Saat Kekuasaan Disalahgunakan
Tidak semua pemimpin membawa kebaikan.
Ada pemimpin yang memakai kekuasaan…
bukan untuk melayani, tetapi untuk diri sendiri.
Abimelekh adalah salah satu contohnya.
Ia ingin menjadi raja.
Namun bukan dengan cara yang benar.
Ia memakai uang, dukungan yang salah,
dan bahkan membunuh saudara-saudaranya sendiri.
Ambisi membuat hatinya gelap.
Di sisi lain, ada Yotam—
yang berani menyuarakan kebenaran.
Melalui perumpamaan, ia menunjukkan bahwa
pemimpin yang tidak benar
akan membawa kehancuran, bukan kesejahteraan.
Kisah ini bukan hanya tentang masa lalu.
Ini juga tentang hati manusia.
Karena “Abimelekh” bisa muncul dalam diri siapa saja—
saat kita lebih mementingkan diri sendiri,
saat kita ingin dihormati,
saat kita rela mengorbankan orang lain demi kepentingan kita.
Namun kita juga dipanggil menjadi seperti Yotam—
berani berdiri dalam kebenaran.
Hari ini, firman Tuhan mengajak kita untuk bertanya:
Bagaimana kita menggunakan “kuasa” yang kita miliki?
Di keluarga, di pekerjaan, dalam pelayanan…
Apakah kita memakainya untuk melayani,
atau untuk meninggikan diri?
Dan saat kita melihat ketidakbenaran,
apakah kita diam… atau berani bersuara?
Ingatlah, kekuasaan tanpa Tuhan
akan membawa kerusakan.
Namun hidup yang berpegang pada kebenaran
akan tetap berdiri, meskipun tidak mudah.
Doa
Tuhan,
jaga hatiku dari keinginan untuk meninggikan diri.
Ajarku untuk menggunakan setiap kepercayaan yang Engkau beri
dengan penuh tanggung jawab dan kerendahan hati.
Beri aku keberanian untuk berdiri dalam kebenaran,
meskipun itu tidak mudah.
Biarlah hidupku mencerminkan kehendak-Mu.
Amin.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar