memelihara hidup kita setiap hari. Ia menolong kita melewati berbagai pergumulan.

Tetapi apakah kita tetap mengingat Tuhan ketika hidup berjalan baik?

Jangan sampai berkat membuat kita lupa kepada Sang Pemberi berkat. Jangan sampai kenyamanan membuat kita berhenti bersandar kepada Tuhan.

Sebaliknya, setiap berkat seharusnya menjadi alasan untuk semakin mengasihi Tuhan dan hidup setia kepada-Nya.

Mari kita belajar untuk tetap dekat dengan Tuhan, baik saat susah maupun saat senang.

Doa

Tuhan, terima kasih atas segala kebaikan dan berkat-Mu dalam hidupku. Ampuni aku jika sering melupakan Engkau ketika hidup terasa nyaman. Tolong aku untuk selalu mengingat-Mu, mengasihi-Mu, dan hidup setia kepada firman-Mu dalam setiap keadaan. Amin.

Share:

Pujian Ibadah GKKK Tepas | 8 Maret 2026

 

Share:

Renungan Harian "Tuhan Memelihara Hamba-Nya"

Pelayan berjalan di padang rumput sebagai simbol pemeliharaan Tuhan dalam firman Tuhan

Tuhan Memelihara Hamba-Nya

Renungan dari Yosua 21

Sering kali ketika Tuhan memberi tanggung jawab atau pelayanan, muncul pertanyaan dalam hati kita:
“Apakah aku akan cukup? Apakah Tuhan benar-benar memelihara hidupku?”

Dalam Yosua 21, kita melihat bagaimana Tuhan memperhatikan kebutuhan para hamba-Nya. Suku Lewi dipilih untuk melayani Tuhan. Karena tugas mereka khusus, mereka tidak menerima wilayah tanah pusaka seperti suku-suku lain di Israel.

Namun itu bukan berarti mereka dibiarkan tanpa tempat tinggal.

Tuhan memerintahkan agar orang Lewi diberikan 48 kota yang tersebar di antara suku-suku Israel. Di setiap kota juga ada tanah penggembalaan supaya mereka dapat memelihara ternak. Dari situlah mereka memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Bahkan para imam, keturunan Harun, menerima perhatian yang lebih khusus. Ini menunjukkan bahwa Tuhan sungguh mengerti kebutuhan setiap hamba-Nya.

Tuhan tidak hanya memanggil untuk melayani—Ia juga memelihara.

Renungan ini mengingatkan kita bahwa ketika Tuhan mempercayakan tugas kepada kita, Dia juga memperhatikan kebutuhan kita. Kadang kita merasa tugas kita berat. Kita melihat orang lain seolah memiliki hidup yang lebih mudah.

Tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkan mereka yang melayani Dia. Ia tahu apa yang kita butuhkan. Ia sanggup menyediakan dengan cara yang sering kali tidak kita duga.

Karena itu, jangan takut ketika Tuhan memanggil kita untuk melakukan sesuatu. Jangan khawatir ketika tanggung jawab terasa besar. Jika Tuhan memberi tugas, Dia juga akan memberi pemeliharaan.

Yang Tuhan minta dari kita adalah kesetiaan.

Doa

Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang memelihara hidupku. Ampuni aku jika sering khawatir tentang masa depan atau kebutuhanku. Ajarku untuk percaya bahwa Engkau tahu apa yang kubutuhkan. Beri aku hati yang setia dalam melayani-Mu dan percaya penuh pada pemeliharaan-Mu. Amin.

Share:

Renungan Harian " Kota Perlindungan Kita "

Seseorang berlari menuju kota terang sebagai simbol perlindungan dalam firman Tuhan

Kota Perlindungan Kita

Renungan dari Yosua 20

Setiap orang pernah melakukan kesalahan.
Ada kesalahan yang disengaja, ada juga yang terjadi tanpa niat buruk. Namun apa pun bentuknya, kesalahan sering membawa ketakutan dan konsekuensi.

Dalam bagian ini, Tuhan memerintahkan Yosua menetapkan kota-kota perlindungan. Kota ini menjadi tempat aman bagi seseorang yang membunuh tanpa sengaja. Ia harus segera melarikan diri ke sana agar tidak dibunuh oleh penuntut darah sebelum perkaranya diselidiki.

Di kota itu, ia didengar.
Di kota itu, ia dilindungi.
Di kota itu, ia menunggu keadilan ditegakkan.

Tuhan menunjukkan bahwa Ia adalah Allah yang adil sekaligus penuh belas kasihan. Ia tidak membenarkan pembunuhan. Darah yang tertumpah tetap mencemarkan tanah. Namun bagi mereka yang tidak bersalah secara sengaja, Tuhan menyediakan jalan perlindungan.

Menariknya, orang itu harus tetap tinggal di kota perlindungan sampai imam besar meninggal. Setelah itu, ia boleh pulang dengan bebas. Ada harga yang harus dibayar. Ada proses yang harus dijalani.

Renungan ini membawa kita melihat kepada Kristus. Kota perlindungan adalah gambaran tentang Yesus. Kita mungkin tidak membunuh secara fisik, tetapi dosa kita membuat kita bersalah di hadapan Allah. Hukuman seharusnya menjadi bagian kita.

Namun Tuhan menyediakan “kota perlindungan” bagi kita—yaitu Yesus Kristus.

Di dalam Dia, kita mendapat perlindungan.
Di dalam Dia, kita mendapat pengampunan.
Di dalam Dia, kita dibebaskan.

Seperti orang yang harus berlari menuju kota perlindungan, kita juga harus datang kepada Kristus. Perlindungan itu tidak otomatis tanpa respons. Kita perlu datang, mengakui, dan tinggal di dalam-Nya.

Apakah hari ini kita sedang menjauh dari Tuhan karena rasa bersalah?
Ataukah kita sudah datang dan tinggal dalam perlindungan-Nya?

Jangan menunda. Di luar kota perlindungan ada bahaya. Tetapi di dalam Kristus ada keselamatan dan damai sejahtera.

Doa

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah perlindunganku. Ampuni dosa-dosaku dan lindungi aku dalam kasih-Mu. Ajarku untuk selalu datang kepada-Mu dan tinggal di dalam-Mu. Biarlah hidupku bersandar penuh pada anugerah-Mu. Amin.

Share:

Renungan Harian " Allah Menghargai Kesetiaan "

Pelayan yang setia di ladang sebagai simbol kesetiaan dalam firman Tuhan

Allah Menghargai Kesetiaan

Renungan dari Yosua 19

Kesetiaan sering kali tidak langsung terlihat hasilnya.
Kadang kita setia bertahun-tahun, tetapi terasa biasa saja. Tidak ada sorotan. Tidak ada penghargaan.

Namun firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa Allah tidak pernah lalai memperhatikan kesetiaan.

Generasi pertama yang keluar dari Mesir gagal masuk ke tanah Kanaan karena ketidakpercayaan mereka. Dari seluruh tentara Israel, hanya dua orang yang tetap setia: Yosua dan Kaleb. Mereka percaya pada janji Tuhan, meskipun keadaan terlihat menakutkan.

Dalam Yosua 19, setelah pembagian tanah bagi enam suku terakhir selesai, ada satu catatan yang sangat indah. Orang Israel memberikan milik pusaka kepada Yosua. Ia menerima kota yang dimintanya, Timnat-Serah, dan tinggal di sana.

Menariknya, pembagian tanah Kanaan dimulai dengan pemberian khusus kepada Kaleb (Yosua 14) dan diakhiri dengan pemberian khusus kepada Yosua. Hanya dua nama ini yang disebut secara pribadi menerima pusaka mereka.

Itu bukan kebetulan.
Itu adalah tanda perhatian Tuhan.

Kesetiaan memang kewajiban setiap hamba Tuhan. Kita taat bukan untuk mencari upah. Semua yang kita miliki adalah anugerah. Namun bagian ini menunjukkan bahwa Tuhan sungguh menghargai kesetiaan. Ia tidak menutup mata terhadap ketaatan yang mungkin tidak dilihat orang lain.

Renungan ini mengajak kita bertanya:
Apakah aku tetap setia ketika tidak ada yang melihat?
Apakah aku tetap taat ketika tidak ada pujian?

Mungkin pelayanan kita terasa kecil.
Mungkin pengorbanan kita tidak dihargai manusia.
Tetapi Tuhan melihat. Tuhan mengingat.

Upah dari Tuhan mungkin tidak selalu berupa materi. Bisa berupa damai sejahtera, sukacita, atau penyertaan-Nya yang nyata. Bahkan jika tidak kita lihat sekarang, kesetiaan kita tidak pernah sia-sia di hadapan-Nya.

Mari tetap setia, bukan karena ingin dihormati, tetapi karena kita mengasihi Tuhan. Dan percayalah, Allah menghargai hamba-Nya yang setia.

Doa

Tuhan, terima kasih karena Engkau melihat setiap kesetiaan, sekecil apa pun itu. Ajarku untuk tetap taat dan setia, bukan demi pujian manusia, tetapi karena kasihku kepada-Mu. Kuatkan aku ketika merasa lelah atau tidak dihargai. Biarlah hidupku menyenangkan hati-Mu. Amin.

Share:

Categories

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.